Rasul Paulus: Kisah Terakhir dari Kehidupan yang Dihidupi untuk Tuhan

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

"Aku dapat melakukan segala sesuatu melalui Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Filipi 4:13, AYT

Ketika Paulus kembali ke Yerusalem, dia awalnya diterima dengan baik. Dia telah membawa uang untuk komunitas lokal dari banyak gereja yang dia dirikan. Namun, seiring waktu, keinginannya untuk berbicara tentang hati Allah yang bertentangan dengan hukum Allah membuat jengkel beberapa penduduk lokal yang lebih tradisional. Akhirnya, dia lari keluar dari kuil setempat dan hampir terbunuh. Perwira melepaskannya karena status kelahirannya sebagai warga negara Romawi.

Dia dibawa ke Kaisarea dan dipenjarakan dari tahun 57 M hingga 59 M. Selama waktu ini, seorang gubernur Romawi yang baru mengambil kendali dan membuka kasus Paulus. Karena tidak ingin diadili di Kaisarea, Paulus bertanya apakah, sebagai warga negara Romawi, dia dapat dikirim kembali ke Roma untuk diadili.

Dia pun dibawa ke Roma.

Paulus berkotbah di Roma

Perjalanan ke Roma sulit; dia terdampar di dekat Malta. Orang-orang Malta menunjukkan kebaikan yang tidak biasa sebelum dia melanjutkan perjalanan ke Roma. Selama di Roma, dia menjadi tahanan rumah tetapi diberi kebebasan untuk berkhotbah sambil menunggu persidangannya. Saat itu, tiga tahun telah berlalu, dan sekarang tahun 62 Masehi. Kisah Paulus di Alkitab berakhir di sini.

Salah satu legenda mengatakan bahwa dia dibebaskan dan pergi ke Spanyol untuk terus menyebarkan kabar baik dari Alkitab. Legenda lain mengatakan dia dipenggal atas perintah dari Nero.

Diyakini bahwa, setelah kematiannya, dia dimakamkan di luar tembok Roma, dan pada tahun 325 M, Kaisar Konstantin membangun sebuah gereja di atas kuburannya.

Apa yang telah Paulus capai dalam hidupnya? Pada awalnya, dia adalah penganiaya besar dari anggota mula-mula "Jalan (Kebenaran)", tetapi dia akhirnya bertobat dan mengabarkan Injil ke seluruh kekaisaran Romawi.

Empat belas kitab dalam Perjanjian Baru ditulis oleh atau dikaitkan dengan Paulus — lebih dari setengah dari dua puluh tujuh kitab dalam Perjanjian Baru. Para sarjana yakin dia secara pribadi menulis Roma, 1 dan 2 Korintus, Galatia, Filipi, 1 Tesalonika, dan Filemon.

Ketika Anda membaca kitab-kitab ini, Anda sebenarnya sedang membaca surat-surat yang ditulis Paulus untuk gereja-gereja.

Luar biasa!

Meskipun Kitab Roma adalah yang pertama dalam Perjanjian Baru, itu sebenarnya ditulis setelah enam kitab lainnya. Kitab Roma ditulis pada 57 M, sementara yang lainnya berkisar antara 50 dan 56 M. Para ahli percaya bahwa Roma dipilih sebagai kitab pertama karena teologinya yang matang.

Kitab Roma, lebih dikenal sebagai Surat kepada jemaat di Roma, dianggap sebagai mahakarya Paulus. Ini adalah kitab yang luar biasa penuh dengan kehalusan dan teologi yang luas. Surat itu diyakini telah ditulis di Korintus. Meskipun Paulus belum pernah ke Roma pada saat penulisan, dia mengenal orang-orang di Roma yang mulai percaya. Surat ini dibuat untuk membantu mereka bertumbuh dalam iman mereka.

Kitab Galatia, yang ditulis sebelumnya, mirip dengan Kitab Roma, tetapi kurang padat dan menunjukkan teologi Paulus yang berkembang. Namun, pengaruhnya terhadap Kitab Roma sangat besar.

Tujuh kitab lainnya, Kolose, 2 Tesalonika, Efesus, 1 dan 2 Timotius, Titus, dan Ibrani, ditulis oleh para murid Paulus, yang menggunakan namanya. Sudah umum dalam beberapa abad pertama setelah kelahiran Kristus untuk menulis atas nama orang lain. Itu tidak dianggap salah, tapi kehormatan.

Selain pengaruh Paulus pada Alkitab, dia adalah orang yang secara langsung bertanggung jawab untuk mengubah sekte terpencil Yudaisme — disebut Jalan (Kebenaran) — menjadi Kristen.

Ironisnya, jalan yang digunakan orang Romawi untuk mengontrol kekaisaran mereka adalah jalan yang sama dengan yang dilalui Paulus. Pada gilirannya, agama yang berusaha ditekan oleh orang Romawi selama bertahun-tahun bertumbuh karena infrastruktur mereka sendiri. Pada awal abad keempat, setelah berabad-abad penganiayaan, agama Kristen menjadi agama negara Kekaisaran Romawi. Itu kemudian dikenal sebagai Kekaisaran Romawi Suci, yang menguasai sebagian besar Eropa selama milenium berikutnya.

Ada banyak segi dari kisah Paulus.

Dia adalah misionaris pemberani pertama dari sebuah agama di seluruh dunia yang sekarang memiliki lebih dari dua miliar pengikut. Pada tahun 2050, kelompok kecil orang percaya dari Yudea ini akan bertumbuh dari dua miliar orang pada tahun 2019 menjadi hampir tiga miliar orang percaya. Paulus memulai perjalanan yang sekarang sedang dicapai oleh banyak orang lain. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Bruce L. Hartman.com
URL : https://brucelhartman.com/apostle-paul-the-final-story/
Judul asli artikel : Apostle Paul: The Final Story of a Life Lived for the Lord
Penulis artikel : Bruce L. Hartman
Kategori: