Komentar

Testimoni Peserta Kelas Diskusi Hermeneutika Untuk Awam 2

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

1. Arga Marsel Tambunan

Syukur kepada Tuhan bahwa saya dapat menyelesaikan Kelas HUA. Terima kasih kepada Tim SABDA yang telah memberikan sejumlah materi yang dapat dimengerti, yang tidak pernah diberikan disekolah. Komitmen saya setelah mempelajari HUA adalah saya ingin terus mempelajari serta mendalami Alkitab, dan saya juga dapat memberikan ilmu saya kepada teman-teman saya yang belum pernah mempelajari Hermeneutika.

Terima kasih banyak buat Tim SABDA, GBU.

2. Athur Januar

Dengan mengikuti kelas HUA ini saya sangat diberkati. Diingatkan kembali untuk menggali Firman Tuhan dengan mengenal Dia lebih dalam sehingga semakin cinta Tuhan.

3. David C.E. Lisapaly

Berkat dan pengalaman luar biasa selama saya mengikuti kelas HUA adalah terjadinya pembentukan karakter yang luar biasa. Ternyata begitu banyak ayat dalam Alkitab yang mempunyai makna yang mendalam, saling terkait satu sama lain dan mempunyai gaya bahasa yang indah. Semuanya itu dapat saya pelajari di kelas HUA dan saya dapat mengerti teknik menafsirkan Alkitab secara lebih baik sehingga kebenaran Firman Tuhan lebih dinyatakan baik secara pribadi maupun saat berinteraksi dalam lingkungan kehidupan saya.

Terima kasih atas kebersamaan dan sharing yang telah dilakukan sehingga kita dapat belajar bersama dan mencari hikmat dari Tuhan Yesus. Amin.

4. Denny Meriani

Pengalaman mengikuti kelas HUA.
Materinya bagus karena saya dapat lebih mengerti arti dari setiap firman yang ada di Alkitab agar tidak salah menyampaikan kepada orang yang kita layani dan semua anggota grup hebat-hebat anak kesayangan Yesus.

Pelajaran/berkat yang paling berkesan mengikuti kelas diskusi:
Saya semakin jatuh cinta kepada Tuhan Yesus atas kasih-Nya lewat firman-Nya yang membuat hati kita tenang saat kita membaca dan memahaminya.

Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas:
Saya berkomitmen bahwa Injil keselamatan harus dimiliki semua orang agar selamat hingga akhir perjuangan hidupnya di dunia yang fana ini, Matius 28 berkata sebagai amat agung yang harus kita lakukan, makanan sehari-hari kita harus menyenangkan hati Tuhan jangan jemu-jemu berbuat baik, semakin waspada dan berjaga-jaga dan berbuat baik itu tanpa risiko, jadilah berkat dimanapun aku berada.

5. Glorya Loloangin

Puji Tuhan melalui teman saya yang mengirimkan saya Brosur yang bertuliskan ”SABDA MLC, HERMENEUTIKA UNTUK AWAN (HUA)” dan menurut pandangan saya brosur sangat menarik dan tulisan yang sangat-sangat jelas akhirnya timbul keinginan untuk membaca lebih lanjut, dan akhirnya saya bergabung di Grup HUA. Semua tidak terlepas dari campur tangan Tuhan Yesus.

Selama berada Kelas HUA Banyak hal-hal baru yang saya dapat Puji Tuhan, saya sangat-sangat bersyukur bisa ada di kelas Hermeneutika selama satu minggu ini, materi yang di paparkan dari materi 1-5 sangat-sangat membantu dan menolong saya dalam hal menafsir Firman Tuhan.

Sebelum berada di kelas HUA ini boleh dikata saya menyampaikan Firman Tuhan menurut pengetahuan saya, dan tidak berdasarkan langkah-langkah yang sudah dipaparkan dimateri HUA. Menjadi pelajaran berharga untuk menafsirkan Firman Tuhan harus berdasarkan petunjuk yang ada.

Banyak sekali hal yang baru yang saya pelajari:
1. Pentingnya Hermeneutika dalam mendalami Alkitab.
2. Saat saya menafsirkan Firman Tuhan harus menggukan alat bantu yang sudah di paparkan dalam materi dengan sangat jelas, agar penafsiran saya tidak keliru.
3. Dalam menafsir ada prinsip-prinsip dan aturan-aturan umum yang kita gunakan dalam menafsir, seperti konteks Alkitab sangat-sangat membantu saat menafsir Alkitab.
4. Prinsip-prinsip atau aturan-aturan khusus diperlukan saat menafsir Alkitab karena terdapat banyak kata-kata Kiasan, dan tentu sebagai orang awam kalo membaca kata kiasan tersebut hanya memahami berdasarkan pemahaman.
5. Penerapan dalam Firman Tuhan sangat-sangat penting dalam penafsir selain yang disampaikan sudah sesuai dengan Firman Tuhan maka Firman Tuhan tersebut harus hidup dalam diri sipenafsir tersebut, supaya orang akan melihat Firman Tuhan itu HIDUP dan AKTIF bukan sekedar kata-kata.

Setelah belajar Hermeneutika ini saya akan mengubah cara belajar dan memahami Alkitab berdasarkan Langkah-langkah yang sudah di pelajari 5 hari ini. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan membuka wawasan saya untuk mau dan mau belajar dari setiap pertanyaan yang diajukan, dan juga jawaban-jawaban teman-teman yang sangat-sangat beragam sehingga dapat menambah wawasan lebih dalam Hermeneutika. Memotivasi saya juga untuk terus melakukan firman Tuhan ditengah keterbatasan dalam melayani Tuhan karena kesempurnaan itu Hanya milik Tuhan.

Terimakasih Tak Terhingga atas setiap pemaparan yang sudah di Sajikan bagi kami semua. Mendapat pelajaran sangat-sangat berharga, dan lebih lagi MENGHARGAI FIRMAN TUHAN

Diberkati terus tim SABDA untuk terus menjadi Berkat.
TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA DALAM SETIAP TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KITA MASING-MASING.

6. Giovanni Pedro

Pengalaman mengikuti kelas HUA:
Pertama kali mempelajari Hermeneutika secara singkat padat dengan materi lengkap dan pembicara yang kompeten.

Pelajaran/berkat yang paling berkesan selama mengikuti kelas diskusi:
Pelajaran yang berkesan ketika kita seharusnya memperhatikan lebih luas lagi konteks dalam menafsirkan Alkitab, tidak bisa hanya mengambil sepotong ayat dan menafsir sesuai dengan pengetahuan kita yang terbatas.

Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas:
Saya berkomitmen untuk menyelesaikan pembacaan Alkitab sebagai dasar dari pemahaman firman Tuhan yang lebih mendalam.

7. Hardi Wiyono

Saya sungguh diberkati dengan pelatihan ini karena setidaknya mengerti prinsip, prosedur dan teknik melakukan penafsiran Alkitab, juga alat-alat yang sesuai untuk mendukung metode penafsiran.

Penafsiran tidak menggantikan kedudukan Alkitab sebagai firman Allah dan standard kebenaran. Pada akhirnya, saya menyadari bahwa muara dari penafsiran Alkitab adalah aplikasi dalam hidup sehari–hari sebagai wujud keimanan kita kepada firman Tuhan. Karena sebagus apapun hasil penafsiran melalui alat yang canggih tetap harus tunduk pada kebenaran Alkitab. Meskipun tidak banyak terlibat dalam diskusi di grup, tetapi saya dikuatkan oleh pembimbing, jawaban anggota lain dan modulnya pun mudah dipahami untuk dibaca. Para anggota saling melengkapi dan memberi wawasan.

8. Marganda Kristianto Purba

Pertama saya mengucapkan Puji dan Syukur kepada Allah bahwa melalui MLC SABDA bisa mengikuti Kelas Hermeneutika Untuk Awam.

Awalnya mengikuti perasaan saya sudah ingin menyerah karena materinya terasa berat tetapi seperti ada dorongan Roh Kudus yang memberikan kekuatan untuk terus melanjutkan. Berkat yang saya terima sangat banyak karena mendapat ilmu hermeneutika yang selama ini belum pernah dipelajari. Belajar bersama teman-teman di kelas HUA 2 yang saling berbagi dan mendukung serta melengkapi. Memiliki mentor Bu Yulia yang sabar untuk mengoreksi setiap jawaban yang kami berikan serta memberikan masukan untuk melengkapi jawaban yang diberikan. Komitmen saya setelah ini adalah berbagi dengan teman-teman sepelayanan dan belajar lebih dalam lagi tentang Hermeneutika. Terima kasih.

9. Pitasari

Saya bersyukur bisa mengikuti kelas ini, menyelesaikannya dengan baik sekalipun belum maksimal belajarnya. Awal kelas ini dibuka, saya ada banyak kegiatan keluar kota, sehingga Zoom pun saya lakukan dalam perjalanan. Saya merasa belum maksimal belajar karena selalu ketinggalan saat diskusi. Namun, saya bersyukur kelas ini membuka wawasan baru buat saya. Belajar menghargai Firman Tuhan, menikmati kekayaan Alkitab dengan berbagai karya, bentuk dan latar belakang budaya dan penulisnya. Semakin mengenal Alkitab sebagai surat cinta Tuhan, bukan hanya membaca, menghafal dan merenungkan saja, tapi belajar bagaimana ayat demi ayat itu muncul, seturut dengan tujuan penulis dan penulis Agung itu. Sungguh, semakin belajar, semakin menggali, semakin kaya, menemukan aplikasi yang tepat untuk ayat-ayat yang dibaca. Saya belajar semakin mencintai Firman Tuhan.

Saya juga belajar menggunakan alat-alat bantu dari SABDA, karena sebelumnya saya kurang paham juga. Saya percaya Firman Tuhan itu menghidupkan dan mengubahkan. Seminggu yang penuh perjuangan namun sangat memberkati.

Pelajaran yang paling berkesan adalah pelajaran 5, tentang aplikasi dari firman yang sudah dibaca. Ini menjadi hal yang sangat penting sebagai buah iman dan ketaatan kita akan firman, terus melakukan disiplin rohani dan belajar menghidupi firman.

Terima kasih untuk Bu Yulia yang sudah dengan sabar menolong dan berbagi ilmu dengan kami, Kak Melisa yang selalu memotivasi saat saya hampir menyerah karena keterbatasan, rekan-rekan yang semangat diskusi dan YLSA yang memfasilitasi kami semua.

Bu Yulia, saya siap belajar di kelas HUA 2, Bu. Belajar mempersiapkan diri dari sekarang, karena yang kemarin belum maksimal.

Tuhan Yesus memberkati pelayanan SABDA ya.

10. Liydia Suryaningsih

Bersyukur kepada Tuhan saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas Hermeneutika dari tim SABDA ini. Saya sangat diberkati dengan kelas HUA ini, walau di awal saya terasa sangat berat dan hampir ambil langkah untuk mundur, karena mengukur keterbatasan diri ini. Tetapi puji Tuhan, ada dorongan kuat dari hati untuk saya tetap harus lanjut belajar di kelas HUA ini.

Dari kesempatan belajar kelas HUA ini saya benar-benar melihat kebaikan Tuhan, dimana saya melihat janji Tuhan itu benar, bahwa jika memang Tuhan yang memberi kepercayaan suatu tugas dalam setiap kehidupan pasti Tuhan memperlengkapi dengan kemampuan untuk bisa menyelesaikan tugas tersebut (dengan catatan jika siapapun yang mendapat kepercayaan mau tunduk dan mau menyelesaikan tugas yang diberikan).

Dimana melalui gembala Tuhan beri tugas saya untuk belajar membagi berkat firman Allah diawal persekutuan doa pagi. Langkah awal saya belajar dari buku renungan, dan khotbah singkat dari ibadah online, ataupun dari link-link internet, dan beruntungnya link SABDA yang menjadi link utama (karena maaf ada peringatan bahwa tidak semua link internet itu benar dalam menuntun belajar firman Tuhan dan dalam menafsir Alkitab), sampai dibukanya kelas HUA.

Sungguh Tuhan Yesus begitu baik, Dia memperlengkapi hidup saya untuk belajar menafsir Alkitab dengan baik dan benar melalui kelas ini.

Sungguh saya sangat terberkati mulai dari modul, pertanyaan, fasilitator, tuntunan memakai alat-alat bantu yang awalnya saya sama sekali tidak mengerti harus belajar dari mana, sampai dengan diskusi dari teman-teman benar-benar menambah wawasan saya untuk belajar Alkitab, terutama memperlengkapi saya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang Tuhan berikan.

- Memperbaiki pengenalan saya akan pribadi Tuhan
- Membawa saya melangkah menghidupi firman Tuhan.

Kelas ini membawa saya harus memperbaiki komitmen saya untuk terus melekat pada Tuhan, dan lebih tekun membaca, menggali firman Tuhan, supaya bisa melakukan kehendak Tuhan didalam kehidupan sehari-hari saya dengan tuntunan Roh Kudus.

Terima kasih kepada Tuhan, kepada ibu Yulia dan seluruh tim SABDA, dan kiranya hikmat dan urapan Tuhan terus turun untuk ibu dan seluruh tim sehingga makin limpah dengan karunia Tuhan, untuk lebih lagi dipakai menjadi alat Tuhan yang indah. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

11. Linna Kusuma Wati

Sewaktu ada pengumuman MLC akan buka kelas Hermeneutika. Saya bertekat untuk ikut karena saya ingin belajar. Tidak disangka materinya berat. Tapi Saya bersyukur ada Bu Yulia sebagai moderator dan teman-teman diskusi yang membantu saya dapat memahami setiap pelajaran, walaupun ada hal-hal yang masih belum jelas. Saya bersyukur pula dapat mengikuti kelas sampai selesai. Saya akan belajar membaca Alkitab dengan alat-alat bantu yang SABDA sudah sediakan baru kemudian membaca renungan yang ada.

Terima kasih Bu Yulia dan Melisa. Terima kasih teman-teman HUA 2. Kiranya kita dapat bertemu kembali di MLC berikutnya.

12. Purwani

Bersyukur kepada Tuhan, melalui SABDA yang memberi kesempatan dan sudah memfasilitasi, saya untuk belajar selama ini, bagi saya belajar sangat berat selama saya ikut belajar firman Allah di SABDA.
Karena ini belajar STT tingkat 2, ketika saya mengikuti pembukaan HUA melalui YouTube, melihat dan mendengar penjelasan Bu Yulia. Aduh kok pelajarannya sulit ini, saya sempat berpikir tidak ikut, sungguh diskusi hari pertama dan kedua aduh piye ini, tetap saya kuatkan hati untuk semangat belajar, karena saya mau mengerti dan memahami lebih lagi HUA ini, dengan konsep yang bagus cara menafsir seluruh Alkitab dengan metode-metode, pola, alat-alat, buku referensi yang banyak dan lengkap agar bisa menghasilan penafsir yang benar dan jelas dengan memperluas pengalian-penggalian dengan berpusat pada kebenaran firman Allah dan pimpinan Roh Kudus. Supaya tidak gampang percaya begitu saja kata orang. Dengan pelajaran HUA ini saya lebih bisa meneliti sendiri dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan saya sendiri, terlebih untuk jadi berkat dimana Tuhan percaya.

Saya sangat terberkat dengan diskusi selama 1 minggu ini.
Terima kasih Bu Yulia dan Tim SABDA dan rekan-rekan HUA semua. GBU.

13. Supriyono

Syalom! Puji Tuhan! Bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja, kalau saya bisa mengikuti kursus online Hermeneutika Untuk Awam/HUA yang diadakan oleh Yayasan Lembaga SABDA Ministry Learning Center mulai tanggal 11-17 November 2021. Dengan materi, 5/lima pelajaran Hermeneutika:

Pelajaran 01: Pengertian Hermeneutika. Macam-Macam Penafsir, Kualifikasi, dan Persyaratan Penafsir. Bahaya dalam Menafsir.

Pelajaran 02: Alkitab. Kamus. Buku-Buku Sistem Topik. Buku Pengantar Alkitab. Buku-Buku Tafsiran. Atlas Alkitab. Konkordansi. Catatan/Peringatan.

Pelajaran 03: Menafsirkan Menurut Konteksnya. Mempelajari Arti dalam Bahasa Aslinya. Memahami Tata Bahasanya. Menangkap Maksud/Tujuan Penulisnya. Mempelajari Latar Belakangnya. Menafsirkan Ayat dengan Ayat Alkitab.

Pelajaran 04: Mempelajari Kata-Kata Kiasan dan Gaya Bahasa. Memahami Simbol-Simbol. Memahami tipologi/Gambaran. Mempelajari Tujuan Perumpamaan dan Alegori. Mempelajari Idiom-Idiom Bahasa Ibrani. Mempelajari Bentuk Puisi. Mempelajari Nubuatan. Mempelajari Doktrin.

Pelajaran 05: Mengapa Aplikasi Penting? Bagaimana Mengaplikasikan Firman Tuhan? Petunjuk-Petunjuk Praktis.

Semakin memperkaya dan memberkati saya pribadi. Komitmen setelah mempelajari Hermeneutika: Lebih giat lagi dalam belajar, memahami, menggali, membaca dan merenungkan isi yang terkandung dalam Alkitab. Baik untuk kepentingan pribadi, rumah tangga, keluarga dan masyarakat sekitar.

Terima kasih kepada moderator, admin dan tim SABDA yang telah bekerja sama dengan para peserta HUA 2 yang memberikan memotivasi, jalinan komunikasi yang baik dan masukan yang dapat membangun dan memperkaya lebih dalam tentang pelajaran Hermeneutika secara menyeluruh. Sehingga jalannya diskusi semakin hangat dan memberkati semua peserta, sekalipun hanya via whatsApp walaupun ada yang berhenti karena kesibukan pekerjaan dan kegiatan pelayanan lainnya. Akhirnya kita dapat melanjutkan uraian dan ulasan tersebut di tengah-tengah pelayanan kita masing-masing. Puji Tuhan.

"ALANGKAH bahagianya orang yang tidak mendengarkan nasihat orang jahat dan tidak bergaul dengan orang berdosa yang mencemoohkan perkara-perkara Allah, melainkan yang bersukacita dalam mengerjakan segala sesuatu yang dikehendaki Allah dari mereka dan yang siang malam merenungkan hukum-hukum-Nya." Mazmur 1:1-2 (FAYH).

14. Tok Armanto

Saya sangat diberkati mengikuti kelas HUA ini. Materi yang diberikan melalui modul sungguh sangat memperlengkapi saya. Pelajaran yang begitu padat disajikan sedemikian rupa ringkas dan sangat baik untuk saya yang masih terus belajar untuk menafsir firman Tuhan.

Saya juga diberkati oleh pertanyaan yang diberikan oleh moderator dan juga jawaban dari peserta lain yang beragam semakin memperkaya apa yang saya dapatkan.

Saya berkomitmen untuk terus belajar memahami firman Tuhan dan yang terpenting mau terus belajar praktik firman Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Terima kasih untuk seluruh tim SABDA yang sudah memfasilitasi kelas ini.

Tuhan Yesus memberkati.

15. Timbul Pardamean Hasiholan

- Istilah hermeneutika sering saya temukan dalam buku-buku Kristen yang saya baca. Tatkala kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih dekat lagi beberapa waktu lalu saya coba mencari tahu melalui internet, namun selalu berujung dengan harus hadir ditempat, waktu yang khusus yang tentu bagi saya seorang pekerja sangat sulit. Saya tetap percaya dan yakin bahwa Tuhan juga berbicara kepada setiap orang apakah itu pegawai, pimpinan perusahaan, pekerja asisten rumah tangga, juru masak, sopir, tentara dan lain sebagainya tanpa harus menjadi Gembala. Saya jadi ingat tulisan Pdt. DR. Eka Dharmaputra dari bukunya yang berjudul Tuhan dari poci dan panci.

- Kehausan saya berujung dengan SABDA MLC yang dalam webnya menyediakan HUA atau Hermeneutika Untuk Awam (Saya bertanya dalam hati apakah ini benar?) dan saya mulai mendaftar dan diterima, selanjutnya ikut terlibat dalam kegiatan diskusi, menjawab Pertanyaan, memberikan contoh-contoh dan banyak lagi yang saya temui dan semuanya itu berlangsung melalui teknologi yang ada saat ini. Saya merasakan mendapat pengalaman baru yang sama sekali berbeda dan sangat berharga. Memang cukup berat, HERMENEUTIKA bukanlah hal yang mudah dicerna bagi saya, apalagi hanya dalam 1 minggu. Awal-awalnya sih saya takut karena khawatir apakah SABDA MLC memiliki pengertian yang sama tentang TUHAN yang saya kenal, karena masa-masa sekarang ini lebih banyak orang-orang berkata-kata tentang KRISTUS disegala media, disegala platform, mengikuti perkembangan teknologi. Saya berdoa kembali biar terang Roh Kudus memimpin saya untuk bisa tetap memimpin kehidupan saya secara pribadi mengarah hanya pada Yesus sang juru selamat yang adalah Anak Allah yang tunggal yang menjadi manusia dan mati di kayu salib untuk menebus saya salah satunya. Amin.

16. Wenny Riama Siahaan

Saya bersyukur dapat mengikuti kelas HUA ini, walau saya sudah beberapa kali ikut kelas MLC SABDA. Bagi saya secara pribadi kelas ini termasuk yang paling berat. Ditambah kondisi saya yang kurang sehat.
Namun saya bersyukur Tuhan memampukan dan saya sangat di berkati karena kelas ini mengingatkan saya untuk tidak hanya asal menafsir dan tidak malas untuk membaca/mencari informasi/referensi lain setelah kita menafsir.

Dan firman Tuhan bukan hanya sekedar untuk dibaca, lalu ditafsirkan, tetapi lebih dari itu kita harus merespons dan mengaplikasikannya, sesuai kehendak Tuhan Yesus.

Terimakasih buat teman-teman sekelas yang luarbiasa dan tim SABDA yang telah membuat kelas HUA ini. Saya sangat diberkati. TYM.

17. Wennar

Kelas Hermeneutika untuk awam ini dapat menambah wawasan cara menafsirkan isi Alkitab sesuai konteks. Trend saat ini cenderung lebih suka yang 'instan' daripada belajar (mandiri/mentoring). Di harapkan dari diskusi dan sumber-sumber literatur yang dipergunakan, semakin membuat kita sadar pentingnya tuntunan dan pertolongan Roh Kudus untuk memahami kebenaran Firman Tuhan. Aplikasi dalam kehidupan kitalah yang pada akhirnya akan menjadi kesaksian bahwa firman Allah itu hidup dan berkuasa. Komitmen saya untuk lebih bersungguh-sungguh belajar, karena masih ada banyak hal yang belum diketahui. Terima kasih buat tim SABDA MLC buat pelayanannya. TUHAN memberkati berlimpah. keep on fire.

18. Yvonne Kaunang

Terima kasih Buat Tim SABDA yang sudah menyelenggakan ini. Saya sangat diberkati dengan pengetahuan yang sebelumnya belum pernah saya tahu isi nya. Ternyata isi ilmu HUA ini sangat mendalam, dan membuat saya juga makin senang membaca Alkitab dengan mempelajari sumber-sumber alat bantu. Memang untuk kaum awam cukup sulit juga. Dan menjadikan Alkitab sebagai buku yang luar biasa ini, menuntut saya harus hidup dalam firman setiap hari. Mengajar saya untuk Saling Kasih dengan teman-teman se-iman, harus rendah hati, tidak sombong, belajar untuk menguasai diri saya dalam pikiran perkataan dan perbuatan setiap hari

Terima kasih buat teman-teman yang memberi masukan dalam diskusi. Sekali lagi Tuhan Yesus memberkati tim SABDA.

19. Yonece Modouw

Puji Tuhan, Terima kasih buat tim SABDA MLC, yang menyelenggarakan kegiatan ini sungguh saya sangat diberkati, secara pengetahuan kami masih sangat awam sekali tentang Hermeneutika ini. Saya baru mengerti setelah mengikuti seminar HUA ini. Untuk praktik juga. Dalam penerimaan materi pelayanan sekolah Minggu kami sudah disediakan materi kami tinggal menggali saja. Tetapi puji Tuhan disini sungguh luar biasa kami mulai dari nol untuk memahami ilmu menafsir firman Tuhan.

Sekalipun saya mengikuti dalam kondisi tubuh yang kurang sehat sampai hari ini, tapi puji Tuhan bisa selesaikan tugas-tugas. Pada 2 kegiatan yang pernah saya ikut saya sering diingatkan admin untuk tugas-tugas. Tapi untuk ini saya berkomitmen kepada mba Melisa untuk tidak diingatkan lagi dan puji Tuhan bisa. Terimakasih Tim SABDA, terima kasih ibu Yulia, terima kasih mba Melisa. GB all.