Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Artikel

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Palungan, Tanda Bagi Kelompok yang Tersingkir (Renungan Natal)

Setiap orang tua pasti ingin anaknya dilahirkan di tempat yang terbaik, dengan pertolongan dokter dan perawat yang cakap, serta dengan pelayanan yang sip, memuaskan. Kalaupun akhirnya buah hati mereka harus dilahirkan di tengah-tengah kemiskinan penanganan dan fasilitas medis, itu karena terpaksa, karena mereka tidak sanggup membayar biaya bersalin yang sangat mencekik di rumah sakit.

Namun, Alkitab menyaksikan bahwa Bapa dari semua orang tua, Sang Khalik, justru memilih kandang binatang sebagai tempat kelahiran Putra Tunggal-Nya, Yesus Kristus. Palungan -- tempat makan binatang, yang jelas sangat kotor, sarang penyakit -- menjadi area yang paling bersih untuk membaringkan Sang Bayi Suci! Padahal, dengan kekayaan dan kedaulatan-Nya, Ia bisa memilih tempat bersalin yang jauh lebih baik, lengkap dengan ranjang yang bersih, tenaga medis yang terampil, dan pelayanan yang memuaskan. Mengapa Allah melakukan hal itu? Pasti bukan karena terpaksa!

Umum: 
Kategori: 

Ekklesia, Jemaat, Gereja

Kata jemaat dalam Perjanjian Baru (PB) bahasa Indonesia diterjemahkan dari istilah bahasa Yunani "ekklesia". Kata tersebut dibentuk dari kata depan "ek" (keluar dari) dan kata kerja "kaleoo" (panggil), sehingga ada orang yang mengaitkannya dengan pengertian etimologisnya "orang-orang yang dipanggil keluar", yaitu keluar dari kegelapan dunia kafir masuk ke dalam terang kehadiran Allah. Namun, dalam PB arti ini pada umumnya tidak ditekankan. Dan memang kata "ekklesia" sendiri, ratusan tahun sebelum zaman PB sudah dipakai sebagai istilah dalam bahasa umum untuk mengacu pada perkumpulan orang-orang, seperti misalnya warga satu kota. Arti seperti ini pun dapat dilihat misalnya di Kisah Para Rasul 19:40 ("kumpulan rakyat", TB). Jadi, ekklesia dalam bahasa umum pada dasamya berarti "pertemuan". Namun, dalam kitab-kitab PB "ekklesia" terutama digunakan sebagai istilah dengan arti Kristen yang khusus. Dalam konteks pemakaiannya sebagai istilah Kristen, "ekklesia" lebih merujuk pada:

Kategori: 

Kelahiran Baru

Pada waktu Jimmy Carter dipilih menjadi Presiden Amerika Serikat, dia menyatakan bahwa dirinya adalah "orang Kristen yang telah lahir baru". Kemudian Charles Colson, orang penting di dalam pemerintahan Nixon di Gedung Putih, menulis buku yang laku keras, dengan judul "Born Again". Di dalamnya, dia menjelaskan secara kronologis pengalaman pertobatannya menjadi orang Kristen. Oleh karena kedua orang terkemuka ini telah memopulerkan istilah "dilahirkan baru", maka istilah ini juga telah menjadi bagian dari pembicaraan orang-orang modern.

Kategori: 

VISI SEORANG GURU SEKOLAH MINGGU

Pagi itu, seorang guru sedang menjemput dua anak sekolah minggu dengan sepeda motor tuanya. Ia begitu rajin melakukan tugas, baik menjemput maupun mengantarkan mereka pulang ke rumah masing-masing seusai sekolah minggu. Pada suatu hari, ia ditanya mengapa ia begitu setia melakukan hal itu? Jawabnya, "Suatu saat aku ingin kedua anak ini bukan saja menjadi orang yang percaya kepada Kristus (menerima keselamatan di dalam Kristus).

Kategori: 

MENGAPA KITA MEMULIAKAN ALLAH

"... semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, ...." (Yesaya 43:7)

Tuhan menciptakan manusia bukan supaya manusia hidup dan berbuat sekehendak hatinya. Tuhan menciptakan manusia supaya manusia tahu, ia harus memuliakan Allah Pencipta. Inilah tujuan kita diciptakan, tujuan kita ditebus.

Waktu saya masih kecil, saya selalu ingat suatu ayat yang mengatakan "muliakanlah Allah; muliakanlah Tuhan". Lalu saya berpikir, apakah Tuhan tidak malu atau sungkan meminta orang memuliakan Dia? Saya tidak mengerti, maka saya tanya guru sekolah minggu saya. Guru menjawab, "Saya juga tidak mengerti!" Kalau guru tidak mengerti, mana saya bisa mengerti? Tetapi saya merasa pasti ada jawaban dalam Kitab Suci, karena Allah tidak main-main. Kemudian saya temukan dalam Kitab Suci, dua kali Allah berkata, "Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain. Aku tidak mengizinkan kemuliaan-Ku diberikan kepada ilah-ilah yang palsu." (Yesaya 42:8)

Kategori: 

BUKAN SEKADAR BUNGKUS KADO

Setiap tahun di hari Natal, James Baxter menyaksikan bagaimana orang-orang merobek dan membuang produk dari perusahaannya. Seluruh waktu yang dihabiskan untuk membuat rancangan kreatif dan proses produksi yang cermat lenyap dalam sekejap. Namun, Baxter tidak menyesal. Sebagai presiden direktur dari perusahaan pembuat kertas kado Natal terbesar di Amerika Serikat, Baxter berkata, "Yang tidak kami inginkan adalah kalau produk kami hanya tersimpan rapi di lemari."

Kategori: 

YESUS KRISTUS: MESIAS YANG DIJANJIKAN

Alkitab terbagi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yaitu janji dan penggenapan. Janji keselamatan yang mulia dari Allah ini telah dinubuatkan mulai dari Kitab Taurat Musa (Kej. 3:15) hingga tulisan nabi-nabi terakhir dari Perjanjian Lama (Za. 9:9). Salah satu gambaran yang paling kaya tentang zaman mesianis terdapat dalam Kitab Yesaya, di mana Sang Juruselamat dideskripsikan sebagai Mesias Ilahi (Yes. 9-5), yang akan datang sebagai Hamba Tuhan (Yes. 42:1-4; 49:5-7; 52:13-15), khususnya sebagai Hamba Tuhan yang menderita (Yes. 53:1-12). Kedatangan-Nya akan membawa penghakiman atas orang jahat dan pemulihan bagi umat Allah, serta pembaruan total atas segala sesuatu: langit dan bumi yang baru (Yes. 65:17; 66:22). Hal ini menjadi pengharapan setiap umat yang saleh.

Kategori: 

PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN

Bagi orang Israel, pendidikan -- khususnya pendidikan rohani -- merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. Ulangan 6:4 memuat "Shema", yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari, setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge. Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah:

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4)

Kategori: 

Iman Dan Realita: Sebuah Renungan Filosofis

"... dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus ..." (Ef. 6:1-18).

Kategori: 

Pages