Rangkuman Diskusi DIK Juni/Juli 2011

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

TERMIN I

Topik 1

Subjek: Alkitab dan Penciptaan

Pertanyaan: Mengapa kadang informasi dari ilmu pengetahuan tidak sama dengan Alkitab? Contohnya, pandangan tentang asal usul manusia menurut teori Evolusi (Darwin). Sebagai orang Kristen yang percaya pada Alkitab, bagaimana kita menyikapi hal ini?

Satu perbedaan yang sangat jelas dapat kita perhatikan mengenai ilmu pengetahuan dan Alkitab. Ilmu pengetahuan di dasarkan sebatas pengetahuan manusia, sedangkan Alkitab adalah firman Allah. Antara manusia dengan Allah tentunya memiliki pemikiran yang berbeda. Ilmu pengetahuan tidak mampu menjawab fenomena-fenomena yang ada di alam ini. Namun, Alkitab memberikan keakuratan dan menjawab segala fenomena yang ada di dalam kehidupan manusia. Karena Ilmu pengetahuan merupakan hasil karya manusia, maka terdapat perbedaan-perbedaan teori yang bermunculan, contohnya teori yang dikemukakan oleh Darwin tentang asal usul manusia. Darwin mengungkapkan bahwa manusia berasal dari makhluk yang lebih rendah (orang utan) kemudian mengalami proses perubahan menjadi makhluk yang lebih tinggi keberadaannya dari makhluk yang lain.

Hal ini tentunya berbeda sekali dengan apa yang telah ditulis di dalam Alkitab. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia diciptakan langsung oleh Allah, bukan dari makhluk yang sudah ada. Selain itu, manusia dilengkapi oleh Allah dengan akal, kehendak, perasaan yang berbeda sekali dengan binatang. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling mulia dari makhluk ciptaan yang lain. Oleh karena itu, sebagai orang percaya kita harus tetap berpegang pada kebenaran Alkitab. Alkitab seharusnya menjadi penuntun dan pedoman untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini kita harus memiliki kepekaan yang tajam terhadap ilmu pengetahuan yang kini sedang berkembang.

Topik 2

Subjek: Asal Usul Setan

Pertanyaan: Siapakah setan itu sebenarnya? Dari mana setan berasal? Mengapa setan ada di dunia ini? Apakah Alkitab secara jelas memberi gambaran tentang asal usul setan?

Setan merupakan sebutan yang diberikan oleh Allah kepada malaikat-Nya yang telah memberontak kepada-Nya, yaitu Lusifer. Lusifer adalah seorang malaikat yang diciptakan oleh Tuhan. Lusifer diciptakan dengan keindahan dan kelebihan, dia adalah seorang malaikat Tuhan yang cantik. Meskipun malaikat adalah ciptaan Tuhan, itu bukan berarti Tuhan menciptakan Setan karena segala yang diciptakan Tuhan itu baik dan sempurna adanya. Lusifer ini disebut di dalam Alkitab sebagai Bintang Timur/Putra Fajar.

Setelah Lusifer jatuh dalam dosa kesombongan, Allah membuangnya dari sorga ke bumi. Sejak itu Setan merupakan musuh Allah. Itulah sebabnya setan ada di dunia ini. Keberadaan setan di dunia ini adalah untuk melaksanakan maksud jahatnya dengan mempengaruhi umat manusia supaya mengikuti dia untuk melawan/memusuhi Tuhan dengan cara menggelapkan/membutakan pikiran manusia agar secara sadar maupun tidak sadar ikut berbuat dosa, menyangkal Tuhan dan tidak percaya/mengakui Firman-Nya. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mengenakan perlengkapan senjata Allah untuk melawan pekerjaan setan dan pasukannya dalam hidup ini.

Mengenai asal usul setan dalam Alkitab, hanya ada beberapa ayat yang menyinggung keberadaannya (Yehezkiel 28:12-19). Dalam Alkitab versi bahasa Indonesia (LAI), kita tidak akan pernah menemukan kata Lusifer/Lucifer sama sekali. Hanya pada saat kita membuka Yesaya 14:12 pada Alkitab berbahasa Inggris King James Version (KJV), kita akan mendapati kata ini.

Topik 1

Subjek: Kejatuhan Manusia

Pertanyaan: Jelaskan penyebab kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa? Mengapa Allah mengizinkan setan menggoda manusia sehingga jatuh ke dalam dosa?

Allah sedang menguji ketaatan Adam dan Hawa selama mereka hidup di taman Eden. Kejatuhan manusia disebabkan oleh pencobaan dari ular yang menaburkan pengaruh dalam pikiran manusia suatu benih-benih ketidaktaatan dan ketidakpercayaan terhadap Allah. Pertama-tama iblis menebarkan benih keragu-raguan dengan cara mempertanyakan maksud baik Allah dan mengatakan bahwa perintah-Nya membatasi kebebasan dan hak manusia. Ketaatan itu ternyata tidak diperlihatkan oleh Adam dan Hawa ketika mereka mulai melakukan kehendaknya sendiri dengan memilih mengikuti anjuran Hawa yang mana sumbernya dari iblis, padahal disisi yang lain Adam bisa menolaknya akan tetapi ternyata Adam melakukannya sehingga manusia pertama jatuh dalam dosa. Ini sangat bertolak belakang dengan keinginan Allah semula kepada manusia di mana Allah menginginkan suatu tanggapan kesadaran manusia dengan kehendak bebasnya untuk taat dan patuh kepada Allah.

Allah mengizinkan iblis menggoda manusia sehingga jatuh ke dalam dosa karena Allah mau ciptaan-Nya bebas memilih karena IA telah memberi manusia kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat. Dalam hal ini Adam dan Hawa lebih mengikuti kehendaknya sendiri daripada mengikuti kehendak Allah sehingga keinginan itu membuahkan manusia jatuh dan berdosa serta jauh terbuang dari hadapan Allah.

TERMIN II

Topik 2

Subjek: Kehendak Bebas

Jika kehendak bebas menjadi penyebab manusia jatuh dalam dosa, mengapa Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia? Apakah kehendak bebas yang dimiliki Adam sama dengan kehendak bebas yang kita miliki sekarang?

Dari beberapa pernyataan yang diberikan oleh para peserta DIK, peserta dapat mengerti bahwa Allah tidak dengan secara aktif menentukan segala sesuatu bagi manusia tanpa melibatkan kehendak bebas manusia, sebab jika demikian manusia hidup seperti robot, dan tidak mungkin dapat dikatakan berakal budi dan memunyai citra Allah di dalam diri manusia. Secara moral manusia bertanggung jawab kepada Allah, karena Allah telah memberikan hati nurani di dalam hati manusia untuk mengetahui apa yang benar dan salah. Ketika manusia menjalankan hidup dengan standar moral Allah maka manusia mencerminkan keserupaannya dengan Allah. Namun, di dalam kebijaksanaan dan keadilan-Nya, Allah telah mengetahui segala sesuatu dalam diri ciptaan-Nya. Tuhan sendiri dalam kedaulatan-Nya rela memberikan kedaulatan kepada manusia untuk menentukan keadaannya untuk memilih taat dan tidak taat. Dengan menghargai kedaulatan manusia itu, berarti Tuhan menghargai kedaulatan-Nya sendiri. Dalam hal ini Tuhan menunjukkan konsekuensi-Nya dalam menciptakan manusia dengan kodrat kehendak bebasnya.

Dari penjelasan yang diberikan oleh peserta diskusi, kehendak bebas yang dimiliki Adam dan kehendak bebas yang sekarang kita miliki sangat berbeda. Manusia pertama dalam hal ini adalah Adam yang memiliki kehendak bebas murni yang tidak tercemar oleh dosa, sehingga bagi Adam ia dapat memiliki pilihan untuk taat dan tidak taat, berdosa dan tidak berbuat dosa. Namun, untuk kehendak bebas kita saat ini adalah kehendak bebas yang telah tercemar oleh dosa Adam yang menjadi kepala perjanjian seluruh umat manusia. Akibat dari kejatuhan dalam dosa maka seluruh umat manusia menanggung hukuman dosa (Roma 5:12).

TERMIN III

Topik 1

Subjek: Kelahiran Baru

Apakah artinya "lahir baru" dalam Yesus Kristus? Apakah pentingnya "kelahiran baru" itu? Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah "lahir baru"?

"Lahir baru" dalam Yesus Kristus memiliki arti? Diper'anak'kan dari atas/kembali oleh Roh Kudus melalui Firman Allah. Roh manusia yang tadinya mati, dihidupkan oleh Roh Kudus melalui Firman sehingga manusia dapat datang kepada Allah, percaya kepada Allah dan karya penebusan Yesus Kristus, membuat manusia bisa beriman kepada Yesus Kristus, menerima dan mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Mutlak inisiatif dan karya Allah, tidak ada usaha manusia. Jika dikatakan ada respon iman dari manusia, maka iman itupun pemberian Allah. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

"Kelahiran baru" sangat penting? Karena bila seseorang tidak dilahirkan kembali, maka orang itu tetap akan dipenuhi oleh dosa turun temurun sekalipun orang itu sudah mengusahakan perbuatan-perbuatan baik, tetapi bila belum menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, maka orang itu tidak akan selamat. Jadi kelahiran baru ini penting, untuk memperoleh keselamatan yang kekal.

Kelahiran baru atau kelahiran kembali merupakan jalan memasuki kerajaan Allah. Peringatan ini diberikan Tuhan Yesus kepada Nikodemus dan kita semua yang percaya (Yoh 3:3). Yesus menjelaskan bahwa "kelahiran kembali" adalah sebuah kiasan, yang berarti: "dilahirkan dari atas", yaitu diperbaharui sama sekali oleh pekerjaan Roh Kudus (Yoh 3:5-8). Kelahiran kembali berarti manusia yang sudah mati oleh sebab dosa dan kesalahannya, menjadi hidup kembali dan diakui oleh Allah sebagai anak-Nya, yaitu seorang yang hidup dalam hubungan yang benar dengan Bapanya (Luk 15:24, 32, Ef 2:1).

Ciri-ciri orang yang sudah "lahir baru", bisa dilihat apakah kita sudah memiliki buah Roh Kudus (Galatia 5:21-22) atau belum, sehingga kita meninggalkan manusia lama kita yang maunya hidup dalam kedagingan. Hal ini memang sangat sulit dilakukan tanpa pertolongan dari Roh Kudus, karena itu kita sebagai manusia yang lemah yang masih hidup dalam dunia yang sudah dikuasai oleh dosa, perlu sekali mengandalkan Roh Kudus yang akan membimbing kita untuk dapat memiliki buah Roh.

Topik 2

Subjek: Keselamatan

Pertanyaan: Apakah keselamatan yang sudah kita terima dalam Yesus Kristus bisa hilang? Benarkah ungkapan "sekali selamat, maka akan tetap selamat?"

Keselamatan yang sudah kita peroleh tidak bisa hilang. Kalau memang benar kita orang yang dipilih Tuhan maka sampai kapanpun akan tetap selamat. Walaupun mungkin pernah jatuh dalam dosa, tapi Tuhan akan memakai banyak cara untuk tetap mendapatkan orang tersebut untuk kembali ke jalan-Nya. Keselamatan merupakan Anugerah dari Tuhan kepada manusia, keselamatan bersifat kekal sehingga tidak bisa hilang. Tetapi keselamatan itu hanya didapatkan oleh mereka yang mau menerima dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Dengan demikian, selama kita -- dengan pertolongan Roh Kudus, senantiasa percaya kepada Allah saja, maka keselamatan yang sudah kita terima tidak akan hilang.

Keselamatan merupakan anugerah Allah keselamatan berdasarkan pemilihan kehendak Tuhan yang tidak dapat berubah, yang telah direncanakan sebelum alam semesta diciptakan, Ia menetapkan dan memilih, sebagian manusia saja, yang jatuh dalam dosa, menurut kehendak-Nya sendiri yang paling absolut dan baik, dan karena kasih karunia semata, di dalam Kristus untuk menerima keselamatan. (Mazmur 37:23; Amsal 4:18; Ibrani 12:1, Efesus 1:3-10). Tidak mungkin orang diselamatkan bila didasarkan kepada kontribusi jasa sebab, semua manusia telah jatuh dalam dosa, dan dengan sendirinya akan binasa (Roma 3:23; 6:23).

Keselamatan yang sudah kita terima dari Yesus Kristus tidak bisa hilang, sebagaimana pendampingan Roh Tuhan yang sudah dihadirkan didalam diri kita tidak akan pernah hilang, Yang dapat terjadi adalah bahwa Roh Kudus tersebut bisa tenggelam oleh pikiran-pikiran kedagingan apabila seseorang itu selalu menuruti keinginan-keinginan kedagingan dan tidak mau mengikuti suara Roh Kudus dalam arti bahwa kedagingannya telah mengalahkan suara Roh Kudus, tetapi Roh Kudus tetap ada dan berusaha memerangi kedagingan itu.

Sekali selamat akan tetap selamat dalam arti bahwa seseorang yang telah menerima karya penyelamatan dari Tuhan tidak akan pernah ditinggalkan, walau bagaimanapun berdosanya keadaan seseorang itu, apabila pada akhirnya ia berbalik dan melakukan pertobatan ia akan tetap dapat memperoleh keselamatan yang sama seperti janji yang diberikan Tuhan saat awal ia dilahirkan baru. Sekali selamat maka akan selamat karena keselamatan itu bukan sesuatu yang dapat diusahakan oleh manusia. Keselamatan merupakan anugrah yang Tuhan berikan kepada kita yang mau menerima-Nya sebagai juru selamat dalam hidupnya.

TERMIN IV

Topik 1

Pertanyaan: Menurut Anda, jelaskan mengapa doktrin Kristen merupakan hal yang sangat fundamen dalam kehidupan orang Kristen? Bagaimana supaya doktrin Kristen dan hidup Kristen dapat berjalan selaras?

Pada umumnya partisipasi jawaban yang diberikan oleh para peserta berkaitan dengan pembahasan diatas adalah agar setiap orang percaya semakin memiliki pengenalan kepada Tuhan, percaya kepada-Nya, hidup sesuai dengan firman-Nya serta tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Ini merupakan hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya kepada Yesus Kristus sebagai salah satu antisipasi terhadap serangan-serangan yang berusaha mengoyahkan keyakinan iman Kristen.

Agar penerapan praktis selaras dengan doktrin Kristen tentunya apa yang kita lakukan dan perbuat harus sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Hal ini terlihat dari sudut pandang kehidupan Kristen ketika mulai menghadapi berbagai tekanan hidup yang terwujud melalui sikap hidup Kristen. Ketika kebenaran firman itu diterapkan dalam kehidupan Kristen, maka kebenaran itu akan memunculkan arti yang bermakna melalui kehidupan yang kita lalui jika berpadanan dengan firman Tuhan. Pentingnya hubungan yang selaras antara doktrin dan praktik hidup dalam kehidupan sehari-hari harus nampak dalam setiap proses pembelajaran hidup kita untuk semakin serupa dengan Yesus Kristus. Pengenalan Tuhan akan lebih nyata ketika orang percaya memberikan keteladanan hidup yang intim dengan Tuhan.

Topik 2

Subjek: Pertumbuhan Rohani

Pertanyaan: Setelah seseorang menerima Kristus dan menjalani hidup Kristen sekian lama, mengapa sering kerohaniannya semakin lama semakin kaku dan membosankan sehingga tidak lagi memiliki kegairahan untuk bertumbuh? Bagaimana memelihara pertumbuhan rohani kita supaya terus bertumbuh?

Tidak dapat kita pungkiri bahwa perjalanan kehidupan kita sering maju mundur dalam pengiringan kepada Tuhan. Hal ini disebabkan karena hubungan kita dengan Allah telah semakin berjarak dan jauh, tidak mengherankan bila hal ini berdampak pada kerohanian kita yang menjadi kering dan tidak memunyai semangat dalam melayani Tuhan. Kita mengetahui bahwa Allah ingin menumbuhkan benih rohani melalui kita, tetapi sebaliknya kita sendiri justru mengalami kekeringan rohani. Bahkan terkadang itu terjadi setelah bertahun-tahun kita mengetahui bahwa Tuhan adalah sang Juru Selamat dan setelah kita mencoba bersaksi bagi Kristus melalui kehidupan kita.

Bagaimana memelihara pertumbuhan rohani supaya terus bertumbuh serta mengalami kemajuan dan perkembangan kuasa rohani? Pertumbuhan kerohanian yang sehat harus dimulai dasar iman yang selalu berakar ke dalam dan bertumbuh di dalam pengenalan kepada-Nya. Semakin mempercayakan jiwa kita dan semua seluk-beluk kehidupan kita kepada Allah, semakin kita bertumbuh. Orang percaya bertumbuh dalam anugerah melalui pekerjaan kita bagi Allah. Pekerjaan rohani mengembangkan otot-otot rohani sebagaimana pekerjaan jasmani mengembangkan otot-otot jasmani. Semakin banyak kita berdoa, menyelidiki Alkitab, bersekutu dengan orang-orang yang berwawasan rohani, hadir dalam persekutuan ibadah dan kebaktian doa, mengambil bagian dalam ibadah ini, akan menolong kita bertumbuh dalam anugerah-Nya.

Umum: 

Komentar