PAULUS - Penginjil Yang Hebat

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading

Lahir baru adalah titik balik kehidupan orang percaya. Tidak dapat dimungkiri bahwa karya Roh Kudus yang luar biasa itu dapat mengubah hidup seseorang secara drastis, berbalik dari kehidupan lama yang sia-sia, menuju kehidupan baru yang berkenan di hadapan Tuhan. Demikianlah yang dialami oleh Paulus, seorang penganiaya orang Kristen yang akhirnya menjadi penginjil yang hebat.

Mengapa Paulus disebut sebagai seorang penginjil yang hebat? Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang kelebihan Paulus dalam dunia penginjilan.

LATAR BELAKANG KEHIDUPAN RASUL PAULUS

Paulus lahir di sebuah keluarga Yahudi yang sangat menjunjung tinggi Hukum Taurat. Ia adalah seorang yang terpelajar, yang sejak kecil telah mendapat pendidikan Yahudi. Masa remajanya dihabiskan di Sinagoge, dan ia pernah belajar di bawah asuhan guru besar Gamaliel. Sebelum mengenal Kristus, ia adalah penganiaya jemaat, dia juga seorang yang menyetujui kematian Stefanus.

Ketika dalam perjalanan ke Damsyik, Paulus bertemu dengan Kristus. Ia tersungkur ke tanah dan matanya buta. Kemudian, ia dibawa kepada seorang imam yang bernama Ananias. Setelah Ananias berdoa baginya, ia dapat melihat kembali. Inilah titik balik baginya. Dan ketika bertobat, ia yang dahulu bernama Saulus, kini bernama Paulus.

Setelah pertobatannya, Paulus tidak langsung terjun dalam pelayanan. Ia terlebih dahulu menimba pengalaman ke berbagai daerah, bahkan sampai ke Arab selama kurang lebih sepuluh tahun. Setelah siap, barulah ia mulai terjun ke ladang pelayanan, di mana pelayanannya sungguh memberkati banyak bangsa. Hal ini ditandai dengan berdirinya jemaat-jemaat baru di luar bangsa Yahudi.

KELEBIHAN PELAYANAN PENGINJILAN PAULUS

Pelayanan penginjilan Rasul Paulus menjadi inspirasi yang tak terbatas bagi para penginjil saat ini. Mengapa dikatakan tak terbatas? Karena banyak sisi dari pelayanannya yang tidak lekang oleh waktu, maksudnya prinsip-prinsip penginjilan yang dilakukan abad pertama dapat pula diterapkan pada abad-abad selanjutnya bahkan sampai saat ini. Apa sajakah kelebihan pelayanan penginjilan Paulus?

  1. Hati yang mengasihi orang-orang yang belum diselamatkan.

    Kerinduan Paulus untuk mengenalkan Kristus kepada orang-orang yang belum diselamatkan sangat besar. Hal ini terlihat dari pernyataan-pernyataannya dalam bentuk ucapan syukur kepada jemaat-jemaat yang teguh berdiri dalam Injil Kristus Yesus (Roma 1:8, 1Korintus 1:14, Filipi 1:3,5, Kolose 1:3).

    Kerinduannya itu tidak hanya diungkapkan secara tertulis saja, tapi sungguh-sungguh dinyatakan dalam kehidupan pelayanannya. Ia mengunjungi jemaat-jemaat dan memberitakan Injil kepada orang-orang non-Yahudi, yang tentu saja awam terhadap Injil.

    Hati yang sangat mengasihi orang-orang yang belum percaya, sangat dibutuhkan oleh para penginjil sebagai motivator yang terkuat dalam pelayanan penginjilan. Inilah salah satu teladan pelayanan penginjilan Rasul Paulus.

  2. Metode penginjilan yang unik.

    Metode penginjilan Paulus unik. Prinsip metode penginjilannya adalah "gereja kota". Ia mendirikan jemaat-jemaat Kristus di kota-kota besar seperti Filipi, Efesus, dan sebagainya. Setelah jemaat kuat, jemaat itu mengutus Paulus dan mendukung pelayanannya ke tempat-tempat yang baru. Contohnya, jemaat Filipi yang mendukung pendanaan perjalanan misi Paulus.

    Ia berkhotbah, berkunjung ke rumah-rumah jemaat, berdiskusi, dan membuat mujizat dalam nama Yesus. Tempat-tempat yang digunakan untuk memberitakan Injil sangat strategis, yaitu di sinagoge, di pasar-pasar, di rumah-rumah, dan di tempat belajar (Tiranus). Bahkan, di penjara sekalipun ia memberitakan Injil dan banyak orang yang percaya kepada Yesus. Selain itu, ia menulis surat kepada jemaat-jemaat yang pernah didirikannya, dan surat itu dibacakan bergantian, sehingga menguatkan iman pembacanya.

  3. Tidak terhalangi oleh fasilitas pelayanan yang terbatas.

    Dalam pelayanannya, ia menggunakan jalur darat dan laut. Ia naik kapal, dan pernah karam. Tetapi kebanyakan ia berjalan kaki, tujuannya agar ia dapat bertemu langsung dengan banyak orang, sehingga semakin banyak orang yang mendengar Injil.

    Kelebihannya juga ditunjukkan dengan kemandiriannya untuk membiayai pelayanannya dan tidak mengkomersialkan pelayanannya. Ia bekerja sebagai pembuat tenda. Walaupun tidak ada fasilitas yang cukup untuknya, seperti sponsor, alat transportasi, dan lain- lain, tetapi hal-hal tersebut tidak mengendorkan semangatnya dalam memberitakan Injil.

  4. Hasil pelayanan yang luar biasa.

    Hasil pelayanan Paulus tentu saja dapat dilihat dari berdirinya gereja-gereja di banyak tempat. Banyak orang (Yahudi atau bukan Yahudi) yang menjadi percaya kepada Kristus. Tulisan-tulisannya meneguhkan iman orang-orang percaya dan memberikan pemahaman iman Kristen yang paling solid dan lengkap.

Kelebihan Paulus dalam pelayanan, bukan semata-mata karena kamampuannya, tetapi karena kasih karunia Tuhan yang telah melimpah dalam hidupnya. Dialah Paulus, seorang penginjil yang hebat.

Ditulis oleh: Ani Morib

Kategori: 

Komentar