Setiap pagi hari sekitar jam 6.55, saya mengantar anak saya ke sekolah.
Seperti biasa rute perjalanan dari rumah ke sekolah akan melewati orchard
road. Dan seperti biasa saya akan melihat pemandangan yang sama, terutama
di sekitar orchard tower, beberapa orang dewasa setengah mabuk atau kurang
tidur sempoyongan di trotoar. Ada juga yang di pinggir jalan menunggu taxi
lewat sambil melambai-lambaikan tangan. Terkadang di sengaja atau tidak,
mereka berdiri sampai ke ruas jalanan, dan ini sangat mengganggu.
Seperti biasanya pula ada beberapa mobil polisi di parkir di sekitar tempat
itu. Sebenarnya pemandangan ini tidak berarti buat saya, tetapi risih juga
karena saya sedang bersama dengan anak kecil. Yang pasti ingin tahu juga apa
yang sedang terjadi, mengapa selalu ada polisi, dan mengapa selalu ada orang-
orang yang berpenampilan demikian.
Memang di orchard tower ada beberapa bar dan diskotik yang selalu ramai.
Orang-orang tersebut saya pikir pasti dari sana. Di sore hari menjelang
malam akan lebih kurang enak pemandangan kalau berjalan di sekitar tempat
itu. Karena akan banyak sekali terlihat wanita-wanita dengan penampilan
yang berani, dandanan yang wah dan tampaknya sedang menunggu sesuatu,
entah siapa karena mereka tidak nampak seperti orang yang sedang lewat saja.
Saya bahkan malas untuk melewati jalan itu dan memilih berputar meskipun
akan lebih lama karena lebih jauh.
Terlintas di pikiran mengapa pemerintah tidak menutup saja tempat seperti itu?
Atau memindahkannya jauh dari pusat kota. Tetapi itu juga tidak akan menuntaskan
masalah karena di manapun tempatnya, pasti akan mengganggu orang-orang yang tinggal
di sekitarnya. Yang saya perlukan adalah hanya kesetiaan untuk selalu berhati-hati.
Keberadaan polisi setiap hari adalah contoh nyata kesetiaan juga dalam menjaga
keadaan. Ancaman bahaya jelas ada meskipun tidak setiap hari ada keonaran, dan
mereka dengan setia datang untuk berjaga-jaga, bersiap-siap, mengamankan
lingkungan-nya dari datangnya keonaran yang tidak tahu kapan terjadinya.
Coba kalau polisi-polisi itu tidak mau tahu dan menganggap kedatangan mereka
tidak berguna. Pasti akan banyak keonaran. Dengan adanya polisi, setidaknya
membuat mereka berpikir dua kali sebelum bertindak. Karena pernah terjadi dulu
perkelahian antar pemabuk sampai ada yang meninggal. Juga skandal cinta
segitiga yang timbul dari pelanggan di tempat itu, yang menyebabkan seorang
wanita nekad membunuh sesama demi yang mereka bilang cinta.
Yesus juga menginginkan kita untuk selalu berjaga-jaga di setiap keadaan. Jangan
menunggu sampai ada kejadian yang tidak diinginkan, tetapi selalu setia, tidak
mengenal lelah berjaga-jaga sampai kedatangan Yesus entah kapan. Karena apapun
juga, kesetiaan itu tidak akan pernah sia-sia. Mungkin sekarang kita belum
merasakannya, tetapi nanti ataupun setelah kita mati, mungkin orang lain yang
akan merasakannya. Dan yang lebih penting lagi, bukan untukku atau untukmu, tetapi
bagi Dia, yang akan menyatakan bahwa kesetiaan kita adalah berharga di mataNya.
Mat. 26:41;
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan:
roh memang penurut, tetapi daging lemah.
Luk. 7:23;
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.
naOmi
Singapura, 2 Juli 2008
sabda.org