Dua hari lalu, saya mendapat info dari seorang teman kuliah via email di fb, ada teman kuliah, cewek (sudah 18 thn ini kita berpisah) masuk RS. Diduga komplikasi ginjal dan diabetes. Kondisi parah, karena sudah stroke separoh badan, mata buta sebelah.
Ini masih ditambah dengan berita tidak enak lainnya, yaitu sudah 3 tahun dia berhenti bekerja karena sakitnya, sudah 10 tahun dia tergantung pada obat-obatan, dan dia tinggal sendirian dengan kondisi lumpuh separoh badan.
Sewaktu salah seorang teman menelephone dia, dia menolak dengan mengatakan bahwa dia sudah tidak kuat lagi dan tidak mau diganggu. Nampaknya dia menyerah.
Saya kira ini berita terburuk yang pernah saya dengar selama ini.
Tetapi teman-teman tidak membiarkannya, malahan bersemangat. Mereka mengumpulkan teman-teman lainnya dan mencari informasi sebenarnya, menggalang dana, dan memberi perhatian untuknya.
Sewaktu berdoa, saya meminta agar Tuhan melindunginya, menguatkannya, menghiburnya, dan menyembuhkannya. Dan bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi padanya? Dia masih muda. Terlalu berlebihankah?
Sebaliknya hati saya balik bertanya, apakah selama ini Tuhan tidak melindunginya? Tidak menguatkannya? Tidak menghiburnya? Tidak menyembuhkannya? Ataukah Tuhan membiarkannya?
Hati saya berbicara, Tuhan itu selalu setia, Dia pasti selalu melindungi, menyertai dan mempunyai rencana yang indah bagi anak-anakNya. Dan kalau sampai terjadi apa-apa terhadap mereka, kita tidak boleh memojokkan Tuhan, seakan-akan Dialah yang meninggalkan atau membiarkan kita.
Saya mulai merubah doa saya, semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa yang mungkin tidak disadarinya, menjamah hatinya dan menyingkapkan barangkali ada selubung yang menutupinya, supaya dia bisa merasakan kasih dan penyertaan Allah, sehingga bangkit semangatnya. Saya pikir itulah yang terpenting.
Apapun yang terjadi, biarlah kita percaya, bahwa Dia mengerti dan melihat keadaan kita. Kalau rambut kepala saja terhitung semua olehNya, dan Dia tidak akan membiarkan sehelai rambutpun jatuh sia-sia, pastikan bahwa Dia sangat perduli kepada kita. Apalagi dengan nyawa manusia.
Mengenal Allah dan kebenaranNya akan menghilangkan kekuatiran, sehingga kita bisa melangkah di tengah badai seburuk apapun dalam kehidupan ini. Kalaupun kita sudah merasa berbuat sebaik mungkin sesuai dengan kehendaknya, tetapi masih sakit juga, masih menderita juga. Pastikan kita mengerti, bahwa Allah memakai semua itu untuk kepentingan lainnya. Bahwa kita sedang di pakai Allah di dalam pekerjaanNya. Bahwa kita jatuh, di tangan yang tepat. Di tanganNya.
Seperti lagu...
Kehendak Tuhan terjadilah
Ku tanah liat, Kau Penjunan
Bentuklah aku, sesukamu
Aku menunggu, di kakiMu
Amin. Jadilah kehendakMu.
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (Ulangan 31:6)



sabda.org