Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap. Mat.12:20
Buluh yang patah dan sumbu yang pudar, mengibaratkan keadaan manusia yang tidak punya harapan. Buluh yang patah, tidak akan mendapatkan sari makanan dari batang, karena hubungannya terputus. Demikianlah dengan sumbu yang pudar, karena kehabisan minyak, lama kelamaan akan mati.
Di dalam kehidupan, orang-orang yang tergolong dalam buluh yang patah dan sumbu yang pudar nyalanya tersebut biasanya sudah tidak bernilai apa-apa, sudah tidak mempunyai arti di masyarakat, tidak dilihat sebelah mata kasarannya. Bahkan dianggap manusia basa-basi. Maksudnya, tidak diorangkan. Kalaupun diorangkan, itu hanya basa-basi, agar orang yang mengorangkan tersebut kelihatan manusiawi.
Tetapi tidak demikian halnya dengan Allah. Semua manusia adalah sama di mataNya. Tidak peduli seberapa terbuangnya seseorang di mata manusia, di mata Allah akan sama dengan seorang Raja sekalipun. Itulah yang sulit dilihat manusia. Yaitu melihat sesamanya dari cara pandang Allah, dan bukan dari pikirannya sendiri.
Pelajaran lain yang bisa diambil, bahwa manusia cenderung merasa bisa membantu Allah. Secara tidak langsung ini berhubungan dengan kesombongannya, dan kurangnya pengenalan akan Allah.
Yesus di dalam pekerjaanNya menyatakan Terang Allah kepada manusia, dan tidak pernah mengekspose diriNya. Yesus selalu menekankan tujuan kedatanganNya lebih dari kegiatanNya. Hidup manusia adalah berharga dan Allah mengasihi ciptaanNya. Allah ingin manusia diselamatkan dimana keselamatan itu semata-mata adalah anugerah.
Mengapa Yesus perlu datang? Kembali ke masalah dosa asal, yang menyebabkan kodrat manusia tercipta dalam rupa Allah rusak. Manusia dengan akal budinya tidak mampu mengenali Allahnya lagi. Allahlah yang dari semula berkehendak mendekati. Mulai dari memberikan hukum-hukum yang sederhana, untuk mengatur kehidupan manusia yang liar (duniawi). Sampai manusia paham akan kehidupan yang bermoral. Baru Allah mengenalkan hukumNya yang bersifat rohani. Yaitu memperkenalkan diriNya dan memberi hukum yang mengatur hal dosa.
Lewat bangsa Israel, Allah memperkenalkan diriNya dan memberikan janji kepada manusia, bahwa Allah akan menolong manusia untuk memenangi dosa. Mengembalikan citra manusia yang rusak di mata Allah melalui Yesus. Dan memberikan Jalan untuk kembali kepada Allah.
Manusia mengatur hidupnya dengan hukum duniawi buatannya sendiri. Dan mengira hal itu bisa membantu membuat hidup mereka teratur dan yang salah kaprah mengira bisa mendekati Allah dengan caranya sendiri.
Allah adalah Maha suci dan Maha mulia. Manusia yang berdosa dengan pikiran yang terbatas yaitu pikiran duniawi tidak akan dapat meresponi Allahnya. Melalui Terang yang datang ke dunia yaitu Yesus Kristus manusia boleh mengenal Allah. Yesus bukan rekayasa manusia. Jadi-jadian manusia, buatan manusia. Yesus adalah pemberian Allah. Yesus datang dari Allah.
Di dalam Kitab Perjanjian Lama, Yes 43:11: Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada JURUSELAMAT selain dari pada-Ku.
Dan di dalam Perjanjian Baru, Lukas 2:11: malaikat menyampaikan berita kepada para gembala demikian:
Hari ini telah lahir bagimu JURUSELAMAT, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud
Alah sendiri yang mengatakan bahwa hanya Allah sendiri Juruselamat, dan Allah sendiri yang juga menyatakan bahwa Juruselamat itu sudah lahir di bumi.
Manusia dengan akal budinya tentu saja tidak bisa memahami kenyataan ini. Dimana Allah yang Maha, kog menjadi Manusia?
Dan memang begitulah cara kerja Allah, karena Dia adalah Allah.
Mengapa para malaikat tidak mendatangi seorang Raja saja dan mengabarkan tentang kelahiran Juruselamat. Tidakkah itu lebih aman dan bijaksana. Dan mengapa pula Juruselamat lahir di kandang domba. Bagi manusia hal ini sungguh, tidak dapat dimengerti.
Dan jika pekerjaan Allah yang Maha itu disaring dengan pikiran manusia yang terbatas dan berdosa, jadinya hanya penyangkalan yang akan muncul dan penyangkalan itu nampaknya yang paling pas. Karena berita tersebut adalah sangat konyol dan tidak masuk akal. Bahwa Allah, tidak mungkin menjadi manusia.
Allah tetap akan mengerjakan misiNya untuk menyelamatkan manusia di bumi dengan atau tanpa persetujuan manusia. Jikalau Allah sudah berkehendak, siapa yang berhak bertanya?
Manusia selamanya akan memberontak jika mereka hanya mengandalkan akal budinya. Allah menghendaki hati dan roh kita di serahkan kepadaNya. Dan Dia sendiri yang akan memberikan pengertianNya kepada manusia. Allah hanya menghendaki manusia untuk bersandar kepada pengertianNya. Seperti buluh yang patah dan sumbu yang pudar nyalanya, masih bisa Allah pakai jika manusia menyerahkannya kepada Sang pemberi hidup. Allah berfirman bahwa hidup, itu lebih utama. Dan seharusnya manusia mengerti bahwa hidupnya berharga di mata Allah. Karena Allah sendiri yang membuat hidup itu menjadi hal yang utama.
Segala kesulitan, penderitaan, air mata, putus asa, yang dirasakan oleh manusia dan 'disimpulkan dalam pikirannya sendiri' sebagai hal-hal buruk, hal yang tidak dapat diperbaiki, tidak dapat dipertahankan, tetapi bagi Allah tetap sama berharganya. Sehingga tidak akan dicampakkan, tetapi akan dihibur dan diperbaiki karena Dialah yang memiliki hidup itu sesungguhnya.
Seperti kedatangan Yesus yang jauh dari keindahan, mulai dari lahirNya sampai kematianNya begitu tidak ada apa-apanya, sama sekali tidak terpandang dan cenderung menggelikan, mengundang cemooh dan kekonyolan. Tetapi itulah cara Allah. Dimana Yesus yang seperti buluh yang patah dan sumbu yang pudar, tetapi Allah memakai cara ini untuk membalas kesombongan manusia, keangkuhan manusia dan olok-olok manusia. Menyatakan kepada manusia bahwa Allah adalah Allah. Terimalah kekonyolan itu dan engkau akan selamat.
1Kor. 1:18; Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
Kekristenan tidak mengenal permasalahan duniawi. Kekristenan adalah soal hidup yang perlu diselamatkan untuk dapat masuk ke dalam kerajaan Allah (rohani). Kekristenan adalah tentang Kerajaan Allah yang sudah turun dari Sorga ke bumi. Kekristenan harus mengenal Allah sebagai Yang punya hidup dan Yesus yang mengembalikan hidup. Dan melihat hidup sebagai satu anugerah yang harus dipakai sesuai dengan tujuan si pemberi hidup. Yaitu menjadi anggota kerajaanNya di bumi.
Mat 28:18: Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.



sabda.org
Hidupku berharga
Hidup adalah anugerah. Hidup adalah satu kesempatan untuk dapat mengenal Allah lebih dalam. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, hidup hanya difokuskan pada diri sendiri, bagaimana aku bisa sukses, kaya tidak menderita dsb.. Sehingga pengenalan akan Allah menjadi bias bahkan yang lebih ironis lagi kita tidak mempunyai relasi yang dekat dengan Allah. Bagaimana kita mendasarkan dan mendedikasikan hidup yang singkat ini untuk mengenal Allah? Yaitu hanya dengan menyadari bahwa kita sebenarnya adalah manusia berdosa yang tidak layak di hadapan Allah dan pantas menerima hukuman karena keberdosaan kita. Oleh karena kasih dan anugerah Allah saja kita ditebus dan dibenarkan melalui pengorbanan Kristus dikayu salib. Jadi pergunakanlah hidup yang singkat ini dengan sebaik-baiknya untuk lebih dalam lagi mengenal pribadi dan kasih-Nya.