AUA-I Referensi 02a

Pelajaran 02 | Pertanyaan 02 | Referensi 02b | Referensi 02c


PESTA // PENDIDIKAN ELEKTRONIK STUDI TEOLOGIA AWAM \\ PESTA



Nama Kursus: APOLOGETIKA UNTUK AWAM I (AUA I)
Nama Pelajaran: Permulaan dari Segalanya
Kode Referensi: AUA I-R02a

Referensi AUA I-R02a diambil dari:

Judul buku: Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen
Judul artikel: Wahyu Khusus dan Alkitab
Pengarang: R.C. Sproul
Penerbit: Seminari Alkitab Asia Tenggara
Halaman: 17 -- 19


WAHYU KHUSUS DAN ALKITAB

Pada waktu Tuhan Yesus dicobai oleh setan di padang gurun, Ia
menghardik setan dengan perkataan: "Manusia tidak hidup dari roti
saja, tetapi dari setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah."
(Matius 4:4). Secara historis, gereja telah meneruskan pengajaran
Tuhan Yesus dengan meneguhkan bahwa Alkitab merupakan vox Dei, yaitu
"suara Allah" atau verbum Dei, yaitu "Firman Allah". Menyebut Alkitab
sebagai Firman Allah tidak menyatakan bahwa Alkitab ditulis oleh
tangan Allah sendiri atau Alkitab itu jatuh dari surga dengan parasut.
Alkitab sendiri menyatakan ada banyak penulis manusia yang menulis
Alkitab. Apabila kita mempelajari Firman Allah dengan teliti, maka
kita dapat melihat bahwa setiap manusia yang menulis memiliki gaya
bahasa masing-masing, perbendaharaan bahasa sendiri, penekanan
sendiri, perspektif sendiri dan lain sebagainya. Apabila Alkitab
dinyatakan sebagai hasil karya manusia, bagaimana Alkitab dapat
dikatakan sebagai Firman Allah?

Alkitab disebut sebagai Firman Allah oleh karena pengakuan dari
Alkitab yang menyatakan bahwa penulis tidak sekedar menyatakan
pemikiran mereka. Perkataan mereka diinspirasikan oleh Allah. Rasul
Paulus menulis: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang
bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk
memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2
Timotius 3:16). Kata inspirasi diterjemahkan dari kata Yunani
"dinafaskan oleh Allah". Allah menafaskan Alkitab, sama halnya dengan
kita mengeluarkan nafas dari mulut kita pada waktu kita berbicara,
jadi dapat dikatakan bahwa Allah berbicara melalui Alkitab.

Meskipun Firman Tuhan datang kepada kita melalui penulisan tangan
manusia, tetapi sumber utamanya adalah Allah. Sebagaimana halnya para
nabi berkata: "Demikianlah Firman Tuhan". Dan Tuhan Yesus juga
berkata: "Firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17), dan "Firman
Tuhan tidak dapat dibatalkan" (Yohanes 10:35).

Kata inspirasi juga berkaitan dengan proses, dimana Roh Kudus
membimbing penulisan Firman Tuhan. Roh Kudus membimbing para penulis
sehingga kata-kata mereka merupakan Firman Allah. Kita tidak tahu
bagaimana cara Allah membimbing penulisan pertama dari Alkitab. Tetapi
yang pasti inspirasi tidak berarti bahwa Allah mendikte pesan-pesannya
pada mereka yang menulis Alkitab. Apa yang terjadi adalah Roh Kudus
mengkomunikasikan Firman Allah kepada penulis manusia.

Orang Kristen mengakui infalibilitas dan ineransi dari Alkitab oleh
karena Allah merupakan Penulis utama dari Alkitab, dan oleh karena
itu, Allah tidak mungkin menginspirasikan hal yang salah. Firman-Nya
adalah benar dan dapat dipercaya. Setiap literatur yang secara normal
dihasilkan oleh manusia ada kemungkinan salah, tetapi Alkitab bukan
merupakan hasil produksi manusia secara normal. Apabila Alkitab
diinspirasikan dan dibimbing proses penulisannya oleh Allah, maka
Alkitab tidak dapat salah.

Ini tidak berarti bahwa terjemahan Alkitab yang kita miliki sekarang
ini tanpa kesalahan, tetapi yang dimaksudkan di sini adalah manuskrip
yang asli secara mutlak adalah benar. Ini tidak berarti juga bahwa
setiap pemyataan di Alkitab adalah benar. Misalnya: penulis dari kitab
Pengkhotbah menyatakan bahwa "tidak ada pekerjaan, pertimbangan,
pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan
pergi" (Pengkhotbah 9:1). Penulis berbicara dari sudut pandang
keputusasaan manusia. Apabila kita melihat bagian lain dari Firman
Tuhan maka kita mengetahui bahwa pernyataan itu tidak benar. Namun
dalam hal ini Alkitab berbicara tentang kebenaran, yaitu kebenaran
tentang pemikiran yang salah dari seseorang yang putus asa.

1. Inspirasi merupakan proses dimana Allah menafaskan Firman-Nya.
2. Allah merupakan Sumber utama dari Alkitab.
3. Allah merupakan Pembimbing utama dari Alkitab.
4. Hanya manuskrip yang asli dari Alkitab yang tanpa salah.

AYAT-AYAT ALKITAB UNTUK BAHAN REFLEKSI:

1. Mazmur 119
2. Yohanes 17:17
3. 1 Tesalonika 2:13
4. 2 Timotius 3:15-17
5. 2 Petrus 1 :20-21

----------------------------------------------------------------------
PESTA ======Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam====== PESTA