Pertanyaan 01 | Referensi 01a | Referensi 01b | Referensi 01c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Penciptaan Alam Semesta |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P01 |
Daftar Isi
Teks Alkitab
Ayat Kunci
Doa
TEKS ALKITAB
Kejadian 1
AYAT KUNCI
Kejadian 1:1
Kapan dan sudah berapa lamakah Tuhan ada? Tuhan sudah ada dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya sebelum segala sesuatu ada. Alkitab mengatakan, "Pada mulanya Tuhan ...." Kej. 1:1; Yoh 1:1. Keberadaan-Nya ialah dari kekal sampai kekal. Ia selalu ada, dulu, sekarang dan selama-lamanya. Alkitab mengatakan:"... dari selama-selamanya sampai selama-lamanya, Engkaulah Tuhan." Mazmur 90:2
Siapakah Tuhan yang keberadaan-Nya dari kekal sampai kekal itu? Dia bukanlah sekedar kuasa atau pengaruh yang dahsyat. Dia adalah Pribadi yang sering kita sebut dengan Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus. Dialah yang menyebabkan segala sesuatu menjadi ada. Dia adalah Sang Pencipta (Bapa: I Kor 8:6; Anak: Yoh. 1:30; Roh Kudus: Kej. 1:2; Yes. 40:12- 13).
Sejak mulanya, manusia ingin tahu bagaimana segala sesuatu di dunia ini terjadi. Banyak pendapat telah diberikan mengenai asal-usul alam ini, khususnya mengenai asal-usul bumi. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti jawabannya.
Bagaimanakah kita dapat mengetahuinya secara pasti? Jawabnya adalah dengan percaya atau mengimani firman Tuhan. Alkitab mengatakan: "Karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Tuhan." Ibrani 11:3
Di dalam firman Tuhan kita menemukan jawabannya secara pasti. Alkitab tidak pernah berspekulasi sebagaimana teori-teori yang diciptakan oleh manusia. Dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan. Kolose 1:16
Walaupun penjelasan mengenai penciptaan dalam Alkitab sangat singkat, namun Tuhan telah memberitahukan kepada kita segala sesuatu yang perlu kita ketahui tentang permulaan alam semesta ini. Pernahkah Anda bertanya mengapa kitab pertama dalam Alkitab disebut kitab "Kejadian"? Jawabannya adalah karena kitab Kejadian menceritakan tentang permulaan atau asal-usul segala sesuatu. Kata "Kejadian" berarti "Permulaan". Kitab ini menceritakan tentang permulaan langit, bumi ini dan segala isinya. Kitab ini dimulai dengan memberi informasi tentang asal mula alam semesta ini.
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Kejadian 1:1
Siapakah yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya ini? Alkitab secara jelas memberikan jawabannya, yaitu Tuhan. Berikut ini adalah ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhanlah yang menciptakan alam semesta.
"Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi." Kejadian 1:1
"Dialah Tuhan ... dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia menciptakannya untuk didiami." Yesaya 45:18
"Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya." Yesaya 45:12
"... Ia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya: yang tetap setia untuk selama-lamanya." Mazmur 145:5-6
Berbeda dengan Tuhan, alam semesta ini memiliki titik permulaan. Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini. Ia menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada dan seluruh keberadaan alam semesta ini bergantung kepada Tuhan. Kejadian 1:1 menyatakan:
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi". Kata "menciptakan" di sini tidak berarti memindahkan/menghadirkan sesuatu yang sudah ada ke tempat lain yang pada mulanya tidak ada sehingga menjadi ada, tetapi membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada (ex nihilo). Jadi tanpa bahan. Bagaimanakah cara Tuhan menciptakan langit dan bumi? Ia menciptakannya dengan firman-Nya. Alkitab mengatakan:
"Oleh firman Tuhan langit dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentara-Nya." Mazmur 33:6
Firman Tuhan itu berkuasa! Firman Tuhan itu juga bersifat menciptakan, karena segala sesuatu yang difirmankan-Nya itu semuanya terjadi. Alkitab mengatakan:
"Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi, Dia memberi perintah, maka semuanya ada." Mazmur 33:9
"Berfirmanlah Allah: `Jadilah ....`." Kej. 1:3, 6, 9, 11, 14, 20, 24, 26
Bagaimana kondisi segala sesuatu pada saat Tuhan menciptakan mereka? Kondisinya adalah tidak seperti sekarang ini. Kondisi segala hal yang Ia ciptakan adalah baik. Dalam Kejadian pasal 1, berkali-kali disebutkan bahwa setelah Tuhan menciptakan sesuatu, "Ia melihat semua itu baik." Kej. 1:10, 12, 18, 25, 31
Karena segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan, maka siapakah yang memiliki semua dan segala sesuatu? Tentu ini berarti bahwa segala sesuatunya adalah milik Tuhan karena Dia adalah Pencipta segalanya.
Mengapa Tuhan menciptakan segala sesuatu ini? Ia menciptakannya untuk kemuliaan-Nya. Alkitab mengatakan:
"... yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku ....". Yesaya 43:7
"... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." Kolose 1:16
Melalui ciptaan-Nya, Tuhan juga telah menyatakan kuasa, kemuliaan dan hikmat-Nya. Alkitab mengatakan:
"...langit menceritakan kemuliaan Tuhan dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya." Mazmur 19:1
Karena Tuhan adalah Pencipta segala sesuatu, maka Dia sajalah yang patut atau layak dipuji dan disembah. Apakah arti penyembahan itu? Penyembahan adalah ungkapan kasih, penghormatan dan ketaatan yang patut diberikan kepada Tuhan. Kita tidak boleh menyembah manusia, malaikat, makhluk ataupun benda-benda lain. Alkitab mengatakan:
"Engkau harus menyembah Tuhan, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Matius 4:10
"Ya Tuhan, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." Wahyu 4:11
Beberapa orang beranggapan bahwa setelah Allah menciptakan dunia dan segala isinya, Ia menarik diri dan membiarkan ciptaan-Nya berjalan sendiri begitu saja, seperti faham Deisme. Bahwa Ia tidak peduli lagi dengan ciptaan-Nya. Ia lepas tangan. Benarkah Alkitab mengajarkan demikian? Jawabannya adalah tidak. Sampai saat ini Allah masih memelihara ciptaan-Nya. Allah, Pencipta Agung dari segala sesuatu, Ia juga yang memelihara, memimpin, mengatur dan memerintah semua makhluk ciptaan, tindakan, dan benda-benda ciptaan, mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil, dengan kebijaksanaan-Nya yang paling bijak dan pemeliharaan-Nya yang kudus, sesuai dengan pengetahuan yang tidak bisa salah dan kehendak-Nya yang bebas dan tidak berubah, bagi kemuliaan hikmat-Nya, kuasa-Nya, keadilan-Nya, kebaikkan-Nya dan kemurahan-Nya.
Kalau langit dan bumi dan segala isinya ini masih ada sampai sekarang, ini semua karena pemeliharaan Allah terhadap ciptaan-Nya. II Petrus 3:7 mengatakan: "Tetapi oleh Firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api ..." Semuanya itu dimungkinkan masih ada karena Allah menopangnya. Ibrani 1:3 menjelaskan bahwa Kristus menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kuasa.
Kata "menopang" di sini tidaklah hanya sekedar menopang atau menyokong, tetapi memiliki pemahaman yang aktif, dengan maksud kehendak-Nya, Ia mengontrol semuanya secara terus-menerus. Jadi Yesus secara aktif terlibat dalam karya pemeliharaan (providensia). Hal serupa juga terdapat dalam Kolose 1:7 yang mengatakan bahwa di dalam Dia segala sesuatu ada. Bagaimana dengan kehidupan manusia di bumi ini? Apakah Allah masih memperhatikannya? Jawabnya adalah Ya. Ada banyak ayat dalam Alkitab yang menjelaskan bahwa Ia mengatur kehidupan di bumi ini. Mazmur 139:16 menjelaskan bahwa Allah mengatur kelahiran dan kehidupan manusia. Ia memberikan perlindungan kepada orang benar (Maz. 5:12; Ul. 33:12, 25-28; I Sam. 2:9), memenuhi kebutuhan umat-Nya (Ul. 8:3; Fil. 4:19) dan sebagainya. Sebenarnya kalau kita mau sadar, nafas hidup yang Ia masih berikan kepada kita saat ini adalah bukti dari pemeliharaan-Nya terhadap kita.
Ayub 34:14-15 mengatakan: "Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya dan mengembalikan nafas pada-Nya, maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu." Demikian juga yang dikatakan Mazmur 104:29: "... apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu."
Jadi, Allah masih campur tangan terhadap ciptaan-Nya. Semua keberadaan dan gerak segala sesuatu yang ada di alam semesta ini tidak bisa dilepaskan dari pemeliharaan Tuhan terhadapnya.
DOA
"Tuhan, Engkaulah yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Biarlah saya terus menyembah dan memuliakan nama-Mu yang ajaib. Engkaulah Pencipta yang agung. Untuk itu, ciptakanlah hati yang suci dan bersih di dalam diri saya dan bentuklah hati saya menjadi tempat kediaman-Mu yang kudus." Amin
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 02 | Referensi 02a | Referensi 02b | Referensi 02c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Penciptaan Manusia |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P02 |
Daftar Isi
Teks Alkitab
Ayat Kunci
Doa
TEKS ALKITAB
Kejadian 1:26-31, 2:1-20
AYAT KUNCI
Kejadian 1:26
Dalam pelajaran pertama, kita telah mempelajari bahwa Tuhan adalah Pencipta segala sesuatu - alam ini dan segala yang ada di dalamnya. Ia menciptakan semua makhluk hidup seperti burung, ikan dan binatang dan memberi kemampuan kepada mereka untuk berkembang biak menurut ketetapan-Nya yaitu "berkembang biak menurut jenisnya masing-masing."Tidak ada binatang yang dapat berganti jenis menjadi jenis binatang yang lain. Ketetapan ini masih berlaku hingga hari ini. Setiap makhluk hidup melahirkan keturunan atau anak menurut jenisnya.
Tuhan adalah Pencipta Manusia
Keberadaan manusia di atas bumi ini bukanlah muncul dengan sendirinya atau hasil proses evolusi dari binatang. Dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa Tuhan sendirilah yang menciptakannya.
"Berfirmanlah Tuhan: "Baiklah Kita menjadikan manusia ... maka Allah menciptakan manusia itu ...." Kejadian 1:26, 27
"Yesus berkata,"Sebab pada awal dunia, Tuhan menjadikan mereka laki-laki dan perempuan." Markus 10:6
Bagaimana Tuhan Menciptakan Manusia?
Alkitab melaporkan bahwa manusia diciptakan Tuhan pada hari ke enam dari seluruh rangkaian penciptaan yang ada. Manusia itu diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
"Maka Tuhan menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Tuhan diciptakan-Nya dia; ... itulah hari keenam." Kejadian 1:26-31
Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah berarti adanya unsur-unsur tertentu yang Allah ciptakan di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia itu menjadi makhuk mulia melebihi ciptaan Allah lainnya. Unsur-unsur tertentu tersebut misalnya adalah pikiran, spiritualitas dan lain-lain yang menyebabkan manusia bisa berpikir, memiliki hikmat, mengasihi, bersekutu dengan Tuhan dan lain-lain. Namun demikian, walaupun manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, perlu diingat bahwa terdapat perbedaan kualitas antara ciptaan dan Penciptanya. Bagaimanakah manusia pertama itu diciptakan? Ia diciptakan dari tanah, lalu Allah menghembuskan nafas-Nya ke dalam hidung. Kejadian 2:7 menyatakan: "Kemudian Tuhan Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan nafas yang memberikan hidup ke dalam lobang hidungnya" (BIS).
Manusia pertama yang diciptakan-Nya itu bernama Adam. Setelah menciptakan Adam, Tuhan memandang tidak baik jika Adam sendirian, maka diciptakan-Nya lah seorang penolong yang sepadan dengan Adam. Bagaimana penolong Adam itu diciptakan? Ketika Tuhan membuat Adam tidur nyenyak. Tuhan mengambil salah satu dari rusuk Adam, kemudian menutup tempat itu dengan daging. Dari rusuk Adam itulah dibangun Allah seorang perempuan. Ia bernama Hawa. Kejadian 2:18-22; 3:20. Demikianlah kisah Tuhan menciptakan manusia.
Pada umumnya terdapat tiga teori pembagian natur manusia dalam teologia, yaitu trikotomi, dikotomi dan monokotomi.
Trikotomi
Trikotomi adalah pandangan yang percaya bahwa natur manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu tubuh, jiwa dan roh. Menurut teori ini ketika Allah menciptakan manusia, Allah memberikan tiga unsur utama di dalam diri manusia yaitu tubuh, jiwa dan roh.
Tubuh adalah unsur lahiriah manusia yang dapat dilihat yang melaluinya manusia dapat melihat, mendengar, menyentuh dan sebagainya.
Jiwa adalah unsur batiniah manusia yang tidak dapat dilihat. Jiwa manusia terdiri dari tiga unsur utama yaitu pikiran, emosi (perasaaan) dan kehendak. Dengan pikirannya, manusia dapat berpikir, Dengan perasaannya manusia dapat mengasihi dan dengan kehendaknya, manusia dapat memilih.
Roh adalah unsur yang paling dalam dari manusia yang memungkinkannya untuk bersekutu dengan Tuhan.
Kebanyakan para penganut teori ini mendasarkan pandangannya pada perkataan Paulus dalam I Tesalonika 5:23 dan penulis Ibrani dalam Ibrani 4:12 yang secara jelas menyebutkan tiga unsur tersebut yang berbunyi demikian:
"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita." I Tes. 5:23
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum,; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Ibr. 4:12
Dikotomi
Dikotomi adalah pandangan yang percaya bahwa natur manusia terdiri dari dua bagian saja, yaitu tubuh dan roh (jiwa termasuk di dalamnya). Kebanyakan para penganut teori ini mendasarkan pandanganny8a pada argumentasi berikut ini:
Ketika Allah menciptakan manusia, Allah menghembuskan ke dalam manusia hanya satu prinsip saja, yaitu jiwa/napas yang hidup. Kej. 2:7
Para penganut dikotomi memandang istilah jiwa dan roh di dalam Alkitab bukan sebagai dua substansi yang berbeda, tetapi merupakan istilah yang sering dipakai secara bergantian/bisa dipertukarkan oleh penulis Alkitab, misalnya dalam Mat. 6:25; 10:28 (Manusia disebut dengan istilah tubuh dan jiwa) dan Pkh. 12:7; I Kor. 5:3,5 (manusia disebut dengan istilah tubuh dan roh). Contoh lainnya adalah Kej. 41:8; Maz. 42:6; Mat. 20:28; 27:50; Yoh. 12:27; Ibr. 12;23; Why. 6:9.
Penyebutan jiwa dan roh secara bersamaan seperti dalam I Tesalonika 5:23 dan Ibrani 4:12, tidak harus ditafsirkan sebagai adanya dua substansi yang berbeda. Sebab jika ditafsirkan demikian, maka manusia tidak hanya dibagi dalam tiga substansi saja, melainkan lebih, misalnya dalam Mat. 22:37 menyebutkan secara bersamaan hati, jiwa dan akal budi (pikiran).
Pada umumnya kesadaran manusia hanya menunjukkan adanya dua bagian dalam diri manusia, yaitu unsur yang badaniah/jasad (yang dapat dilihat) dan unsur rohaniah (yang tidak dapat dilihat).
Monokotomi
Monokotomi adalah pandangan yang percaya bahwa manusia merupakan pribadi yang utuh yang tidak dipisah-pisahkan. Manusia tidak akan bisa ada/hidup tanpa tubuh atau jiwa/rohnya. Tubuh tidak akan bisa hidup tanpa jiwa/roh, demikian juga sebaliknya. Menurut teori ini, istilah Alkitab "jiwa" dan "roh" hanyalah ekspresi lain dari pribadi/hidup manusia itu sendiri.
Kita telah mempelajari bahwa Adam diciptakan oleh Allah. Lalu bagaimana kondisi Adam pada waktu diciptakan? Alkitab menyatakan bahwa ketika Allah menciptakan Adam, ia dalam kondisi yang sangat baik. Kejadian 1:31 mengatakan:
"Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu SUNGGUH AMAT BAIK."
Jadi, kondisi Adam pada waktu itu adalah dalam keadaan sempurna dan suci atau tanpa dosa.
Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Ia menciptakan manusia untuk kemuliaan-Nya. Tuhan ingin manusia yang dibentuk menurut gambar dan rupa-Nya dapat bersekutu dengan-Nya dan memuliakan-Nya. Alkitab menyatakan: "...yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku...." Yesaya 43:7
DOA
"Bapa, terima kasih karena Engkau telah menciptakan saya dengan sangatluar biasa ini. Khususnya, terima kasih karena Engkau menciptakansaya agar saya dapat mengenal, mengasihi dan menyembah Engkau." Amin.
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 03 | Referensi 03a | Referensi 03b | Referensi 03c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Setan |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P03 |
Daftar Isi
Teks Alkitab
Ayat Kunci
Doa
TEKS ALKITAB
Yesaya 14:12-17, Yehezkiel 28:12-19
AYAT KUNCI
2 Korintus 4:4
Alkitab mengatakan bahwa sebelum Adam dan Hawa diciptakan, telah ada satu makhluk ciptaan Tuhan yang memberontak terhadap-Nya. Makhluk ini disebut Setan atau Iblis. Setan bukan sekedar pengaruh yang menyebabkan segala jenis kejahatan, bukan pula semacam hantu merah yang bertanduk seperti yang sering muncul dalam gambar-gambar. Setan adalah makhluk yang benar-benar ada.
Pada mulanya, Setan adalah malaikat Tuhan yang bernama Lucifer. Istilah "malaikat" berarti "utusan." Semua malaikat diciptakan oleh Tuhan. Kolose 1:16 mengatakan: "Karena di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." Lucifer diciptakan dengan keindahan yang sempurna sehingga ia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling cantik. Ia dipenuhi hikmat sehingga ia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terpandai. Dari seluruh malaikat yang ada di Surga, Lucifer-lah yang paling pintar, cantik dan berkuasa. Yehezkiel 28:12 mencatat: ".....gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah." Walaupun malaikat adalah makhluk yang indah dan berkuasa, namun mereka tidak boleh disembah karena malaikat adalah makhluk ciptaan Tuhan. Hanya Tuhan, Sang Pencipta saja yang patut disembah.
Untuk seketika lamanya malaikat yang penuh hikmat dan indah yang diciptakan Tuhan ini mengasihi dan mentaati Tuhan dengan sepenuh hatinya. Namun datanglah saat di mana Lucifer telah berdosa melawan Tuhan. Yehezkiel 28:15 mengatakan : "Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu." Dimanakah dosa itu mulai? Dosa itu mulai dari dalam hati Lucifer sendiri! Yehezkiel 28:17 mengatakan: "Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu...". Secara rinci Yesaya 14:13-14 mencatat dosa kesombongan Lucifer dalam hatinya yaitu: "Aku hendak naik ke langit;" "Aku hendak mendirikan takhta mengatasi bintang-bintang Tuhan;" "Aku hendak duduk di atas bukit pertemuan;" "Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan;" "Aku hendak menyamai Yang Maha Tinggi."
Karena berbagai kelebihan yang dimilikinya itulah ia menjadi sombong, ingin dipuji dan menjadi Tuhan dan akhirnya memutuskan untuk melawan kehendak Tuhan. Dalam Yesaya 14:14-14 kita menemukan lima kali Lucifer berkata "Aku hendak." Dari sini kita melihat betapa dahsyatnya bagi makhluk ciptaan Tuhan yang menaruh keinginan dalam hatinya untuk melawan kehendak Tuhan.
Perubahan besar terjadi dalam hati Lucifer pada saat ia berdosa. Sebelumnya Lucifer mengasihi dan mentaati Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai Raja di dalam hatinya. Namun Lucifer telah berubah. Ia sekarang hanya mengasihi dirinya sendiri. Ia tidak ingin Tuhan bertakhta dalam hatinya. Sebaliknya, ia meletakkan "dirinya sendiri" menduduki takhta hatinya. Dosa kesombongan yang mulai di dalam hati Lucifer telah mengantarnya kepada sikap mengasihi diri sendiri. Sikap mengasihi diri sendiri ini telah mengantarnya kepada mementingkan keinginan diri sendiri yang akhirnya telah membawanya kepada pemberontakan terhadap Penciptanya. Lucifer merasa tidak puas lagi sebagai malaikat yang tertinggi berada di bawah kekuasaan Tuhan. Ia menginginkan kedudukan yang lebih tinggi, yakni ia ingin menjadi Tuhan! Namun Tuhan mengetahui apa yang ada dalam hati Lucifer itu sehingga ia dicampakkan dari kedudukannya yang tinggi itu. Namanya kemudian diganti dari Lucifer (putra Fajar) menjadi "Setan" yang berarti "musuh". Demikianlah awalnya Setan memulai perlawanannya kepada Tuhan dan menyebarkan segala jenis dosa dan kejahatan di dunia ini.
Setan adalah malaikat pertama yang memberontak terhadap Tuhan dan kemudian banyak malaikat lain yang mengikutinya. Malaikat-malaikat ini disebut "malaikat-malaikat yang telah jatuh". Malaikat- malaikat yang tetap setia kepada Tuhan disebut "malaikat-malaikat kudus." Setan bersama malaikat-malaikat yang telah jatuh ini mendirikan kerajaan untuk menentang Tuhan dan kerajaan-Nya. Sejak pemberontakan Setan itu, maka ada dua kerajaan di dunia ini yakni: kerajaan Setan dan kerajaan Tuhan. Sifat kedua kerajaan ini sangat bertentangan. Kerajaan Setan adalah kerajaan kegelapan; Kerajaan Tuhan adalah kerajaan terang. Kerajaan Setan adalah kerajaan dusta, kerajaan Tuhan adalah kerajaan kebenaran, keadilan dan kasih. Malaikat-malaikat yang mengikuti Setan dalam pemberontakan terhadap Tuhan menjadi para suruhannya dalam melaksanakan maksud-maksudnya yang jahat. Orang-orang yang belum diselamatkan, sadar atau tidak berada dalam kerajaan Setan ini. Selain itu, pengikut setan lainnya ialah semua orang yang telah jatuh dalam dosa.
Merampas Injil
Matius 13:19 mengatakan: "Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu ...." Dari ayat ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Iblis bekerja dengan cara mengambil Injil yang sedang ditaburkan kepada seseorang.
Membutakan Pikiran Orang tentang Injil
Iblis tidak pernah berhenti berusaha supaya orang tidak diselamatkan dan tinggal tetap dalam kerajaan kegelapannya. Mungkin kita bertanya mengapa walaupun seseorang telah dijelaskan sedemikian rupa tentang firman Allah, ia masih tetap tidak percaya, bahkan menolaknya? Tahukah Anda bahwa pekerjaan Iblis adalah membutakan pikiran manusia sehingga mereka tidak mengerti Injil? II Korintus 4:4 menjelaskan hal ini: "........Orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (Setan), sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Tuhan Yesus....."
Memutarbalikkan Firman Tuhan
Setan adalah makhluk yang cerdik sekaligus licik. Ketika mencobai Hawa, ia mengatakan; "Tentulah Allah berfirman: 'Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya, bukan?'" Kej. 3:1. Padahal Allah mengatakan kepada Adam: "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya ...." Kej. 2:16-17. Dari peristiwa ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Setan adalah sang pemutar balik firman Tuhan.
Setan adalah musuh yang perkasa dan licik. Ia memiliki banyak pengikut. Terkadang ia kelihatan berhasil dalam perlawanannya menentang umat Tuhan. Mungkin kita bertanya, "Mengapakah Tuhan tidak langsung membinasakan Setan sedangkan Ia memiliki kuasa untuk melakukannya? Jawabannya ialah belum kehendak Tuhan untuk melakukannya sekarang ini. Suatu saat nanti, Tuhan akan bertindak terhadap Setan. Tuhan telah menetapkannya. Ia akan dilemparkan ke dalam api neraka untuk dihukum selama-lamanya. Wahyu 20:10 mengatakan: "Dan Iblis yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang .... dan mereka disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya."
Demikian pula dengan para pengikutnya, yaitu mereka yang memilih untuk percaya kepada tipu daya Setan dan tetap ingin berada di dalam kerajaan kegelapannya juga akan dilemparkan ke dalam lautan api itu. Wahyu 21:8 mengatakan: "Tetapi orang-orang penakut, orang- orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan api dan belerang; inilah kematian orang kedua."
Mereka yang akan binasa itu bukan hanya orang-orang yang sangat jahat melainkan juga mereka yang termasuk "orang-orang yang penakut dan orang-orang yang tidak percaya."
Kita telah melihat bahwa Setan adalah pembohong besar. Kita juga telah melihat akibat dahsyat yang akan menimpa mereka yang telah diperdayakan oleh Setan. Bagaimanakah kita dapat terhindar dari segala tipu daya Setan itu? Kita dapat terhindar dengan mengenal dan memahami kebenaran-kebenaran yang terdapat di dalam Firman Tuhan. Tuhan Yesus berkata: "Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Yohanes 8:32
Jangan sekali-kali meletakkan kepercayaan kita kepada perkara- perkara lain selain dari pada Tuhan Yesus Kristus dan darah-Nya yang telah dicurahkan untuk dosa-dosa kita. Rasul Paulus dalam Galatia 1:8 menulis: ".....Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari Surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (kutuk dari Tuhan)."
DOA
"Bapa, terima kasih atas Firman-Mu. Firman-Mu adalah kebenaran. Tolonglah saya untuk menaruh Firman-Mu di dalam hati agar saya terhindar dari tipu daya Setan." Amin
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 04 | Referensi 04a | Referensi 04b | Referensi 04c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Kejatuhan Manusia |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P04 |
Daftar Isi
Ayat Alkitab
Ayat Kunci
Doa
AYAT ALKITAB
Kejadian 2:7-17, 3:1-19
AYAT KUNCI
Roma 5:12
Dalam pelajaran sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan. Ketika Adam diciptakan, ia dalam keadaan tak berdosa. Sifatnya adalah suci. Namun demikian Adam dapat berbuat dosa karena ia memiliki kehendak bebas. Ia bebas memilih untuk taat kepada Tuhan atau tidak mentaati-Nya.
Setelah Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan menempatkan mereka di sebuah taman yang indah, Taman Eden. Adam diberi tanggung jawab untuk memelihara Taman Eden. Ada banyak jenis pohon di taman itu namun ada pohon yang berbeda dari semua pohon yang lain, yaitu "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat." Adam dan Hawa diperbolehkan makan semua buah dari pohon di taman itu, kecuali buah dari "pohon pengetahuan baik dan jahat." Tuhan dengan tegas melarang mereka agar tidak memakan buah dari pohon tersebut dan memberi peringatan kepada mereka. Dalam Kej. 2:17, Tuhan berkata kepada Adam: "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Pada suatu hari, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi! Setan dalam bentuk ular, masuk ke taman tersebut dan mulai bercakap-cakap dengan Hawa. Ia kemudian bertanya kepadanya, "Tentulah Tuhan berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" (Kej. 3:1). Pertanyaan ini kedengarannya tidak berbahaya namun Setan mempunyai maksud yang jahat. Maksudnya adalah menipu Hawa agar ia melanggar perintah Tuhan. Hawa menjawab, "Buah pohon yang ada di dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Tuhan berfirman: Jangan kamu makan ataupun menyentuh buah itu, nanti kamu mati." (Kejadian 3:2,3). Perkataan yang diucapkan Setan berikutnya adalah dusta belaka. Setan berkata, "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Tuhan mengetahui, bahwa pada waktu kamu makan mata kamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Tuhan, tahu tentang yang baik dan jahat." Kejadian 3:4, 5. Perkataan Setan bukan saja bertentangan dengan perkataan Tuhan, melainkan memberi kesan bahwa Tuhan menyembunyikan sesuatu yang baik terhadap Adam dan Hawa. Setan mengatakan kepada Hawa bahwa dengan memakan buah itu ia dan suaminya akan menjadi seperti Tuhan. Hawa harus mengambil keputusan. Tuhan telah mengatakan, "Pastilah engkau mati." Namun sekarang Setan berkata "Kamu tidak akan mati." Hawa harus memilih siapa yang akan dipercayainya - Tuhan atau Setan. Hawa memandang buah itu dan berpikir tentang apa yang telah dikatakan oleh Setan. Kemudian ia mengambil keputusan. Ia mengambil buah itu dan memakannya. Hawa telah memilih untuk percaya kepada Setan!
Rencana Setan telah berhasil memperdaya Hawa. Hawa berhasil dijeratnya karena ternyata ia lebih mempercayai perkataan Setan dari pada perkataan Tuhan! Ia telah ditipu untuk mempercayai dusta. Mengapa Hawa tertipu? Ia tertipu karena ia tidak percaya kepada Firman Tuhan. Kitapun akan tertipu apabila kita tidak mempercayai apa yang dikatakan Tuhan. Namun rencana jahat Setan tidak berakhir di situ saja. Setan juga merencanakan untuk menjatuhkan Adam ke dalam dosa. Kali ini, Setan tidak berbicara langsung kepada Adam melainkan ia menggunakan Hawa untuk membujuk Adam agar ia pun melanggar perintah Tuhan. Hawa memberikan buah itu kepada Adam. Hawa pasti memberitahukan kepada Adam tentang perkataan Setan bahwa mereka akan memperoleh kuasa yang luar biasa jika memakan buah tersebut.
Nah, Adam pun harus memilih. Ia tahu apa yang Tuhan telah katakan. Tuhan telah memberitahunya dengan jelas bahwa akibat dari memakan buah itu adalah kematian - bukannya mendapat kuasa. Apakah Adam tertipu karena apa yang telah dikatakan Setan kepada Hawa? Tidak! Ia telah mengetahui apa yang akan terjadi. Namun demikian, ia tetap mengambil buah itu dan memakannya. Demikianlah ia jatuh ke dalam dosa! Apakah sebenarnya dosa yang dilakukan Adam? Dosanya adalah ketidaktaatan. Ia tidak mentaati perintah Tuhan. Ia menuruti kehendaknya sendiri daripada menuruti kehendak Tuhan. Dengan berbuat demikian, Adam telah memberontak terhadap Penciptanya dan menuruti setan, si pemberontak pertama itu.
Kematian Rohani
Akibat langsung dari ketidaktaatan Adam ialah kematian! Kematian yang bagaimana? Kematian yang dimaksud adalah kematian rohani. Kita tahu tubuh Adam tidak langsung mati pada saat itu. Ia masih hidup untuk beberapa ratus tahun lagi setelah ia melanggar perintah Tuhan. Di dalam Alkitab, kematian selalu berarti perpisahan. Kita semua tahu mengenai kematian jasmani. Dalam kematian jasmani roh berpisah dari tubuh, namun apakah yang dimaksud dengan kematian rohani? Kematian rohani adalah perpisahan Roh Tuhan dari roh manusia. Apabila kehidupan kita berpisah dari kehidupan Tuhan, itu berarti kita telah mati secara rohani. Inilah yang terjadi kepada Adam dan Hawa ketika mereka berdosa kepada Tuhan. Roh mereka berpisah dari Roh Tuhan. Mereka telah mati secara rohani.
Hal pertama yang disadari oleh Adam dan Hawa ketika mereka berdosa adalah mereka telanjang. Kejadian 3:7 mengatakan, "... dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang, lalu mereka menyemat dauh pohon ara dan membuat cawat." Mengapakah Adam dan Hawa tidak perlu berpakaian sebelumnya? Karena sebelum itu pakaian mereka adalah cahaya kemuliaan Tuhan. Nah, setelah dosa masuk ke dalam kehidupan mereka, mereka terpisah dari Tuhan dan kemuliaan-Nya meninggalkan mereka. Adam dan Hawa menjadi orang-orang yang berdosa.
Rasa Malu dan Bersalah
Setelah jatuh dalam dosa, Tuhan datang dan mencari Adam dan Hawa, namun mereka tidak ingin bertemu dengan Tuhan. Mereka diliputi rasa bersalah, malu dan takut. Mereka menyembunyikan diri di celah- celah pepohonan di taman itu. Namun tak ada seorangpun yang dapat menyembunyikan diri dari Tuhan. Tuhan yang kudus dan benar tidak dapat membiarkan dosa mereka. Ia tidak dapat berpura-pura seolah- olah tidak ada sesuatu yang terjadi. Tuhan memanggil Adam dan Hawa datang kepada-Nya. Kejadian 3:8-9
Hawa Harus Melahirkan Keturunan Dengan Kesakitan
Kej. 3:16 mengatakan: "Firman Tuhan kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak, dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu...."
Mencari Nafkah Dengan Susah Payah
Sebagai akibat bumi dikutuk Tuhan, maka Adam harus mencari nafkah dengan susah payah. Kej. 3:17-19 mengatakan:"... maka terkutuklah tanah karena engkau, dengan bersusah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu ...."
Diusir dari Taman Eden
Selain berbagai hukuman tersebut di atas, mereka juga diusir oleh Tuhan dari taman Eden. Kej. 3:23 mengatakan: "Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil."
Hukuman tidak hanya diberikan kepada Adam dan Hawa, tetapi juga kepada ular. Kej. 3:14 mengatakan: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau diantara segala ternak dan diantara segala binatang, dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu."
Tuhan adalah kudus. Ia tidak dapat membiarkan dosa. Adam dan Hawa telah berdosa, karena itu mereka diusir keluar dari Taman Eden. Dosa selalu memisahkan manusia dengan Tuhan. Walaupun manusia telah melanggar perintah Tuhan, Ia tetap mengasihi manusia ciptaan-Nya. Ia mempunyai rencana yang indah untuk manusia, yaitu dengan memberikan janji keselamatan kepadanya. Kej. 3:15 menjelaskan hal itu: "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (iblis) dengan perempuan ini (Hawa), antara keturunanmu dengan keturunannya; keturunannya (Juru selamat yang akan datang) akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Itulah yang telah digenapi Kristus ketika Ia mati di kayu salib dan bangkit dari kubur. Ketika mati di kayu salib tumit-Nya telah diremukkan dan ketika Ia bangkit dari kematian kepala iblis, yaitu sengat maut telah dikalahkan.
Setelah jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa diliputi rasa malu, takut dan kedapatan telanjang sehingga mereka membuat cawat dari daun pohon ara dan menyembunyikan diri dari Tuhan di antara pepohonan di taman Eden Kej. 3:7-10. Kej. 3:21 mengkatakan Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan istrinya dan mengenakannya kepada mereka. Dari ayat tersebut kita mungkin bertanya. Mengapa Tuhan harus menyembelih binatang yang tidak bersalah dan mengambil kulitnya untuk membuatkan pakaian bagi manusia yang telah jatuh dalam dosa? Bukankah sudah cukup Adam dan Hawa menutupi kemaluannya dengan pakaian yang terbuat dari daun pohon ara? Sebenarnya Tuhan ingin mengajar mereka bahwa,
"....tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa." Ibrani 9:22
Tuhan telah menyediakan jalan bagi Adam dan Hawa serta keturunan mereka untuk kembali dapat bersekutu dengan Tuhan. Sejak saat itu sampai Yesus datang sebagai Juruselamat, manusia harus mempersembahkan anak domba yang tidak bersalah sebagai korban penebus dosa. Tuhan menerima persembahan korban binatang itu karena mereka yang mempersembahkannya memandang ke depan dengan iman kepada Yesus Kristus yang akan datang.
DOA
"Bapa, saya berterima kasih atas siapa Engkau sebenarnya yaitu Tuhan yang kudus yang tidak membiarkan dosa. Terima kasih karena Engkau telah membuka jalan bagiku untuk masuk ke hadirat-Mu melalui darah Anak-Mu." Amin.
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 05 | Referensi 05a | Referensi 05b | Referensi 05c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Di Dalam Adam |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P05 |
Daftar Isi
Teks Alkitab
Ayat Kunci
Doa
TEKS ALKITAB
Roma 5:12-21, Efesus 2:13
AYAT KUNCI
Roma 5:19
Dalam dua pelajaran yang lalu kita telah mempelajari bagaimana dosa masuk ke dalam dunia. Pertama, Setan memberontak terhadap Tuhan dan mendirikan kerajaannya untuk menentang Tuhan. Kemudian ketika Adam dicobai, iapun memberontak terhadap Tuhan.
Dalam Pelajaran 05 ini, kita akan melihat relasi antara dosa Adam pada umat manusia, yaitu akibat buruk dosa Adam atas semua manusia. Kita akan melihat KEHANCURAN MANUSIA SECARA MENYELURUH DALAM DOSA.
Mengapa kita harus kuatir terhadap Adam dan apa yang telah terjadi kepadanya? Sebabnya ialah karena Adam adalah kepala semua umat manusia. Adam berbeda dari orang-orang lain karena ia adalah manusia pertama yang menjadi sumber (asal usul) seluruh umat manusia. Oleh karena itu apa yang terjadi kepada Adam akan mempengaruhi seluruh umat manusia, termasuk Anda dan saya. Tuhan tidak menciptakan berjuta-juta manusia untuk memenuhi bumi. Ia hanya menciptakan satu orang manusia saja yaitu Adam. Dari dialah seluruh umat manusia berasal. Karena itu, Tuhan melihat semua umat manusia sebagai orang-orang yang berada DI DALAM ADAM. Bagaimanakah kita sampai berada di dalam Adam? Melalui kelahiran. Semua yang dilahirkan ke dalam keluarga manusia berada DI DALAM ADAM. Apakah maksud berada di dalam Adam itu? Berada di dalam Adam berarti turut ambil bagian di dalam segala keberadaan Adam dan segala perkara yang dilakukannya. Ada beberapa fakta yang benar- benar terjadi pada setiap orang. Fakta-fakta itu membuktikan bahwa kita berada di dalam Adam, yaitu a.l.:
Kita akan membahas bagaimana kelima hal ini terjadi kepada semua manusia sebagai akibat dosa Adam.
Memisahkan Manusia Dari Kehidupan Tuhan
Dosa memisahkan manusia dari Tuhan. Ketika Adam berdosa, ia terpisah dari kehidupan Tuhan. Terpisah dari kehidupan Tuhan berarti mati secara rohani. Dosa Adam yang menyebabkan kematian rohani ini tidak hanya menimpa dirinya saja melainkan juga seluruh umat manusia. Semua manusia telah terpisah dari kehidupan Tuhan. Mengapa? Karena semua manusia berada DI DALAM ADAM.
Membawa Umat Manusia ke dalam Kerajaan Kegelapan
Ketika Adam memberontak terhadap Tuhan, ia telah memihak kepada Setan, pemberontak yang pertama itu. Dia telah masuk ke dalam kerajaan kegelapan, yang mana Setan adalah pemerintahnya. Oleh karena itu, Adam berada di bawah kuasa Setan. Karena Adam adalah kepala dari umat manusia, maka dia telah membawa semua umat manusia ke dalam kerajaan kegelapan. Jadi semua manusia keturunan Adam berada dalam kerajaan kegelapan.
Mengakibatkan Umat Manusia Berdosa
Ketika Adam pertama diciptakan Tuhan, Adam adalah manusia yang mengutamakan Tuhan. Ia mengasihi Tuhan dan ingin melakukan kehendak-Nya. Tuhan adalah Raja yang bertakhta di hatinya. Namun ketika Adam berdosa, perubahan terjadi dalam hatinya. Ia sekarang lebih mengutamakan dan melakukan kehendak dirinya sendiri daripada mengasihi dan melakukan kehendak Tuhan. Tuhan tidak lagi memerintah sebagai Raja dalam hatinya. Adam sekarang memiliki sifat dosa.
Sifat dosa dan sikap mementingkan diri sendiri ini kemudian diturunkannya kepada anak-anaknya. Alkitab mengatakan bahwa Adam mempunyai seorang anak laki-laki "menurut gambar dan rupanya" (Kej 5:3). Adam sendiri diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan namun ia telah melahirkan anak yang menuruti gambar dan rupanya yang berdosa. Pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap adiknya menunjukkan bahwa sifat dosa telah berkuasa pada keturunan Adam dan Hawa. Akibat atau pengaruh dosa Adam ini tidak hanya berlaku terhadap anak-anak Adam saja. Adam adalah kepada seluruh umat manusia. Ia telah menurunkan sifatnya yang berdosa itu kepada seluruh umat manusia. Ketidaktaatan Adam telah menyebabkan seluruh umat manusia berdosa. Roma 5:19 mengatakan: "Oleh ketidaktaatan satu orang, semua orang telah menjadi berdosa."
Membawa Semua Manusia Berada Di Bawah Kuasa Dosa
Oleh karena manusia sudah berdosa, maka mereka berada di bawah kuasa dosa. Yohanes 8:34 mengatakan:
"Setiap orang berbuat dosa, adalah hamba dosa."
Di dalam kerajaan kegelapan, dosa memerintah sebagai raja dan semua manusia yang berada di dalamnya berada di bawah kuasa dosa.
Membawa Kematian Dan Hukuman Kepada Seluruh Umat Manusia
Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang yaitu Adam dan kematian terjadi sebagai akibat dosa itu. Alkitab mengatakan:
'Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 5:12
Setelah kematian akan datang hukuman. Setiap orang yang belum diselamatkan akan dihakimi dosa-dosanya. Alkitab mengatakan, "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi." Ibrani 9:27
Setiap orang yang BERADA DI DALAM ADAM adalah bersalah di hadapan Tuhan. Ada orang berpikir bahwa mereka akan diterima oleh Tuhan sebagaimana keadaan mereka. Pikiran Tuhan tidaklah demikian. Tuhan mengatakan sebaliknya. Ia mengetahui isi hati manusia. Mengenai semua manusia keturunan Adam, Tuhan berkata dalam FirmanNya: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan. Semua orang telah melanggar, mereka semua tidak berguna. Tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan." Roma 3:10-12, 23
Sekarang baru kita mengetahui mengapa Alkitab mengatakan, "Kamu harus dilahirkan kembali...."
Mengapa setiap orang harus dilahirkan kembali? Karena setiap orang telah dilahirkan sebagai manusia yang berdosa dan berada di bawah hukuman Tuhan.
DOA
"Bapa terima kasih karena Firman-Mu telah menunjukkan kepada kami tentang kebinasaan menyeluruh akibat doa manusia. Terima kasih karena membuka jalan bagi saya untuk dilahirkan kembali melalui iman di dalam Tuhan Yesus Kristus." Amin.
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 06 | Referensi 06a | Referensi 06b | Referensi 06c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Manusia Kedua dari Tuhan |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P06 |
Daftar Isi
Teks Alkitab
Ayat Kunci
Doa
TEXT ALKITAB
Matius 1:18-25, Filipi 2:5-11, Efesus 1:20-23
AYAT KUNCI
Roma 5:19
Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam karena ia menginginkan satu bangsa yang akan memuliakan-Nya. Namun Adam telah memberontak terhadap Tuhan. Dalam pelajaran yang lalu, kita telah melihat akibat yang dahsyat dari ketidaktaatan Adam. Adam bukan saja berdosa melainkan ia telah melahirkan keturunan yang turut berdosa. Manusia yang seharusnya memiliki kehidupan Tuhan di dalam diri mereka, kini telah terpisah dari Tuhan karena dosa. Manusia yang seharusnya memiliki sifat Tuhan kini telah menjadi orang berdosa yang mementingkan diri sendiri.
Sebenarnya manusia yang harus menguasai bumi tetapi sekarang telah menjadi hamba kepada dosa dan Setan. Jadi, bagaimanakah umat manusia yang telah berdosa ini dapat memuliakan Tuhan dan menggenapi kehendak-Nya? Jawabannya adalah: Tidak dapat. Manusia pertama dari Tuhan telah gagal untuk memuliakan-Nya. Oleh sebab itulah, harus ada manusia kedua yang akan menjadi kepala dari suatu umat yang baru yang akan memuliakan Tuhan.
Tuhan masih menginginkan suatu umat manusia pilihan-Nya yang akan memuliakan Dia. Bagaimanakah Tuhan melakukannya? Tuhan akan melakukannya melalui seseorang yang lain! Oleh karena kebinasaan telah menimpa umat manusia melalui satu orang maka Tuhan menyediakan keselamatan bagi umat manusia yang berdosa ini melalui satu orang yaitu Kristus. Alkitab mengatakan:
"Jadi sama seperti ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang yang berdosa, demikianlah pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi benar." Roma 5:19
Siapakah Manusia Kedua ini?
Siapakah Manusia Kedua ini? Ia adalah Yesus Kristus. Berbeda dengan manusia pertama yang berasal dari debu tanah, Manusia Kedua ini berasal dari Sorga. Alkitab mengatakan: "Manusia pertama berasal dari debu tanah, dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari Surga." 1 Korintus 15:47
Tuhan mengasihi manusia dan ingin menyelamatkannya. Hal ini dilakukan-Nya dengan mengutus Anak-Nya yang Tunggal ke dunia ini. Ia akan mati untuk menebus dosa manusia. Namun Ia akan bangkit kembali untuk menjadi Kepala bagi suatu bangsa yang baru yaitu anak-anak Tuhan. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus Kristus telah membuka jalan bagi kita untuk keluar dari bangsa keturunan Adam yang berdosa dan menjadi anak-anak Tuhan.
Bagaimana Manusia Kedua Ini Datang ke Dunia?
Manusia kedua ini datang melalui inkarnasi. Apakah yang dimaksud dengan inkarnasi itu? Inkarnasi ialah Tuhan sendiri telah menjadi manusia. Betapa indahnya perkataan dalam ayat ini: "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita......." Yohanes 1:1, 14
Ia yang menciptakan manusia itu, Dia sendiri telah menjadi Manusia. Ini adalah satu rahasia yang besar. Bahkan rahasia yang lebih besar adalah tentang cara bagaimana Tuhan menjadi manusia. Manusia pertama yaitu Adam diciptakan sebagai manusia yang telah dewasa tetapi Manusia Kedua yaitu Yesus Kristus memasuki alam semesta sebagai bayi yang kecil dan tak berdaya.
Tuhan Yesus lahir melalui seorang perawan. Ia tidak memiliki bapa manusia. Jadi, siapakah Bapa-Nya? Bapa-Nya adalah Allah sendiri! Maria, ibu-Nya bertunangan dengan Yusuf, namun sebelum mereka menikah, malaikat telah menampakkan dirinya kepada Maria dan berkata,
"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Tuhan Yang Maha tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang engkau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Tuhan." Lukas 1:35
Malaikat itu juga menampakkan dirinya kepada Yusuf dan berkata: "Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Matius 1:20-21. Nama Yesus berarti "Juruselamat."
Yesus Kristus adalah Tuhan - Manusia
Yesus Kristus disebut Tuhan-Manusia karena Ia adalah Tuhan yang sempurna dan Manusia yang sempurna. Ia satu dengan Tuhan dan juga satu dengan umat manusia. Ia disebut sebagai "Anak Allah" karena Ia adalah satu-satunya Anak Tunggal Bapa. Ia disebut "Anak Manusia" karena Ia mewakili semua umat manusia. Alkitab mengatakan, "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita; Dia yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia ...." 1 Timotius 3:16
Tujuan Yesus Kristus Datang ke Dunia
Mengapa Yesus Kristus datang ke dunia ini? Ada dua alasan yang penting.
Pertama, Ia datang untuk membinasakan semua pekerjaan Iblis. Alkitab mengatakan: "Untuk inilah Anak Tuhan menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu." Yohanes 3:8
Kedua, Ia datang untuk menyediakan jalan agar kita dapat terlepas/ keluar dari bangsa keturunan Adam yang berdosa dan masuk ke dalam keluarga Tuhan. Inilah arti diselamatkan itu.
Manusia Kedua Dicobai Iblis
Manusia pertama, yaitu Adam, telah dicobai Iblis. Manusia yang kedua, yaitu Yesus, juga dicobai oleh Iblis. Alkitab mengatakan:
"Maka Yesus di bawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis." Matius 4:1.
Mengapa Setan mencobai Yesus? Tujuan pencobaannya adalah supaya Yesus tidak mentaati Tuhan. Tiga kali Setan mencobai Yesus agar bertindak mengikut kehendak-Nya sendiri. Tiga kali juga Yesus menolak untuk berbuat demikian. Setan dikalahkan. Manusia pertama yaitu Adam, telah dikalahkan oleh Setan karena ia tidak mentaati Tuhan. Namun Manusia kedua yaitu Yesus Kristus beroleh kemenangan atas Setan karena Ia mentaati Tuhan. Tuhan Yesus juga menghadapi banyak pencobaan lain dalam kehidupan-Nya dan beroleh kemenangan karena Ia rela dan senang melakukan kehendak Bapa-Nya. Alkitab mengatakan, "Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya." Ibrani 5:8. Oleh karena Ia telah belajar mentaati Bapa-Nya di dalam segala perkara, maka Ia siap menghadapi pencobaan yang terakhir dan terbesar yaitu di kayu salib.
Yesus Bergumul di Getsemani
Di Taman Getsemani, pada saat Ia merenungkan tentang bagaimana Ia akan menanggung dosa karena kita, Tuhan Yesus berlutut dan berdoa: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku,....." Ini menunjukkan bahwa penderitaan yang akan Ia tanggung sangatlah besar. Namun demikian, Ia tetap taat kepada kehendak Bapa-Nya dan Ia berdoa: "....tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Mat. 26:39
Kematian Tuhan Yesus yang Dahsyat
Tuhan Yesus dibawa ke pengadilan di hadapan Pilatus, gubernur Romawi. Di sana jubah-Nya ditanggalkan dan Ia dipukuli dengan cemeti yang pada ujungnya ada benda tajam dari besi atau tulang yang dapat merobek kulit badan. Ia diejek dan diludahi. Pada wajah- Nya terdapat bekas-bekas siksaan dahsyat. Sebuah mahkota duri telah dikenakan di atas kepala-Nya. Kemudian Ia disuruh memikul kayu salib ke Kalvari, tempat Ia akan disalibkan. Di Kalvari, Setan berusaha sedapat mungkin agar Yesus melakukan sesuatu yang akan menyebabkan Ia gagal menjadi seorang Juruselamat yang sempurna. Namun, dalam segala hal yang dilakukan oleh Setan itu terbukti Ia tetap mengasihi dan taat kepada Tuhan dengan segenap hati-Nya. Ia terus berserah kepada Bapa-Nya dan terus mengasihi manusia. Ia menolak menyesali Diri-Nya. Ia tidak berusaha menyelamatkan Diri- Nya. Ia taat disiksa di atas kayu salib bahkan sampai mati.
Pada akhir hidup-Nya, Manusia kedua dari Tuhan ini dapat berkata: "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya." Yohanes 17:4
Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang Mulia
Tubuh Yesus Kristus yang hidup selama tiga puluh tahun di bumi ini diturunkan dari kayu salib dan dibaluti dengan kain lenan. Jenasah- Nya diletakkan di dalam kuburan seorang yang kaya. Selama tiga hari dan tiga malam, tubuhnya terbaring di liang kubur tersebut. Kemudian, sesuatu yang ajaib terjadi. Yesus bangkit dari kematian- Nya oleh kuasa-Nya yang ajaib.
Manusia kedua dari Tuhan ini telah taat kepada Bapa-Nya di dalam segala perkara. Kematian tidak dapat menguasai-Nya. Ia bangkit dari kubur dan menjadi pemenang atas dosa, kematian dan Setan selama- lamanya. Tuhan Yesus telah menampakkan diri kepada para murid-Nya dalam tubuh kebangkitan-Nya dan bekas luka tusukan tombak di rusuk- Nya.
Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah alam semesta ini. Salib Yesus Kristus adalah rencana utama Tuhan dalam menyelesaikan persoalan umat manusia yang berdosa, setan dan para pengikutnya yang memberontak. Ketika Kristus mati di salib, Setan berpikir bahwa ia telah beroleh kemenangan. Namun perkiraannya itu keliru. Salib yang menjadi andalan Setan untuk menghabiskan Tuhan Yesus akhirnya menjadi bumerang baginya. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Tuhan telah membinasakan pekerjaan-pekerjaan Setan dan melepaskan semua yang telah diperhambanya. Alkitab mengatakan,
"Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya, Ia memusnahkan yaitu Iblis yang berkuasa atas maut supaya dengan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada di dalam perhambaan oleh karena takut akan maut. Ibrani 2:14-15
Tuhan Yesus kembali ke Surga
Tuhan Yesus menampakkan dirinya selama empat puluh hari di bumi ini setelah kebangkitan-Nya. Ia telah dilihat oleh banyak orang. Dalam satu peristiwa, Ia menyatakan diri di hadapan lebih dari lima ratus orang murid-Nya. Sebelum terangkat ke Surga, Ia berpesan kepada para murid-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada semua makhluk. Ia juga memberikan mereka suatu janji yang sangat indah, yaitu:
"Dan ketahuilah, Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai pada akhir zaman." Matius 28:20
Ketika mereka sedang menatap Dia, Ia terangkat ke Surga dan awan meraibkan Dia dari pandangan mereka. Di dalam tubuh kebangkitan-Nya yang telah dimuliakan, Tuhan Yesus meninggalkan bumi ini untuk kembali ke Surga.
Yesus Kristus Tuhan Atas Segalanya
Tuhan menjadikan Manusia yang kedua, yaitu Yesus Kristus untuk menjadi Tuhan atas segala sesuatu. Ada sebuah ayat yang indah di dalam buku Filipi yang menjelaskan bagaimana Tuhan Yesus Kristus telah merendahkan diri-Nya dan bagaimana Bapa telah meninggikan- Nya.
"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan dirinya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Tuhan sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama, supaya di dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Tuhan Bapa." Filipi 2:8-11
Yesus Kristus Kepala Umat yang Baru
Allah Bapa tidak hanya menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan atas segala sesuatu tetapi juga menjadikan-Nya Kepala bagi suatu keluarga yang baru. Keluarga yang baru ini adalah "anak-anak Allah." Sekarang ada dua jenis keluarga di dunia ini. Masing-masing keluarga ini mempunyai kepala keluarga. Adam adalah kepala bagi keluarga yang berdosa yang adalah keturunannya dan Yesus Kristus adalah Kepala dari keluarga yang baru "keluarga anak-anak Allah." Masing-masing kita, ketika dilahirkan ke dunia ini, menjadi anggota umat keturunan Adam yang berdosa. Namun sekarang, melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, Ia telah membuka jalan bagi kita untuk dilahirkan kembali secara rohani dan menjadi anak-anak Tuhan.
Dalam pelajaran selanjutnya, kita akan belajar tentang apakah arti dilahirkan kembali oleh Roh Tuhan.
DOA
"Bapa, terima kasih atas Manusia yang kedua yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah taat kepada-Mu secara sempurna. Saya berdoa agar saya tetap mentaati kehendak-Mu seperti yang telah Ia lakukan." Amin.
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 07 | Referensi 07a | Referensi 07b
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Kelahiran Baru |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P07 |
Daftar Isi
Teks Alkitab
Ayat Kunci
Doa
TEKS ALKITAB
Yohanes 3:1-21, 1:10-13, 8:32-44
AYAT KUNCI
Yohanes 3:3
Dalam pelajaran yang lalu, kita telah melihat bahwa di dunia ini terdapat dua jenis keluarga. Kepala dari keluarga yang satu adalah Adam yaitu manusia yang pertama. Kepala dari Keluarga yang Kedua adalah Kristus yang disebut sebagai Manusia Kedua dari Tuhan.
Sebagian orang berpendapat bahwa Tuhan adalah Bapa bagi semua manusia. Hal ini tidak benar. Tuhan itu hanya menjadi Bapa bagi orang-orang yang sudah menjadi keluarga Kristus. Bagi mereka yang masih berada di dalam keluarga Adam, Setan adalah bapa mereka. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Tuhan bukanlah Bapa dari semua manusia.
Pada suatu hari, Yesus berbicara kepada beberapa pemimpin agama di Yerusalem. Mereka mengatakan bahwa Tuhan adalah Bapa mereka. Walaupun mereka mengatakan demikian, hati mereka penuh dengan kejahatan karena mereka membenci Yesus dan ingin membunuh-Nya. Yesus tahu apa yang ada di dalam hati mereka sehingga Ia berkata kepada mereka.
"Jikalau Tuhan adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Tuhan...." Yohanes 8:42
Ketika Yesus mengatakan, "JIKALAU Tuhan adalah Bapamu...." Ia bermaksud menunjukkan dengan jelas bahwa Tuhan bukanlah Bapa mereka. Agar lebih jelas lagi, Ia menyatakan kepada mereka siapa bapa mereka yang sebenarnya. Ia berkata dengan tegas, "IBLIS-lah yang menjadi bapamu...." Yoh. 8:44. Jadi dengan perkataan lain, bukan Tuhan yang menjadi Bapa mereka, melainkan Setan.
Demikian pula hal ini berlaku kepada setiap orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun seseorang tidak harus terus berada di dalam keluarga Setan karena Tuhan Yesus telah menyediakan jalan bagi kita semua untuk menjadi anak Tuhan. Alkitab menyebut hal ini sebagai "kelahiran baru". Mari kita coba memahami artinya.
Kelahiran baru adalah tindakan rahasia Allah di dalam diri manusia melalui firman dan Roh dimana Allah menanamkan dasar kehidupan rohani yang baru yang terjadi seketika dan sekaligus, melahirkan sebuah kehidupan yang menggerakkan ke arah Allah sehingga memiliki persekutuan dengan Allah dan memperoleh hidup yang kekal.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipahami dalam kelahiran baru:
Kelahiran baru bukanlah menyingkirkan, membuang atau menyulap natur lama manusia sehingga natur lama menjadi hilang atau tidak ada dan menggantikan dengan natur yang baru sehingga manusia tidak dapat berbuat dosa lagi.
Kelahiran baru bukanlah perbaikan/reparasi natur jiwa lama manusia (pikiran, emosi, kehendak) sedikit demi sedikit menuju kepada kesempurnaan.
Kelahiran baru terjadi seketika dan sekaligus (tidak bertahap/ sedikit demi sedikit dan hanya satu kali/tidak berulang kali).
Natur jiwa lama manusia masih ada ketika seseorang dilahirkan baru. Prinsip kehidupan baru yang Allah tanamkan itulah yang akan mempengaruhi pikiran, emosi dan kehendak manusia.
Terjadinya kelahiran baru merupakan karya rahasia Allah semata yang tersembunyi dari manusia, sesuatu yang kita tidak ketahui (Bdk. Yoh. 3:8). Kita hanya dapat melihat akibatnya saja.
Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah." Yohanes 3:3
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah." Yohanes 3:5
Dari dua ayat tersebut di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat masuk dalam kerajaan Allah, manusia perlu mengalami kelahiran baru. Jadi, kelahiran baru merupakan syarat yang mutlak untuk dapat masuk dalam kerajaan Allah. Tanpa kelahiran baru, manusia akan binasa. Mengapa demikian? Karena tanpa kelahiran baru dari Firman dan Roh, manusia akan tetap tinggal di dalam Adam dan berada dibawah murka Allah. Itulah perlunya kelahiran baru bagi setiap orang. Tidak ada cara lain untuk keluar dari keluarga Adam kecuali menjadi keluarga Allah dimana Kristus sebagai Kepalanya dan memiliki hidup yang kekal kecuali melalui kelahiran baru.
Alkitab mengatakan kepada mereka yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juru selamat bahwa mereka telah dilahirkan kembali "bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Tuhan." Yohanes 1:13
Kelahiran baru itu adalah bukan "dari darah." Ini berarti kelahiran baru itu tidak diterima atau diperoleh dari orang tua kita. Keselamatan itu tidak diwariskan melalui keturunan. Dengan perkataan lain, tidak ada seorangpun yang dilahirkan ke dunia ini langsung menjadi orang Kristen. Mempunyai ibu-bapa Kristen merupakan suatu hal yang indah. Namun hal ini tidak dapat menjadikan Anda anak Tuhan. Masing-masing kita harus dilahirkan secara perseorangan (pribadi) ke dalam keluarga Tuhan.
Kelahiran baru adalah bukan "dari keinginan daging." Ini berarti tidak ada seorangpun yang dapat menjadikan dirinya sebagai anak Tuhan dengan usahanya sendiri. Kehidupan kekal tidak dapat diusahakan tetapi harus diterima sebagai pemberian atas karunia secara cuma-cuma dari Tuhan.
Kelahiran baru adalah bukan "dari keinginan seorang laki-laki." Ini berarti tidak ada pengkhotbah atau pendeta yang dapat menjadikan Anda sebagai anak Tuhan. Tidak ada upacara gereja seperti perjamuan kudus atau pembaptisan yang dapat menjadikan Anda sebagai anak Tuhan. Menjadi anggota gereja pun tidak dapat menjadikan Anda sebagai orang Kristen. Kelahiran baru adalah "dari Tuhan." Alkitab mengatakan:
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." Efesus 2:8, 9
Tak seorangpun yang dapat dilahirkan baru tanpa mendengar dan percaya kepada Firman Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dapat dilahirkan baru tanpa pekerjaan Roh Kudus. Kelahiran baru itu adalah pekerjaan Roh Kudus yang menggunakan Firman Tuhan. Roh Kudus menggunakan Firman Tuhan untuk menunjukkan kepada kita bahwa kita adalah orang berdosa yang memerlukan seorang Juruselamat. Roh Kudus juga menggunakan Firman Tuhan yang sama untuk menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Juruselamat yang kita perlukan. Ia telah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Berikut ini dua ayat Alkitab yang menjelaskannya:
"Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Tuhan yang hidup dan yang kekal." 1 Petrus 1:23
"Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh." Yohanes 3:6
Tuhan melakukan banyak hal yang indah ketika kita dilahirkan baru. Berikut ini adalah diantaranya:
Tuhan Menempatkan Kita Dalam Keluarga Kristus
Apa artinya? Artinya adalah kita tidak lagi berada di dalam Adam melainkan di dalam Kristus. Semua orang yang belum dilahirkan baru, mereka berada di dalam Adam, mewarisi dosa Adam dan berada di bawah penghukuman. Ketika seseorang dilahirkan kembali, Tuhan mengeluarkannya dari kedudukannya sebagai keluarga Adam dan diangkat menjadi anak-Nya Yoh. 1:12, 13, masuk dalam keluarga Allah dimana Kristus sebagai Kepala.
Tuhan Memberikan Roh yang Baru Kepada Kita
Ia juga mengaruniakan kepada kita Roh-Nya untuk tinggal di dalam roh kita yang baru itu. Ini disebut kelahiran kembali. Satu hal yang perlu dijelaskan di sini adalah bahwa sifat lama kita tidak dimusnahkan atau disingkirkan ketika kita dilahirkan baru, melainkan Ia memberikan Roh-Nya kepada kita untuk dapat menang atasnya. Sifat lama kita tidak akan disingkirkan sampai Yesus datang untuk membawa kita bersama-Nya di Surga. Namun dengan berdiamnya Roh Kudus di dalam kita maka kita dapat mengatasi atau mengalahkan sifat manusia lama kita yang berdosa ini.
Tuhan Mengaruniakan Kehidupan Yang Kekal Kepada Kita
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah." Yohanes 3:5. Ayat ini memberikan jaminan bagi seseorang yang telah dilahirkan baru untuk dapat masuk dalam kerajaan Allah, artinya ialah hidup kekal bersama Allah dalam kerajaan Sorga.
Masing-masing kita perlu memastikan apakah kita benar-benar telah mengalami kelahiran baru atau belum. Tuhan telah memberikan beberapa cara agar kita dapat mengetahuinya dengan pasti. Ada tiga hal yang membuktikannya:
Kesaksian Roh Kudus
Ketika kita dilahirkan baru, Roh Tuhan datang dan diam di dalam kita dan memberi kesaksian bersama dengan roh kita bahwa kita adalah anak Tuhan. Alkitab mengatakan:
"Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Tuhan." Roma 8:16
Hal ini bukanlah sesuatu yang dapat dijelaskan atau dibuktikan kepada orang lain namun kita sendiri secara pribadi dapat mengetahuinya secara pasti.
Firman Tuhan
Ketika kita dilahirkan baru, Roh Tuhan akan menjadikan Firman Tuhan itu nyata di dalam hati kita dan kita akan dapat mengetahui dari Firman Tuhan bahwa kita telah diselamatkan. Alkitab mengatakan,
"Semuanya itu telah kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal." 1 Yohanes 5:13
Tingkah laku kita
Ketika kita benar-benar dilahirkan baru, tingkah laku atau tindakan kita akan berubah. Kita mau mentaati Tuhan dan AnakNya, Yesus Kristus. Kita mulai menyukai hal-hal yang benar dan baik dan membenci apa yang salah. Kita juga akan memiliki kasih terhadap orang-orang yang belum diselamatkan dan ingin supaya mereka juga dapat diselamatkan. Selain itu, kita juga akan mengasihi orang- orang Kristen yang lain. Alkitab mengatakan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita...." 1 Yohanes 3:14
Semua hal ini akan terjadi karena kita telah mengalami kelahiran baru. Sudahkah ANDA mengalami kelahiran baru?
DOA
"Tuhan, terima kasih karena telah membuka jalan bagi saya untuk menjadi anak-Mu dan memanggil Engkau 'Bapa.' Hiduplah di dalam saya. Dalam Nama Yesus saya berdoa." Amin
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 08 | Referensi 08a | Referensi 08b | Referensi 08c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Di Dalam Kristus |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P08 |
Daftar Isi
Teks Alkitab
Ayat Kunci
Doa
TEKS ALKITAB
Efesus 1 dan 2
AYAT KUNCI
2 Korintus 5:17
Dalam pelajaran yang lalu, kita telah menyelidiki bahwa di dunia ini terdapat dua macam keluarga yaitu keluarga Adam dan keluarga Kristus.
+-----> dalam Adam ! Tuhan melihat semua manusia ! atau ! +-----> dalam Kristus
Tuhan juga melihat saya dalam Adam atau dalam Kristus. Apakah artinya berada "dalam Adam"? Artinya kita mewarisi semua yang ada dalam Adam dan apa yang telah dilakukannya. Pada hakekatnya, kita semua berada dalam Adam - terpisah dari Tuhan dan menjadi hamba kepada dosa dan Setan. Betapa mengerikannya keadaan ini.
Namun ada kabar baik bagi kita. Ketika kita dilahirkan baru, Tuhan menempatkan kita dalam keluarga Kristus. Kita tidak dapat melakukannya sendiri tetapi Tuhan telah melakukannya bagi kita. Kita sekarang berada dalam Kristus. Bagaimanakah kita dapat masuk dan berada dalam Kristus? Tuhan sendirilah yang menempatkan kita dalam Kristus! Alkitab mengatakan, "Tetapi oleh Dia (Tuhan) kamu berada dalam Kristus...." 1 Korintus 1:30
Perkataan yang paling indah dalam seluruh Alkitab adalah "Dalam Kristus." Perkataan ini atau kata yang memiliki persamaan artinya dengan kata ini digunakan lebih dari 130 kali di dalam Perjanjian Baru! Berikut ini ada beberapa ayat yang menunjukkan kedudukan kita yang baru dalam Kristus.
"....Tuhan yang DALAM KRISTUS telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam Surga. Sebab DI DALAM DIA Tuhan telah memilih kita sebelum dunia dijadikan....." Efesus 1:3,4
"Karena kita ini buatan Tuhan diciptakan DI DALAM YESUS KRISTUS untuk melakukan pekerjaan yang baik, yang dipersiapkan Tuhan sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya." Efesus 2:10
"Jadi siapa yang ada DI DALAM KRISTUS, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." 2 Korintus 5:17
"....dan kita ada DI DALAM yang benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus....." 1 Yohanes 5:20
"DI DALAM DIA kita telah memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa." Kolose 1:14
"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada DI DALAM KRISTUS YESUS...." Roma 8:1
"...yaitu mereka yang dikuduskan DALAM KRISTUS YESUS...." 1 Korintus 1:2
Apakah Anda sempat memperhatikan penggunaan kata-kata seperti "di dalam Kristus" dan "di dalam Dia"? Apabila Anda membaca Perjanjian Baru Anda akan memperhatikan bahwa perkataan ini banyak kali digunakan.
Apakah artinya berada "DI DALAM KRISTUS"? Artinya adalah turut ambil bagian dalam semua yang ada di dalam Kristus dan apa yang telah Ia lakukan.
Di Dalam Kristus -- Kita Diampuni
Oleh karena kita berada di dalam Kristus, maka Tuhan telah mengampuni semua dosa kita. Alkitab mengatakan:
"DI DALAM DIA, kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa." Kolose 1:14
Di Dalam Kristus -- Kita Dibenarkan
Apakah arti dibenarkan? Artinya adalah kita dinyatakan benar oleh Allah karena kebenaran Kristus sehingga kita terlepas dari murka Allah Roma 5:18. Bagaimanakah kita dibenarkan di hadapan Tuhan? Kita dibenarkan DI DALAM KRISTUS, yaitu melalui kematian-Nya. Yesus Kristus itu sempurna kebenaran-Nya. Oleh karena itu, sekarang Tuhan memandang kita sebagai orang yang benar di dalam Dia. Alkitab mengatakan:
"Dia (Kristus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya (Tuhan) menjadi dosa karena kita, supaya DI DALAM DIA kita dibenarkan dalam Tuhan." 2 Korintus 5:21
"Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Roma 5:9
Di Dalam Kristus -- Kita Diperdamaikan dengan Allah
Sebagai orang yang berdosa, kita adalah musuh/seteru Allah Roma 5:10. Kematian Kristus di kayu salib telah mendamaikan kita dengan Allah sehingga kita dapat bersekutu lagi denganNya. Di dalam Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Alkitab mengatakan:
"Dan semuanya ini dari Allah yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya ...." 2 Korintus 5:18
"Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri- Nya,..., juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan memusuhi- Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya ...." Kolose 1:20-22.
Di Dalam Kristus -- Kita Dikuduskan
Tuhan memberi nama yang baru bagi setiap orang yang percaya kepada- Nya. Ia menyebut mereka "orang-orang kudus di dalam Kristus Yesus." Perkataan "orang kudus" berarti "orang suci." Di mata Tuhan, setiap orang yang percaya adalah orang kudus di dalam Kristus. Di dalam diri kita, kita tidak kudus tetapi Tuhan memandang kita kudus di dalam Kristus. Apabila kita sendiri di hadapan Tuhan, kita berdiri di dalam kekudusan Kristus. Kita sekarang adalah orang-orang "kudus DI DALAM KRISTUS." Alkitab mengatakan:
"kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus ...." 1 Korintus 1:2
"...Ia membenarkan, menguduskan dan menebus kita." 1 Korintus 1:30
Di Dalam Kristus -- Kita Dimeteraikan oleh Roh Kudus
Kita sekarang telah menjadi anak-anak Tuhan dan tujuan perjalanan hidup kita adalah Surga. Tuhan telah menempatkan kita di dalam Kristus dan telah memeteraikan kita dengan Roh Kudus. Dengan meterai-Nya ini maka kita beroleh kepastian tentang keselamatan kita. Alkitab mengatakan:
"DI DALAM DIA kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu." Efesus 1:13
Di Dalam Kristus -- Kita Telah Menjadi Sempurna
Setiap hal yang kita perlukan untuk hidup sebagai orang Kristen telah kita peroleh di dalam Kristus. Kita sekarang sempurna dan utuh di dalam Kristus. Alkitab mengatakan: "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Tuhanan, dan kamu telah dipenuhi DI DALAM DIA...." Kolose 2:9, 10
Kesempurnaan kita disini adalah semata-mata kesempurnaan Kristus, bukan kesempurnaan kita. Di dalam diri kita sendiri, kita tidak akan pernah menjadi sempurna.
Sebagai anak Tuhan, kita tidak lagi berada di dalam Adam. Sekarang kita telah berada DI DALAM KRISTUS. Apakah ini berarti kita tidak akan pernah berdosa lagi? Tidaklah demikian maksudnya. Dalam surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang-orang yang percaya di Korintus, kita dapati adanya beberapa hal yang agak sulit dipahami. Di satu pihak, Paulus menyebut mereka sebagai orang yang telah "disucikan" dalam Yesus Kristus. Namun dalam surat yang sama, Paulus juga berbicara mengenai dosa-dosa yang mereka telah lakukan dalam kehidupan mereka. Ada di antara mereka yang sombong, saling bertengkar, dan sebagian dari mereka telah melakukan perkara- perkara asusila.
Apakah sebenarnya maksudnya? Bagaimanakah Paulus mengatakan bahwa mereka "kudus di dalam Kristus" sedangkan, pada saat yang sama mereka tidak hidup selayaknya sebagai orang Kristen? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami tentang perbedaan antara kedudukan kita dan keadaan kita yang sebenarnya.
Apakah arti dari KEDUDUKAN KITA?
Kedudukan kita ialah cara Tuhan memandang kita di dalam Kristus. Hal ini termasuk semua hal yang telah dilakukan oleh Tuhan bagi kita di dalam Kristus. Tuhan telah memberikan suatu kedudukan yang sempurna bagi kita di dalam Kristus. Apakah kedudukan kita itu selalu sempurna? Ya. Mengapa? Karena kedudukan kita itu didasarkan pada apa yang Tuhan telah lakukan untuk kita di dalam Kristus. Kita berada DI DALAM KRISTUS. Oleh karena itu, Tuhan melihat kita sebagai orang-orang yang sempurna di dalam Dia. Alkitab mengatakan,
"Sebab oleh karena satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan (mereka yang berada di dalam Kristus)." Ibrani 10:14
Apakah arti dari KEADAAN KITA?
Keadaan kita ialah cara (perilaku) hidup kita di dunia ini. Alkitab menyebutnya sebagai "perjalanan hidup" kita. Apakah keadaan kita itu selalu sempurna? Tidak. Mengapa? Karena hal itu bergantung pada keadaan diri kita yang sebenarnya. Kita adalah orang yang berdosa. Alkitab mengatakan,
"Jika kita mengatakan bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita." 1 Yohanes 1:8
Akan sangat membantu dalam kehidupan Kristen kita, apabila kita memahami bahwa KEDUDUKAN kita adalah cara Tuhan melihat atau memandang kita di dalam Kristus, sedangkan KEADAAN kita adalah cara (perilaku) kita hidup di dunia ini. Di dalam Kristus kita senantiasa sempurna di mata Tuhan. Namun di dalam diri kita sendiri, kita adalah orang yang berdosa.
Apakah ini berarti kita puas dengan terus berbuat dosa? Tidak demikian! Tuhan ingin agar hidup kita dari hari ke hari sesuai atau berpadanan dengan kedudukan kita di dalam Kristus. Karena kita adalah "kudus di dalam Kristus" maka Tuhan ingin agar kita hidup kudus setiap hari. Alkitab mengatakan: "Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu." 1 Petrus 1:15
Bagaimanakah kita dapat menjadi kudus? Di dalam Firman-Nya, Tuhan memberitahu kita bahwa kita harus "berjalan" dengan iman. Artinya harus mempercayai atau berpegang pada kedudukan kita yang sebenarnya di dalam Yesus Kristus. Alkitab mengatakan,
"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap dalam Dia." Kolose 2:6
Berikut ini ada satu rahasia yang besar bagi kehidupan Kristen:
"Iman terhadap KEDUDUKAN KITA menjadikannya nyata dalam kehidupan kita."
Ketika kita tahu dan sadar bahwa kita adalah "kudus di dalam Kristus," maka sepatutnyalah kita hidup kudus setiap hari. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah "orang-orang yang kudus di dalam Kristus" maka kita juga akan bertindak dan hidup seperti orang- orang kudus. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah "anak-anak Tuhan" maka sudah sepatutnyalah kita hidup sebagai anak-anak Tuhan ditengah-tengah dunia ini.
Ketika kita berpegang pada kedudukan kita yang sebenarnya di dalam Kristus, maka Roh Kudus akan menjadikan semua hal itu nyata di dalam kehidupan kita.
DOA
"Bapa yang di Surga, tolonglah saya, supaya dapat melihat bahwa saya telah berada DI DALAM KRISTUS. Karuniakan hati yang percaya bahwa saya telah diterima dan kudus di dalam Anak-Mu yang Engkau kasihi itu. Oleh kasih karunia-Mu, kiranya saya dapat hidup seperti Anak-Mu." Amin
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 09 | Referensi 09a | Referensi 09b | Referensi 09c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Suatu Hubungan Yang Baru |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P09 |
Daftar Isi
Ayat Alkitab
Ayat Kunci
Doa
TEKS ALKITAB
Yohanes15:1-5
AYAT KUNCI
Yohanes 15:5
Dalam pelajaran yang lalu, kita telah belajar tentang kebenaran yang indah mengenai keberadaan kita DALAM KRISTUS. Kita tidak lagi berada di dalam Adam, melainkah kita sekarang telah berada di dalam Kristus. Karena kita telah berada di dalam Kristus, maka kita memiliki kedudukan yang baru di hadapan Tuhan. Tuhan memandang kita sempurna di dalam Kristus.
Dalam pelajaran ini kita akan belajar lebih banyak tentang apa yang terjadi ketika kita dilahirkan kembali. Kita tidak hanya memiliki kedudukan yang baru di hadapan Tuhan, melainkan kita juga telah memiliki hubungan yang baru dengan Tuhan Yesus Kristus. Hubungan yang baru ini dapat diungkapkan dalam dua kalimat yang sederhana:
Untuk lebih memahami hubungan baru ini antara Diri-Nya sendiri dengan kita sebagai orang percaya, maka Tuhan Yesus menggunakan gambaran yang di ambil dari alam ini. Ia berkata "Aku adalah Pokok Anggur dan kamulah ranting-rantingnya." Tuhan Yesus adalah Pokok Anggur, dan orang-orang percaya adalah ranting-rantingnya.
Jadi dalam pelajaran ini setiap kali "Pokok Anggur" itu disebutkan, maka hal itu menunjuk kepada Tuhan Yesus; apabila "ranting-ranting" disebutkan, maka hal itu menunjukkan tentang diri kita sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Bila kita memperhatikan Pokok Anggur dan ranting-rantingnya, maka yang terlihat adalah kesatuannya. Keduanya terjalin dalam satu kehidupan. Kehidupan yang mengalir melalui pokok anggur juga mengalir kepada ranting-rantingnya. Hal ini mengajarkan kita bahwa kita bersatu dengan Tuhan Yesus. Alkitab mengatakan, "Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita, kita telah dipersatukan dengan Dia. Sebagaimana ranting-ranting bersatu dengan pokok anggur, demikian pula kita telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus. Kita sekarang adalah satu dengan Dia.
Kalau kita mengamati lebih dalam tentang pokok anggur dan ranting- rantingnya, maka kita juga akan melihat hal yang lain. Kita bisa melihat bahwa ranting itu berada atau telah menyatu dengan pokok anggur. Hal ini mengajar kita bahwa kita berada dan telah menyatu dengan KRISTUS. Kita telah mempelajari kebenaran yang utama - bahwa kita berada dalam Kristus dan persatuan kita dengan Dia adalah persatuan yang hidup. Sebagaimana ranting itu bersatu dengan pokok anggur yang hidup, demikian pula kita telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus yang hidup. Kita berada di dalam Kristus. Sebelum kita menjadi anak Tuhan, kita berada di dalam Adam. Kita berhubungan dengan dia. Kita memperoleh kehidupannya, dan kita memiliki sifatnya di dalam kita.
Apa yang terjadi ketika kita diselamatkan? Tuhan mengeluarkan kita dari Adam dan kita dicangkokkan kepada Kristus. Mencangkokkan sebuah ranting berarti mengeluarkan dari pokok anggur yang satu dan mencangkokkannya ke pokok anggur yang lain. Pertama ranting itu dipotong dari pokok anggur yang lama. Kemudian pokok anggur yang baru itu dilukai dengan pisau dan potongan ranting itu ditempelkan dan diikatkan dengan baik ke pokok anggur itu. Tak lama kemudian kehidupan dari pokok anggur yang baru itu mulai mengalir ke ranting yang telah dicangkokkan ke pokok anggur itu. Dan terbentuklah persatuan yang hidup.
Nah, kita bisa melihat betapa indah perkara yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Ketika kita dilahirkan kembali, Tuhan telah mengeluarkan kita dari Adam dan Ia mencangkokkan kita kepada Kristus. Alkitab mengatakan,
"Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus........" 1 Korintus 1:30.
Kita sekarang ini telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus di dalam suatu persatuan yang hidup. Ia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting yang hidup di dalam Dia. Kita telah memiliki hubungan dengan kehidupan-Nya dan kita juga telah memiliki sifat- sifat-Nya di dalam kita. Alkitab mengatakan, bahwa kita adalah "mengambil bagian dalam kodrat ilahi...." 2 Petrus 1:4
Bukan hanya ranting yang bersatu dengan pokok anggur, melainkan pokok anggur itupun telah bersatu dengan ranting. Setelah ranting dicangkokkan pada pokok anggur, maka kehidupan dari pokok anggur yang baru mulai mengalir melalui rantingnya. Inilah yang membuat ranting itu tetap hidup dan akhirnya mengeluarkan buah.
Hal ini mengajarkan kita bahwa Yesus Kristus berada di dalam kita. Bukan hanya kita yang berada di dalam Kristus, melainkan Kristus juga berada di dalam kita. Kita memiliki kehidupan Kristus yang sejati di dalam kita. Bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam kita.
Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Ia berjalan dan berbicara dengan murid-murid-Nya. Mereka sungguh menikmati saat-saat mereka yang indah bersama dengan Dia! Namun pada suatu hari, Ia mengatakan sesuatu yang membuat mereka sangat sedih. Ia mengatakan bahwa tak lama lagi Ia akan meninggalkan mereka. Namun Yesus menenangkan mereka dengan menyampaikan perkataan ini,
"Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu; "Yaitu Roh kebenaran....Kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." Yohanes 14:16,17
Tuhan Yesus menyampaikan suatu janji yang indah kepada murid-murid Nya. Ia berjanji akan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai mereka selama-lamanya. Dan ia tidak hanya akan menyertai mereka, melainkah Ia akan berada di dalam mereka. Kemudian Ia menambahkan perkataan ini: "Aku tidak akan meninggalkan kamu dalam keadaan tidak tenang: Aku akan datang kepadamu." Jadi kita melihat bahwa kedatangan Roh Kudus itu akan menjadi kedatangan Tuhan Yesus sendiri untuk tinggal di dalam mereka.
Dengan perkataan lain Tuhan Yesus berkata, "Aku akan pergi, tetapi Aku akan kembali dan tinggal di dalam kamu melalui Roh Kudus." Perkataan ini sungguh menghibur dan menguatkan para murid-Nya. Kemudian Yesus berkata: "Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Yohanes 14:20
Tak lama kemudian setelah Yesus mengucapkan perkataan ini, Ia disalibkan dan dikuburkan. Namun pada hari yang ketiga, Ia bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dalam tubuh kebangkitan-Nya. Empat puluh hari kemudian Ia terangkat kembali ke Surga ke tempat di mana Ia dipermuliakan. Alkitab mengatakan,
"... dengan membangkitkan Dia (Yesus) dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di Surga. Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang." Efesus 1:20, 21
Sepuluh hari setelah kenaikan Tuhan Yesus, para murid-Nya berkumpul, berdoa dan berpuasa. Pada hari Pentakosta itu Tuhan Yesus kembali kepada murid-murid-Nya dalam bentuk yang indah dan baru. Ia datang untuk tinggal di dalam mereka.
Mulai sejak itu, setiap kali seseorang dilahirkan kembali, Roh Kristus langsung datang mendiami mereka. Alkitab mengatakan,
"Dan karena kamu adalah anak, maka Tuhan telah menyuruh Roh Anak- Nya ke dalam hati kita...." Galatia 4:6
Kristus tinggal di dalam kita melalu Roh-Nya supaya kita dapat benar-benar berkata, "Kristus hidup di dalam saya."
Kita sekarang telah menemukan salah satu rahasia terbesar dalam kehidupan Kristen. Rahasia ini adalah: Kristus hidup di dalam kita!!
Rasul Paulus menyebutnya rahasia yang terbesar. Ia menulis kepada orang-orang Kristen di Kolose perkataan ini,
"Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan." Kolose 1:27
Apakah kehidupan Kristen itu merupakan usaha untuk menjadi baik? Tidak. Apakah hal itu merupakan usaha untuk meniru orang-orang Kristen yang baik? Tidak. Apakah itu merupakan usaha untuk meniru Tuhan Yesus itu sendiri? Tidak, Kehidupan Kristen itu tidaklah demikian.
Kalau begitu, apakah sebenarnya Kehidupan Kristen itu? Kehidupan Kristen itu pada hakekatnya adalah Kristus yang hidup di dalam kita. Rasul Paulus mengatakan, "Bagiku hidup adalah Kristus." Ia tidak mengatakan, "Bagiku hidup adalah berusaha menjadi seperti Kristus." Tidak. Paulus mengatakan, "Bagiku hidup adalah Kristus." Apakah maksud dari perkataan Paulus ini? Maksudnya adalah, "Bagiku hidup itu adalah memiliki Kehidupan Kristus di dalam aku."
Jadi, bagaimanakah kita menjalani Kehidupan Kristen itu? Kita menjalaninya dengan mempercayai Tuhan Yesus yang hidup di dalam kita. Daripada kita coba berusaha menjalani kehidupan Kristen dengan segala usaha kita, marilah kita membiarkan Yesus itu hidup melalui kita. Kehidupan-Nya selalu menyenangkan Bapa. Ia berkata:
"Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." Yohanes 8:29.
Tuhan Yesus itu tidak pernah berubah. Kepribadian-Nya tidak berubah sejak dahulu hingga sekarang. Ia ingin hidup melalui kita. Ia akan melakukannya pada saat kita percaya kepada-Nya. Mari kita mendengarkan sekali lagi perkataan Tuhan Yesus yang indah ini, "Aku adalah Pokok anggur, kamu adalah ranting-rantingnya." Kita tidak harus mencoba menjadi ranting-ranting, karena kita adalah ranting- ranting itu. Kita telah dipersatukan dengan Dia di dalam suatu persatuan yang hidup selama-lamanya.
Ketika kita menjalani kehidupan kita setiap hari, kita harus berpegang kepada kenyataan bahwa kita telah dipersatukan dengan Kristus. Ingatlah, iman terhadap kedudukan di dalam Dia menjadi nyata di dalam kehidupan kita.
Apakah artinya? Artinya adalah bahwa ketika kita mempercayai dan berpegang kepada kenyataan bahwa kita berada di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, maka kita menerima kekuatan untuk hidup sebagai anak Tuhan.
DOA
"Tuhan Yesus, saya adalah ranting di dalam-Mu. Saya berterima kasih kepada-Mu karena saya telah berada di dalam Engkau dan Engkau berada di dalam saya. Saya tidak akan coba berusaha lagi untuk hidup sama seperti seharunya orang Kristen hidup, melainkan saya akan mempercayai Engkau untuk hidup di dalam saya setiap hari." Amin
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 10 | Referensi 10a | Referensi 10b | Referensi 10c
| Nama Kursus | : | DASAR-DASAR IMAN KRISTEN |
| Nama Pelajaran | : | Menang Atas Keinginan Daging |
| Kode Pelajaran | : | DIK-P10 |
Daftar Isi
Ayat Kunci
Doa
TEKS ALKITAB
Galatia 5:16-25, Roma 7:15 - 8:13
AYAT KUNCI
Galatia 5:16
Setiap orang Kristen menghadapi dua kuasa atau kekuatan yang berlawanan di dalam dirinya yaitu keinginan daging dan keinginan Roh. Roh Kudus ingin kita melakukan kehendak Tuhan tetapi keinginan daging ingin kita melakukan kehendak kita sendiri. Sebagian orang Kristen beranggapan bahwa sifat lama mereka telah dimusnahkan atau disingkirkan ketika mereka dilahirkan baru/diselamatkan. Namun sebenarnya tidaklah demikian keadaannya. Tuhan tidak memusnahkan atau menyingkirkan sifat lama kita yang berdosa ketika Ia menyelamatkan kita. Sebaliknya, Ia memberikan Roh-Nya untuk menakhlukkannya. Selama kita hidup di dunia ini, kita tetap akan memiliki keinginan daging dan keinginan daging ini akan selalu berlawanan dengan keinginan Roh Tuhan yang tinggal di dalam diri kita. Galatia 5:17 berkata:
"Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan ...."
Ketika kita dilahirkan baru, suatu perkara yang indah terjadi. Roh Kudus datang dan tinggal dalam kita. Dengan demikian setiap orang Kristen memiliki "daging" dan "Roh", sedangkan orang yang belum diselamatkan hanya memiliki satu sifat saja yaitu sifat "daging".
Dalam pelajaran ini, kita akan menyelidiki musuh yang ada di dalam kita yaitu keinginan daging. Kita akan melihat dari manakah asalnya, apa yang terjadi ketika keinginan daging itu menguasai kita dan bagaimana kita dapat beroleh kemenangan atasnya.
Keinginan daging adalah sifat manusia yang hidup tanpa Tuhan. Hal itu menggambarkan keadaan manusia di luar Tuhan. Di dalam Alkitab, Tuhan mengatakan banyak perkara mengenai kedagingan dan tidak ada satupun yang baik yang dijelaskan tentang sifat itu! Di bawah ini ada lima ciri tentang sifat kedagingan itu:
Contoh dari bentuk perwujudan keinginan daging itu ialah kehendak diri sendiri yang membuat kita selalu ingin menuruti kehendak kita sendiri, hawa nafsu dan keinginan tubuh. Walaupun kita telah berusaha menyingkirkan semua itu dari hati kita dan menjadikan Kristus sebagai Raja kita, namun kita masih selalu digoda oleh mereka.
Keinginan daging kita datang dari Adam. Tuhan ingin agar Adam dikuasai atau diperintah oleh Roh-Nya. Namun Adam tidak mentaati Tuhan. Ketika ia melanggar perintah-Nya, ia mengalami kematian secara rohani. Ia telah terpisah dari Roh Tuhan. Jiwa dan tubuh Adam telah menjadi berdosa. Adam yang seharusnya dikendalikan oleh Roh Tuhan, kini telah dikendalikan oleh jiwa dan tubuhnya yang berdosa yang disebut oleh Alkitab sebagai "keinginan daging.". Oleh karena Adam adalah kepala bagi semua umat manusia maka ia telah mewariskan sifat yang telah berdosa ini kepada seluruh umat manusia.
Tahukah Anda apa yang akan terjadi ketika keinginan daging menguasai manusia? Tubuhnya akan menjadi seperti "pabrik dosa." Setiap orang tahu apa yang disebut "pabrik." Pabrik adalah gedung yang digunakan untuk memproduksi barang tertentu.
Ketika dosa menguasai manusia, maka tubuhnya menjadi seperti "pabrik dosa." Tuhan Yesus sendiri menyatakan tentang hal-hal yang diproduksi oleh pabrik ini. Ia berkata, "Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." (Markus 7:21-23).
Kita telah mempelajari bahwa keinginan daging itu tidak dimusnahkan atau disingkirkan ketika kita diselamatkan. Keadaan daging itu tetap berdosa sebagaimana keadaannya sebelum kita diselamatkan. Sifat itu tidak akan dapat diubah menjadi sesuatu yang baik. Apakah yang Tuhan lakukan?
Tuhan menyalibkan kita bersama Kristus
Mengapa Ia menyalibkan kita bersama dengan Kristus? Jawabnya adalah supaya KITA TIDAK LAGI DIKUASAI OLEH KEINGINAN DAGING. Roma 6:6 menyatakan: "Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan bersama Kristus supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa."
Tuhan telah menghukum dosa di dalam daging itu. Keinginan daging itu masih tetap ada bersama kita tetapi ia tidak lagi berhak menguasai atau memerintah di dalam hidup kita. Kuasanya atas kita telah dipatahkan. Kita mungkin masih akan berbuat dosa lagi namun kita tidak harus melakukannya. Kita dapat berkata "Tidak" kepada keinginan daging. Alkitab mengatakan,
"Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging." Roma 8:12
"Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya." Roma 6:12
Tuhan memberi Kuasa yang Baru kepada kita, yaitu Roh Kudus
Tuhan bukan saja menghukum daging itu di kayu salib melainkan Ia juga melakukan sesuatu yang lain. Ia memberikan kita kuasa yang baru yaitu Roh Kudus. Alkitab mengatakan:
"Dan karena kamu adalah anak, maka Tuhan telah menyuruh Roh Anak- Nya ke dalam hati kita...." Galatia 4:6
Siapakah Roh Kudus itu?
Roh Kudus itu adalah Tuhan. Ia bukanlah sekedar pengaruh atau kuasa untuk kebaikan. Ia adalah Pribadi yang hidup. Jangan sekali-kali kita mengartikan Roh Kudus itu hanya sebagai alat atau benda. Roh Kudus adalah Pribadi yang hidup dan Ia adalah Tuhan. Kita perlu selalu ingat akan kebenaran ini yaitu, "Roh Tuhan yang tinggal di dalam saya adalah Pribadi yang hidup. Ia adalah Tuhan yang diam di dalam hati saya." Roh Kudus adalah Karunia Tuhan kepada setiap anak-Nya atau orang percaya. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam dia. Sekali Roh Kudus datang untuk tinggal di dalam hati kita, Ia tidak akan meninggalkan kita lagi. Tuhan Yesus berkata:
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu, yaitu Roh Kebenaran." Yohanes 14:16-17
Apa yang dilakukan oleh Roh Kudus?
Ada dua hal yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam diri kita:
Marilah kita melihat lebih lanjut mengenai kedua pekerjaan Roh Kudus ini:
Roh Kudus berperang melawan keinginan daging. Kuasa daging di dalam diri kita itu sangatlah kuat. Terkadang keinginan daging ini sedemikian kuat sehingga ia sering mengalahkan kehendak kita. Kita melakukan sesuatu yang sebenarnya kita tidak ingin lakukan. Bahkan Rasul Paulus sendiri tidak dapat melawan keinginan daging ini dengan kekuatannya sendiri. Ia berkata,
"Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." Roma 7:19
Meskipun demikian, Tuhan tidak membiarkan kita menaklukkan keinginan daging ini dengan kekuatan kita sendiri. Ia telah memberi kepada kita suatu kuasa yang baru yaitu Roh Kudus yang akan berperang melawan sifat kedagingan itu bagi kita. Ia membenci dosa. Ia melawan setiap dosa di dalam kehidupan kita. Daging selalu ingin agar kita berdosa tetapi Roh Kudus berperang melawan dosa itu. Alkitab mengatakan,
"Sebab keinginan daging berlawanan (berperang) dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan ......" (Galatia 5:17).
Yang manakah lebih berkuasa - sifat kedagingan itu atau Roh? Pasti Roh. Namun Roh Kudus itu tidak akan melepaskan kita kalau kita sendiri tidak ingin dan rela untuk dilepaskan. Kita harus MEMILIH untuk dilepaskan dari perbuatan daging itu.
Sebagai contoh, andai kata kita memiliki sifat pemarah. Ini jelas adalah perbuatan daging. Apakah kita membiarkan sifat itu terus menguasai kita atau memilih untuk dibebaskan darinya. Tuhan mengatakan bahwa keinginan daging tidak boleh menguasai kita. Sebaliknya keinginan daging itu perlu dimatikan. Apakah kita setuju dengan Tuhan mengenai hal ini? Apakah kita akan memilih untuk dilepaskan dari perbuatan daging ini? Jika demikian sebagaimana kita percaya dan berpegang kepada perihal kematian kita bersama Kristus, maka kita patut memohon agar Roh Kudus mematikan keinginan daging itu dan percaya bahwa Ia dapat melakukannya. Alkitab mengatakan:
".......jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup." Roma 8:13
Roh Kudus memproduksikan Kehidupan Kristus di dalam kita. Roh Kudus bukan saja berperang melawan keinginan daging tetapi juga melakukan perkara yang lain. Ia menghasilkan kehidupan Kristus di dalam kita. Tuhan Yesus berkata: "Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya daripada-Ku." (Yohanes 16:14). Kristus adalah kudus, lemah lembut, pengasih, suci, benar, baik hati, sabar, murah hati, setia. Roh Kudus membantu mewujudkan secara nyata sifat-sifat Kristus ini di dalam kehidupan kita. Roh Kudus menjadikan sifat- sifat dalam kehidupan Kristus ini menjadi bagian dari kehidupan kita juga. "Buah Roh" itu pada hakekatnya adalah kehidupan Kristus di dalam kita. Alkitab menyatakan kita bagaimana kehidupan itu dinyatakan:
"Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri....." (Galatia 5:22, 23).
Sebagai orang Kristen, ada dua kuasa yang bekerja di dalam kita, sehingga kita pun akan menghadapi dua jalan pula. Kita dapat berjalan di dalam daging atau di dalam Roh.
Hidup atau berjalan di dalam daging berarti dikuasai oleh keinginan daging sedangkan berjalan di dalam Roh berarti dikuasai oleh Roh. Kita telah melihat apa yang terjadi bila kedagingan menguasai manusia. Dosa-dosa yang dahsyat yang diakibatkan oleh keinginan daging ini terjadi di dalam kehidupan setiap orang yang belum diselamatkan. Hal yang sama pula dapat terjadi di dalam kehidupan orang Kristen. Tak ada seorang Kristen yang kebal terhadap dosa kedagingan ini. Karena itu Alkitab menasihatkan kepada kita:
"Sebab itu siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati- hatilah supaya ia jangan jatuh!" (1 Korintus 10:12).
Untuk terhindar dari menuruti atau memenuhi hawa nafsu daging, maka kita harus hidup atau berjalan di dalam roh. Artinya, kita harus senantiasa dikuasai oleh Roh Kudus. Rasul Paulus menulis,
"Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging." (Galatia 5:16). Bagaimanakah kita dapat berjalan di dalam Roh? Untuk dapat hidup atau berjalan di dalam Roh, maka ada tiga perkara yang perlu dilakukan.
Pikiran
Untuk dapat berjalan di dalam Roh, kita harus memusatkan pikiran kita kepada perkara-perkara dari Roh. Kita harus memuliakan kegiatan setiap hari dengan mengadakan saat teduh bersama Tuhan dengan membaca Firman-Nya dan berbicara dengan Dia di dalam doa. Setiap hari, kita patut memusatkan pikiran kita kepada Kristus dan Firman-Nya. Pada saat pikiran kita dipenuhi dengan perkara-perkara yang dari Roh, maka kita akan menyadari pimpinan Roh Kudus itu di dalam kehidupan kita. Sebaliknya apabila pikiran kita dipenuhi dengan perkara-perkara daging, maka hal itu akan memimpin kita kepada perbuatan dosa dan akhirnya mengakibatkan pemisahan dari Tuhan yaitu kematian. Alkitab mengatakan,
"Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu." Galatia 6:8
Perkara-perkara apakah yang memenuhi pikiran kita selama ini? Untuk perkara apakah kita menghabiskan waktu dan uang kita? Apakah perkara yang berasal dari Roh atau daging?
Berserah
Untuk dapat berjalan di dalam Roh, kita harus berserah kepada-Nya. Perkataan "berserah" berarti memberi diri kepada "Tuhan". Kita harus berkata "Ya" kepada Roh dan "Tidak" kepada daging. Jangan sekali-kali kita menyerah kepada daging. Daging itu perlu dimatikan. Alkitab mengatakan,
"Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya." (Galatia 5:24).
Percaya
Untuk dapat berjalan di dalam Roh, kita perlu percaya kepada-Nya. Kita tidak dapat mengalahkan daging itu dengan kekuatan kita sendiri. Roh Kuduslah yang akan mengalahkan keinginan daging itu dan Ia dapat melakukannya bila kita mempercayai-Nya. Bila kita bergantung penuh kepada-Nya, maka Ia akan memproduksikan kehidupan Kristus di dalam kita dan kehidupan Kristus itu akan mengalahkan keinginan daging.
DOA
"Ya Tuhan Yesus, saya berterima kasih untuk Roh Kudus yang sekarang tinggal di dalam saya. Biarlah saya selalu sadar akan kehadiran-Mu. Biarlah saya percaya dan mentaati-Mu setiap saat agar saya tidak menuruti keinginan hawa nafsu daging saya." Amin
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]