KURSUS SEPULUH HUKUM ALLAH[TP-03-SHA]
|
Pertanyaan 01 | Referensi 01a | Referensi 01b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Sepuluh Perintah yang Diberikan |
| Kode Pelajaran | : | SHA-P01 |
Daftar Isi
BACAAN ALKITAB
PENDAHULUAN
DOA
BACAAN ALKITAB: Kel.31:18; 32:15-16; 19:1-25; 20:1-26
Sudah ada sekitar 3,300 tahun, sejak Allah memberikan Sepuluh Perintah kepada umat Israel hingga sampai sekarang ini. Hal ini menarik untuk diingat bahwa peristiwa itu terjadi di atas Gunung Sinai, yang terletak di negara Saudi Arabia saat ini.
Sebelum Sepuluh Perintah diberikan, umat Israel telah diperbudak di Mesir selama lebih dari empat ratus tahun. Tetapi, kemudian Allah melepaskan umat pilihan-Nya dan menuntun mereka keluar dari perbudakan di Mesir menuju tanah yang sudah dijanjikan pada mereka. Tanah ini disebut Tanah Perjanjian, yaitu tanah di mana Anak Manusia akan dilahirkan 1,300 tahun kemudian. Selama 40 tahun, bangsa Yahudi harus mengembara di padang belantara menunggu Allah mengijinkan mereka memasuki Tanah Perjanjian. Mengapa? Karena Allah mempunyai banyak pelajaran yang akan diberikan kepada umat Israel sebelum Dia mengijinkan mereka memiliki tanah tersebut.
Pelajaran-pelajaran itu berupa Sepuluh Perintah yang merupakan bagian luar biasa dari rencana Allah bagi umat yang dikasihi-Nya. Isi dari Perintah-perintah ini ialah tentang peraturan untuk kehidupan manusia, dengan satu tujuan agar seluruh bangsa Israel dan setiap orang dalam bangsa tersebut mendapat kebahagiaan. Allah menginginkan yang terbaik untuk umat pilihan-Nya. Allah tahu bahwa mereka tidak bisa hidup bahagia jika mereka tidak mempunyai aturan-aturan yang menuntun mereka. Tidak akan ada kebahagiaan tanpa adanya hukum-hukum. Keadaan tanpa hukum ini disebut Allah sebagai dosa. Tujuan Allah adalah bukan untuk membebani mereka dengan hukum-hukum dan aturan yang berat. Allah menghendaki umat-Nya bahagia dan makmur. Tahukah Anda bahwa sebagian besar orang Kristen bahkan tidak bisa menghafal Sepuluh Perintah tersebut? Mereka bahkan sering tidak menggunakannya. Kita perlu ingat bahwa para nabi dan rasul tidak lupa atau ceroboh terhadap hukum Allah. Yesaya mengatakan bahwa kedatangan Yesus Kristus akan "...memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia." Yesaya 42:21b. Rasul Paulus dalam Roma 7:12 mengatakan bahwa "...hukum Taurat adalah kudus..."
Hukum Allah adalah kekal. Kita akan selalu memerlukan Sepuluh Perintah Allah.
Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga. Keluaran 19:1 menunjukkan bahwa mereka tiba di padang belantara di kaki gunung Sinai yang saat itu berupa padang pasir. Musa, yang dipimpin oleh Allah sampai ke tempat itu, sendirian mendaki gunung. Di sanalah Allah berbicara kepadanya. Allah mengingatkan Musa bagaimana Dia membebaskan umat Israel dari perbudakan di Mesir. "Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi" (Keluaran 19:5).
Dalam ayat di atas, Allah membuat suatu ketetapan yang juga dikenal dengan sebuah janji. Allah berjanji bahwa Dia akan membuat orang- orang Yahudi menjadi umat-Nya yang khusus dan akan memberkati mereka dengan berbagai cara yang luar biasa. Allah sudah membuat rencana untuk mengutus Anak-Nya sendiri ke dalam dunia. Melalui bangsa Yahudilah Yesus Kristus datang ke dunia kurang lebih 1,300 tahun kemudian. Semua janji Tuhan mengandung syarat. Allah selalu mengatakan, "Aku akan melakukan ini jika kamu melakukan itu." Allah menghendaki orang-orang Yahudi menaati Dia dan memegang perintah- perintah-Nya. Allah menghendaki Israel menjadi bangsa yang kudus dan Dia juga menghendaki Indonesia menjadi suatu bangsa yang kudus.
Alkitab mengatakan bahwa Musa kemudian turun dari gunung dan mengatakan kepada bangsa Israel segala sesuatu yang sudah dikatakan Allah. Orang-orang Israel setuju terhadap rencana Allah, dan mereka mengatakan, "Segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan." ayat 8.
Ada banyak alasan mengapa Allah memberikan Sepuluh Perintah kepada umat Israel dan kepada kita. Marilah kita lihat daftar beberapa alasan tersebut:
Sepuluh Perintah Allah banyak menjelaskan kepada kita tentang sifat Allah dan mengajarkan kepada kita bahwa Allah adalah kudus, murni dan baik dan juga bahwa Allah adalah kasih. Sepuluh Perintah Allah banyak mengajarkan kepada kita tentang Allah itu sendiri. Allah menuliskannya karena Dia mengasihi kita. Perintah-perintah tersebut menghendaki agar kita baik sama seperti Dia baik; murni sebagaimana Dia murni dan kudus sebagaimana Dia kudus. Sepuluh Perintah tersebut mengajarkan bahwa Allah adalah roh dan kita harus menyembah Allah dalam roh dan kebenaran.
Perhatikan bahwa aturan-aturan tersebut adalah untuk orang-orang yang mau menguduskan diri mereka yang berarti mau memurnikan diri mereka. Selama tiga hari mereka harus siap mendengarkan Allah berbicara pada mereka. Orang-orang tidak akan menjejakkan kaki di gunung itu atau bahkan menyentuh batas gunung itu. Allah memperingatkan mereka bahwa jika mereka tidak taat dan mencoba untuk mendaki gunung untuk melihat Dia, mereka akan mati.
Pada suatu pagi terjadi guntur, kilat dan awan yang gelap diatas gunung tersebut, serta ada suara trompet yang keras, dan semua orang menjadi sangat takut.
Musa memimpin orang-orang keluar kemah untuk bertemu dengan Allah. Mereka berdiri di kaki gunung. Muncul api dan asap di puncak gunung dan bumi bergetar dengan keras. Suara trompet terdengar makin keras. Kemudian Musa berbicara mewakili umat Israel. Allah menjawab dengan suara yang keluar dari awan-awan sehingga semua orang dapat mendengar-Nya. Kemudian Tuhan turun ke atas gunung Sinai. Dia memanggil Musa untuk mendaki gunung. Lalu Musa naik untuk bertemu dengan Allah.
Orang-orang sangat ingin bertemu dengan Allah, namun Dia mengutus Musa turun untuk memperingatkan orang-orang bahwa mereka akan mati jika berusaha untuk masuk dalam hadirat-Nya. Bahkan para imam pun tidak diperbolehkan naik. Allah hanya mengundang Musa dan Harun untuk naik dan berbicara dengan-Nya.
Allah adalah kudus dan manusia berdosa. Manusia yang sudah berdosa tidak bisa memandang Allah yang kudus dan hidup. Baru setelah 1,300 tahun kemudian, Yesus akan mati di atas kayu salib untuk dosa-dosa kita. Hal ini memungkinkan bagi orang berdosa untuk datang ke hadirat Tuhan yang kudus dan hidup.
Allah berbicara pada hari itu dan memberikan Sepuluh Perintah/Hukum yang akan kita pelajari dengan seksama dalam pelajaran-pelajaran berikutnya. Orang-orang yang berdosa sangat takut ketika mereka mendengar bunyi guntur, melihat kilat yang menyambar-nyambar, mendengar suara trompet yang keras dan melihat gunung itu mengeluarkan asap. Mereka meminta Musa untuk berbicara pada Tuhan karena takut mereka akan mati jika mendengar suara Tuhan. Musa mengatakan pada mereka bahwa mereka tidak perlu takut kepada Allah jika mereka belajar untuk menghormati dan menaati Allah serta menghindari dosa.
Allah bahkan bersembunyi dari Musa dalam kegelapan yang sangat gelap. Allah yang kudus ingin manusia yang berdosa mengetahui bahwa Dia sudah berbicara kepada Musa. Allah tidak ingin manusia yang berdosa melupakan siapa yang memberi perintah-perintah tersebut. Manusia tidak membuat hukum-hukum atau perintah-perintah ini, tetapi Allah sendiri yang membuatnya. Kesepuluh hukum ini adalah untuk bangsa Yahudi dan juga untuk semua orang.
Pertama kali Allah mengucapkan sepuluh perintah tersebut. Kemudian Dia menuliskan perintah-perintah itu di kedua sisi dari dua loh batu. Allah mengatakan bahwa perintah tersebut adalah "...ditulisi oleh jari Allah" (Keluaran 31:18). Alkitab juga berkata bahwa "Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu." (Keluaran 32:16). Selama berabad- abad, Perintah-perintah tersebut disimpan dalam Tabut Perjanjian, suatu tempat khusus untuk menyimpan Hukum-hukum Allah. Tabut Perjanjian itu kemudian diletakkan dalam ruangan Maha Kudus di dalam Kemah Suci atau setelah Bait Allah dibangun pada zaman raja Salomo dalam ruangan Maha Kudus di dalam Bait Allah.
Sepuluh Perintah tersebut adalah dasar dari hukum-hukum dalam kehidupan bangsa Yahudi. Empat hukum yang pertama berhubungan dengan sikap manusia terhadap Tuhan. Enam hukum yang terakhir membicarakan tentang sikap manusia terhadap sesamanya. Menghormati Allah dan sesama adalah dasar dari Sepuluh Perintah Allah.
Allah memberikan Kesepuluh Perintah untuk kebahagiaan seluruh manusia. Sepuluh Perintah tersebut bukan bersifat sementara. Mereka akan tetap untuk selama-lamanya karena Allah adalah kekal. Perintah-perintah tersebut mencerminkan sifat Allah. Kesepuluh perintah tersebut bersifat menyeluruh karena diperuntukkan bagi semua manusia di mana-mana. Hukum-hukum itu adalah untuk setiap insan di berbagai negara dan suku. Hukum-hukum itu juga ditetapkan untuk pria dan wanita dari setiap generasi turun temurun. Hukum- hukum tersebut adalah untuk kita dan anak cucu kita.
Dan yang perlu kita ingat ialah bahwa Sepuluh Perintah untuk kehidupan manusia tersebut tidak dapat diubah, sama seperti maksud dan kehendak Allah yang memberikan hukum tersebut tidak dapat diubah.
DOA
"Bapa, terima kasih atas pengertian yang Engkau berikan kepadaku untuk memahami bahwa seluruh hukum-Mu kudus. Engkau memberikan perintah-perintah-Mu untuk kebahagian hidup seluruh umat manusia. Berikan aku hikmat dan kemampuan agar dapat melakukan setiap perintah- Mu. Terima kasih Bapa. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 02 | Referensi 02a | Referensi 02b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Perintah Pertama dan Kedua |
| Kode Pelajaran | : | SHA-P02 |
DAFTAR ISI
DOA
Bacaan Alkitab: Keluaran 20:1-3
Ayat Hafalan:
"Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku." Keluaran 20:3
Alkitab mengatakan, Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: "Akulah Tuhan Allahmu yang membawa Engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan" (Keluaran 20:1-2). Setelah firman yang singkat ini, Allah memberikan perintah yang pertama dari Sepuluh Perintah Allah, yang akan kita sebut sebagai SEPULUH HUKUM UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA.
Peraturan pertama untuk kehidupan itu mengatakan,
"Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku." (Keluaran 20:3).
Perintah ini merupakan sesuatu yang baru di antara agama-agama di dunia dan berbeda dari perintah yang ada karena karena pada masa itu manusia beribadah kepada banyak dewa dan patung-patung dari berbagai bentuk. Mereka berpikir bahwa satu dewa akan menolong mereka dalam cinta, dewa lain menolong mereka jika sakit, dan yang lain lagi akan menolong mereka dalam perang. Mereka bahkan mempunyai dewa yang mereka pikir dapat menolong mereka dalam kematian. Sehingga untuk beribadah kepada satu Allah saja jelas merupakan hal yang baru bagi bangsa ini. Bahkan orang-orang Yahudi sendiri pun kadang-kadang beribadah kepada ilah-ilah palsu sebelum Sepuluh Perintah tersebut diberikan.
Itulah sebabnya, ketika Allah memanggil dan memilih bangsa Yahudi ini menjadi milik-Nya, hukum pertama yang harus dilakukan untuk kebahagiaan mereka adalah: "Janganlah ada padamu allah lain dihadapan- Ku." Apakah arti perintah ini?
Cocok sekali jika perintah yang pertama dimulai dengan Allah. Pada awalnya Allah mengatakan "Akulah", artinya Allah betul-betul ada dan Dia hidup. Alkitab tidak perlu membuktikan bahwa Allah itu ada, Alkitab hanya perlu menyatakan bahwa Allah itu ada. Segala sesuatu yang hidup berakar dalam Allah. Benar bahwa Allah adalah sumber dari segala yang hidup yang akan mendatangkan kebahagiaan. Kita bisa menemukan kebahagiaan dan kedamaian yang sejati hanya di dalam Dia.
Perintah ini juga mengajarkan bahwa Allah adalah suatu pribadi. Allah tidak hanya ada, tetapi Dia juga Allah sebagai suatu pribadi. Ini berarti bahwa Dia mengetahui dan memperhatikan kita semua. Dia mengetahui nama kita, masalah kita, pencobaan-pencobaan yang kita alami, dosa-dosa kita, kekuatan kita dan kelemahan-kelemahan kita. Hukum-hukum Allah bersifat pribadi, dan seperti juga Allah, hukum- hukum itu bersifat kekal. Allah mengatakan, ENGKAU. Kata yang bersifat pribadi ini menunjuk kepada kita masing-masing. Allah melihat kita dan mengetahui kita semua satu per satu. Setiap perintah tersebut adalah Firman yang bersifat pribadi dan hidup. Setiap perintah itu adalah untuk Anda dan saya secara pribadi. Allah adalah Allah yang hidup dan bersifat pribadi.
"Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan" Keluaran 20:2.
Perintah ini juga mengajarkan bahwa Allah secara pribadi ada untuk membebaskan kita keluar dari kesulitan-kesulitan kita. Bangsa Yahudi menjadi budak di tanah Mesir, Allah memandang dan mengasihi mereka. Dia membebaskan dan memberikan mereka seorang pemimpin yaitu Musa. Dia membelah Laut Merah agar umat Israel dapat menyeberang. Dia membuat air keluar dari batu ketika mereka perlu air untuk melepas dahaga. Dia mengirimkan burung puyuh di padang gurun sehingga orang-orang mendapatkan makanan. Dia mengirimkan makanan dari surga sehingga mereka tidak kelaparan. Dia memberikan tiang awan dan tiang api yang menuntun, menerangi dan menaungi mereka. Allah memberikan sepuluh peraturan untuk kebahagiaan mereka. Dan Perintah Pertama ini adalah rencana Allah untuk mencegah supaya manusia tidak sengsara tetapi mendapatkan kebahagiaan. Allah ingin supaya kita bergantung kepada-Nya dan bukan kepada seseorang atau sesuatu. Allah adalah sumber dari semua kebaikan dan kita dapat bergantung kepada-Nya.
Hukum ini mengatakan bahwa setiap manusia dapat mempunyai satu- satunya Allah sebagai milik pribadinya sendiri. Allah tidak berubah, tetapi pemikiran kita tentang Allah itulah yang sering berubah. Allah tetap sama untuk selama-lamanya. Alkitab mengatakan, "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama- lamanya" (Ibrani 13:8). Ada suatu kabar yang baik yaitu bahwa Allah tersedia untuk setiap orang. Ketika kita memiliki Allah, kita memiliki segala sesuatu. Mengatakan bahwa Allah memperhatikan berarti mengatakan bahwa Allah mengasihi. Allah yang secara pribadi mengasihi kita pasti akan membebaskan kita dari dosa dan maut sama seperti Dia membebaskan umat Israel. Fakta yang menunjukkan bahwa Dia adalah Allah kita, cukup untuk menguatkan semangat dari orang Kristen yang terlemah atau terkuat sekalipun.
Sekarang kita sampai kepada inti dari perintah ini. Alkitab mengatakan, HANYA ADA SATU ALLAH. Hanya ada satu yang bersifat ilahi. Hanya Allah yang layak menerima ibadah kita. "namun bagi kita hanya ada satu Allah saja yaitu Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup." (1 Korintus 8:6). Pembacaan Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa janganlah kita menempatkan ilah-ilah lain dihadapan atau di samping Allah. Allah menginginkan kasih kita yang sepenuh hati. Tidak bisa ada kesetiaan yang terbagi antara kepada Dia dan kepada yang lain. Alkitab mengatakan, "Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan," Ulangan 6:4-6.
Perintah ini mengajarkan bahwa umat Israel harus menyembah Allah saja dan mereka harus berbalik dari semua ilah-ilah yang lain. Ada banyak bentuk penyembahan kepada roh-roh di Indonesia. Lebih dari itu, banyak tradisi di Indonesia yang bertentangan dengan penyembahan yang sejati kepada Allah. Perintah ini adalah untuk semua orang: "Janganlah ada padamu Allah lain dihadapan-Ku." (Keluaran 20:3). Allah harus menjadi yang pertama dalam hidup Anda.
Perintah ini jelas mengatakan,"Jika kamu berbalik dari ilah-ilah yang palsu, maka kamu akan memiliki Aku." Kita akan menemukan Allah ketika kita bersedia untuk meninggalkan segala sesuatu yang lain demi untuk menemukan Dia. Orang-orang Yahudi pada masa itu dapat memiliki Allah hanya jika mereka mau meninggalkan ilah-ilah yang palsu dari bangsa-bangsa lain. Tuhan Yesus mengatakan, "Jika seseorang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkan Dia dan makan bersama-sama dia dan dia bersama-sama Aku." (Wahyu 3:20). Hal ini berarti bahwa jika kita mau meninggalkan ilah-ilah yang lain maka kita akan mengenal Allah yang sejati. Perintah ini bagi kita bukan hanya hukum yang melarang ("janganlah ada padamu") melainkan suatu kabar baik yang cemerlang.
Sekali waktu Martin Luther pernah mengatakan, "Apa pun yang menjadi tempat bergantung dan bersandar hatimu, itulah ilahmu." Bangsa Israel tergoda untuk menempatkan dewa-dewa palsu di tempat yang menjadi milik satu-satunya Allah yang sejati. Mereka mencoba untuk menyembah Allah dan ilah-ilah yang lain pada saat yang sama. Orang- orang Kristen seharusnya tidak meninggalkan iman mereka kepada Allah. Tetapi kenyataannya, banyak orang Kristen yang justru memiliki hal-hal dalam kehidupannya yang mendapat bagian dari kesetiaan mereka, di samping kesetiaan mereka kepada Allah. Bagi beberapa orang hal-hal tersebut adalah kekayaan atau bahkan pendidikan. "Maka berkatalah Yesus kepadanya: Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis: engkau harus menyembah Tuhan Allahmu dan hanya kepada Dia saja engkau berbakti." (Matius 4:10).
Pertanyaannya adalah bukan apakah kita percaya melainkan siapa atau apa yang kita percayai. Perintah ini menjelaskan bahwa manusia akan memberikan kesetiaan mereka kepada Allah yang sejati ataukah kepada dewa-dewa yang palsu. Siapa atau apakah yang kamu sembah? Siapa pun atau apa pun yang menerima ketaatan dan kasihmu yang terbesar adalah ilah bagimu. Ingatlah bahwa Anda berada di bawah kuasa yang Anda pilih untuk Anda taati. "Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?" (Roma 6:16). Allah menginginkan tempat pertama dalam kehidupan dan hati kita. Tuhan kita Yesus Kristus mengatakan, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yohanes 14:15). Alkitab mengatakan, "Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!" (Yosua 24:15).
Bacaan Alkitab: Keluaran 20:4-6
Ayat Hafalan:
"Jangan membuat bagimu patung..." Keluaran 20:4
Kita telah mempelajari bahwa perintah yang pertama "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku" (Keluaran 20:3), adalah suatu perintah yang jelas untuk menyembah Allah. Perintah Kedua "Jangan membuat bagimu patung..." (Keluaran 20:4) menunjuk pada semua lambang dari dewa (ilah-ilah) yang mungkin dapat dibuat dan disembah atau digunakan manusia sebagai pengganti dari penyembahan kepada Allah yang sejati. Inti dari Perintah Kedua ini adalah berhubungan dengan membuat dan menyembah berhala.
Salah satu alasan mengapa Allah memberikan perintah ini kepada mereka, karena bangsa Israel ada dalam bahaya penyembahan berhala. Ketika bangsa Israel menjadi budak di tanah Mesir. Bangsa Mesir adalah bangsa yang menyembah banyak dewa. Mereka menyembah matahari, bulan dan bintang. Mereka juga menyembah binatang- binatang seperti ular, kerbau, buaya, dan bahkan kumbang-kumbang. Merupakan hal yang alamiah bagi manusia untuk menyembah karena Allah memang menciptakan manusia seperti itu. Tetapi, karena keterbatasan kita sebagai manusia, keinginan alamiah ini kadang- kadang berubah menjadi sesuatu yang buruk dan bukan sesuatu yang baik. Memang baik untuk menyembah jika kita menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Ibadah yang palsu tidak pernah baik. Hal ini selalu menjauhkan manusia dari Tuhan dan bukan mendekat kepada-Nya. Umat Israel dalam bahaya jatuh ke dalam ibadah yang palsu. Waktu di tanah Mesir, tetangga-tetangga mereka menyembah berhala, sehingga memudahkan bangsa Yahudi untuk menjadi penyembah berhala. Allah memberikan Perintah Kedua untuk kehidupan manusia ini, supaya manusia tidak lagi ragu-ragu bahwa Allah mengharapkan mereka hanya menyembah Dia. Dia bahkan tidak ingin mereka menyembah-Nya dengan sebuah berhala yang mewakili-Nya.
Kita mungkin memulai dengan bertanya "Mengapa Allah melarang manusia untuk membuat patung atau sesuatu yang mewakili Allah?" Ada dua alasan mengapa Allah mencela penyembahan berhala. Pertama adalah bahwa patung-patung itu merampas pengetahuan tentang Allah dari manusia. Segala bentuk apa pun yang mewakili Allah buatan manusia adalah salah. Hal-hal tersebut merendahkan dan menghina Allah. Hal- hal tersebut juga menipu dan membuat manusia menjadi jahat. Rasul Paulus mengatakan kepada orang-orang di Athena, yang merupakan penyembah-penyembah berhala yang besar "Allah ... tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.... “Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia." (Kisah Para Rasul 17:24-25, 29).
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:24). Kita juga harus ingat bahwa Sang Pencipta selalu lebih besar dan berkuasa dari apa yang diciptakan-Nya. Ketika orang-orang menyembah berhala, kita bisa melihat bahwa mereka pasti jatuh dalam dosa dan jalan-jalan yang jahat. Mereka menjadi jauh dari usaha mereka untuk melakukan yang terbaik dan mengambil jalan keluar yang mudah. Lebih mudah untuk menyembah berhala yang terbuat dari perak atau emas daripada hidup kudus bagi Allah.
Alasan yang lain mengapa Allah melarang penyembahan berhala adalah bahwa Allah hanya mempunyai satu bentuk yaitu diri-Nya sendiri dan bentuk itu kudus. Bentuk ini ada dalam pribadi Yesus Kristus. "Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan." (Kolose 1:15). Kristus sendiri secara utuh dapat menyatakan Allah yang mulia. Tak ada orang lain di seluruh alam semesta yang berhak untuk mengatakan "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." (Yohanes 14:9). Satu-satunya pernyataan kasih Allah yang sempurna adalah dalam sosok Yesus Kristus. Hanya di hadapan-Nya kita dapat betul- betul menyembah Allah Bapa. Kristus tidak pernah menolak penyembahan. Sebagai contoh, Dia telah menyembuhkan orang buta dan yang menderita kusta. Hal ini telah membuat kagum murid-murid dan para wanita yang semuanya menyembah di kaki-Nya. Tak seorang pun yang mencela mereka.
Keserakahan (menginginkan sesuatu yang bukan menjadi miliknya) adalah bentuk dari penyembahan berhala, Kolose 3:5. "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala..." Penyembahan berhala berasal dari hati manusia yang jahat. Berhala-berhala yang nampak merupakan ciptaan dari nafsu batiniah manusia. Kita mungkin mengatakan bahwa ada dua macam berhala yaitu berhala yang nampak (di luar manusia) dan tidak nampak (di dalam hati manusia). Berhala-berhala yang nampak mungkin terbuat dari kayu, batu, perak, emas atau benda-benda yang lain. Allah menghendaki supaya kita tidak membuat dan menyembah ilah-ilah seperti itu. Bentuk berhala yang lain adalah berhala-berhala dalam hati yang bersumber dari nafsu manusia. Mungkin itu berupa nafsu untuk mendapatkan kekuasaan atau uang, nafsu kedagingan, keinginan mata atau kesombongan hidup. Kita bahkan harus berhati-hati akan penyembahan terhadap roh-roh jahat dan kuasa kegelapan, termasuk segala jenis sihir. Allah juga menghendaki agar kita tidak menyembah dan melayani dewa-dewa yang memisahkan kita dari pada-Nya. Ada sesuatu dalam diri manusia yang merupakan penyembah berhala dan ini harus mati. Yang pasti, orang Kristen seharusnya tidak mempraktikkan penyembahan berhala, baik yang nampak maupun yang tidak nampak (keinginan kita yang melebihi atau menentang kehendak Allah), karena kita akan menemui kesulitan untuk menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh dan bebas.
Hukum yang kedua membawa suatu peringatan yang menentang penyembahan berhala. Hukum itu memberitahu kita bahwa Allah adalah Allah yang cemburu. Hal ini berarti bahwa Allah tidak menghendaki kita membagi kasih kita untuk-Nya dengan ilah-ilah yang lain. Allah menghendaki kita untuk menyembah dan melayani Dia saja. Allah melarang kita untuk membuat berhala apa pun juga atau menyembahnya karena penyembahan berhala akan membelokkan hati kita ke ilah-ilah yang lain. Allah tidak menghendaki adanya saingan bagi-Nya. Yehowa adalah Allah yang menghukum mereka yang berbalik menjauhi-Nya. Setiap orang yang menyembah berhala akan menderita. Lebih dari itu, anak cucu mereka akan menderita juga. Hukuman akan jatuh kepada para penyembah berhala. Hukum ini memerlukan perhatian pada kemurnian ibadah. Hukum ini mengingatkan kita bahwa persekutuan dengan Allah bersifat langsung. Kita tidak perlu melalui seorang pendeta untuk bisa mencapai telinga dan hati Allah. Setiap orang dapat datang kepada Allah melalui Yesus Kristus. Sekali lagi, Allah memerintahkan kita untuk mengasihi dan menyembah-Nya dan untuk memegang perintah-perintah-Nya. Ini adalah jalan untuk menemukan kebahagiaan yang sejati. Allah telah berjanji untuk memberkati kita dan anak cucu kita jika kita mengasihi dan melayani-Nya dan memegang perintah-perintah-Nya.
DOA
"Tuhan, ampunilah aku apabila Engkau mendapati aku memiliki hati yang tidak sepenuhnya untuk Engkau. Ajarkan aku memiliki sikap yang selalu menempatkan Engkau lebih tinggi dari segala-galanya, karena hanya Engkaulah yang layak disembah dan dipuja. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 03 | Referensi 03a | Referensi 03b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA |
| Nama Pelajaran | : | Perintah Ketiga dan Keempat |
| Kode Pelajaran | : | SHA-P03 |
DAFTAR ISI
PERINTAH KETIGA
Bacaan Alkitab
Ayat Hafalan
PERINTAH KEEMPAT
Bacaan Alkitab
Ayat Hafalan
DOA
Bacaan Alkitab: Keluaran 20:8-11
Ayat Hafalan:
"Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan." (Keluaran 20:7).
Peraturan ketiga untuk kehidupan manusia yang diberikan Allah pada umat-Nya berhubungan dengan nama Allah dan kebenaran. Perintah tersebut mengatakan, "Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan." (Keluaran 20:7).
Martin Luther mengatakan mengenai perintah ini. "Kita harus takut dan mengasihi Tuhan supaya kita tidak mengutuk, bersumpah, membaca mantera, berbohong atau menipu dengan menggunakan nama-Nya, tetapi memanggil nama-Nya di dalam setiap waktu dan menyembah-Nya dalam doa, pujian dan ucapan syukur." Martin Luther menyimpulkan sedalam- dalamnya dari perintah yang diberikan untuk kebahagiaan kita ini.
Perintah ini melarang beberapa hal. Baiklah kita mempelajarinya dengan seksama dan melihat apakah kehidupan kita diatur oleh hukum Tuhan ini.
Pada masa Perjanjian Lama, nama seseorang adalah sangat penting karena nama itu mencerminkan sifatnya. Nama yang bagus adalah sesuatu yang membawa kebanggaan keluarga. Nama baik adalah sesuatu yang harus dilindungi dengan cara apa pun juga. Sebuah nama mencerminkan kehormatan seseorang, keluarganya dan posisi seseorang di masyarakat. Hampir ada seratus nama bagi Allah dalam Perjanjian Lama. Setiap nama itu menerangkan pada kita sesuatu tentang sifat Allah. Dalam Perjanjian Baru kita juga membaca tentang beberapa nama yang diberikan pada Yesus. Nama-nama ini menjelaskan kepada kita tentang sifat-Nya. Nama-nama itu menjelaskan seperti apa Dia. Marilah kita membuat daftar beberapa nama yang diberikan dalam Alkitab untuk Yesus:
Nama Allah adalah kudus karena nama ini mencerminkan pribadi-Nya. Perintah ini melarang kita untuk berbicara dengan nama Allah yang kudus sebagai kata-kata kutuk. Salah satu kesempatan di mana beberapa orang menggunakan nama Allah adalah ketika mereka menggunakannya sebagai kata-kata mengumpat. Mengumpat menunjukkan rohani yang sakit. Jika kita sungguh-sungguh mengenal Allah, kita tidak akan menggunakan nama-Nya dengan sia-sia dengan cara apa pun yang tidak ada artinya. Nama Allah atau Kristus, harus digunakan dengan semestinya untuk memuliakan daripada untuk menghina Allah. Orang-orang kafir bahkan memperlakukan nama dewa-dewa mereka dengan penghargaan yang tinggi. Seberapa jauh kita seharusnya lebih menghormati nama Tuhan dan Juruselamat kita?
Perintah ini juga melarang sumpah palsu dalam pengadilan. Di Amerika, ketika seseorang muncul di pengadilan untuk memberikan kesaksian, dia akan meletakkan tangannya di atas Alkitab untuk bersumpah bahwa ia akan bersaksi dengan benar. Dia kemudian menyatakan bahwa dia akan mengatakan "kebenaran yang seutuhnya, tidak akan mengatakan yang lain kecuali kebenaran itu sendiri, jadi tolonglah aku, ya Allah." Setiap orang yang meletakkan tangannya di atas Alkitab seperti itu berarti dihadapan umum memanggil Allah sebagai saksinya bahwa dia mengatakan kebenaran. Melakukan hal ini dan kemudian berbohong adalah masalah yang sangat serius. Hal ini melanggar perintah Allah yang ketiga ini, dan Allah mengatakan bahwa Dia akan menghukum barang siapa yang melakukan hal ini.
Perintah ini menunjuk pada kekudusan sumpah yang diambil di hadapan Allah dan pentingnya berkata benar setiap waktu. Kata-kata adalah seperti mata pisau, Anda harus berhati-hati menggunakannya. Kata- kata seorang Kristen harus bisa dipercaya. Seorang Kristen harus memegang kata-kata dan janjinya. Sebuah janji adalah suatu hal yang sangat serius, dan jika kita melanggar kata-kata kita, berarti kita juga melanggar perintah ini. Jika hal itu terjadi, maka berarti kita sedang menunjukkan pada orang-orang bahwa kita tidak bisa dipercaya. Berbohong, menipu dan mencuri adalah seperti tiga bersaudara yang jahat.
Pada jaman Musa, ada orang-orang yang lupa mengatakan kebenaran. Kita hidup di jaman di mana ada orang-orang yang sudah lupa mengatakan kebenaran. Tuhan Yesus mengatakan "Jangan sekali-sekali bersumpah..." Matius 5:34. Perintah ini sebenarnya secara sederhana bermaksud untuk mengatakan, "katakanlah kebenaran."
Nama Allah adalah kudus dan murni. Jika kita menyebut diri kita orang Kristen, maka kita harus berhati-hati untuk tidak menggunakan nama Allah dengan cara yang tidak semestinya. Hukum ini memerintahkan pada kita untuk hidup dan berbicara kebenaran. Tuhan Yesus mengatakan "dikuduskanlah nama-Mu..." (Matius 6:9), ketika berdoa Bapa Kami. Kata "dikuduskanlah" berarti "diberkatilah" dan mengandung maksud pemujaan dan penghormatan. Kita harus menghormati nama Allah setiap waktu, karena nama Allah mencerminkan diri-Nya sendiri.
Jika kita mengaku Tuhan sebagai Allah kita, kita harus berhati-hati untuk tidak membawa malu atas-Nya dengan kata-kata atau perbuatan yang tidak murni atau pengakuan yang tidak tulus. Menyebut diri Anda sebagai seorang Kristen namun bertindak sebagai seorang kafir adalah bentuk dosa lain yang menentang perintah yang ketiga ini.
Perintah ini diakhiri dengan suatu peringatan yang serius dari Allah yang mengatakan "Tuhan akan memandang bersalah kepada orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan." Allah mengatakan bahwa jika kita melecehkan nama-Nya, mengutuk, bersumpah palsu di pengadilan, atau menggunakan nama Allah dengan cara yang tidak semestinya, Dia akan meminta pertanggungjawaban dan menghukum kita. Rasul Paulus memberikan peringatan kepada Timotius mengenai orang- orang Kristen. Peringatan ini mengatakan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." 2Timotius 2:19. (Kejahatan berarti dosa).
Marilah kita berhati-hati untuk menghormati nama Allah dalam setiap cara dan selalu berbicara kebenaran, sehingga kita dapat membawa hormat dan kemuliaan bagi nama Allah.
Bacaan Alkitab: Keluaran 20:8-11
Ayat Hafalan:
"Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat." Keluaran 20:8.
Perintah Keempat yang diberikan Allah untuk kehidupan manusia adalah "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu." Keluaran 20:8-10.
Mudah untuk memikirkan bahwa jika kita melanggar Perintah yang Keempat, hal itu tidak akan seserius jika melanggar sembilan perintah yang lainnya. Tetapi, barang siapa yang hendak melanggar perintah yang keempat, maka dalam hatinya sudah memiliki niat untuk melanggar perintah yang lain atau bahkan semua perintah yang ada.
Inti dari perintah ini adalah menyatakan bahwa kita harus menguduskan semua waktu, pekerjaan dan masih istirahat demi Allah.
Kata "Sabat" menunjuk kepada hari ketujuh, dan itu berarti hari Sabtu. Dalam hitungan kalender Yahudi, hari sabat di mulai dari jam 6 sore. Mengenai hari ini, Allah berfirman, "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat." Ini bukanlah yang pertama kali perintah ini diberikan kepada umat Israel, karena Allah mengatakan "ingatlah." Sejak awal mula penciptaan, Allah sudah memberikan perintah ini kepada manusia. Kitab Kejadian menjelaskan kepada kita bahwa Allah menciptakan dunia dalam enam hari dan pada hari yang ketujuh Allah berhenti. Inti kata Sabat berarti "Beristirahat setelah bekerja keras." Orang-orang lupa untuk memelihara perintah Allah yang sebenarnya. Karena itu Allah memperingatkan mereka bahwa mereka hendaklah mengambil satu hari dari tujuh hari yang ada sebagai hari yang kudus untuk beristirahat dan beribadah. Hari Sabat orang Yahudi berbeda. Hari itu merupakan karunia dari Allah dan menjadi hari yang dihormati. Allah memberikan perintah ini karena Dia sudah menunjukkan contoh dan bekerja enam hari dalam menciptakan dunia kemudian Dia berhenti pada hari yang ketujuh.
Selanjutnya hukum ini mengatakan, "enam hari lamanya Engkau akan bekerja..." Ada yang lebih dalam mengenai perintah ini daripada hanya sekedar perhatian satu hari untuk beristirahat. Hukum ini juga merupakan suatu perintah untuk bekerja keras dan menentang kemalasan. Perintah keempat adalah suatu perintah untuk bekerja keras selama enam hari dengan rajin, juga untuk beristirahat satu hari agar dapat memberikan penghormatan kepada Allah. Seseorang yang membuang waktu pada satu dari enam hari yang tersedia sama bersalahnya di hadapan Allah seperti orang yang bekerja di hari Sabat. Itu artinya, kita harus menggunakan dengan baik enam hari yang diberikan Tuhan untuk bekerja keras dan memberikan satu hari, yaitu hari Sabat untuk beristirahat demi Allah. Merupakan hal yang berbahaya jika mengabaikan hari yang kudus ini. Hari tersebut adalah milik Allah. Dalam kehidupan Kekristenan tidak ada tempat bagi penidur atau pemalas. Ini adalah suatu perintah yang menentang kemalasan. Jelas bahwa satu hari dari tujuh hari yang ada harus menjadi hari yang kudus. Kita harus menjaganya tetap kudus dengan menghindarkannya dari segala kerja dan usaha manusia. Kita musti menguduskan satu hari dalam seminggu untuk beristirahat dalam hadirat Allah.
Pekerjaan kadang-kadang sulit untuk didapatkan, juga sulit untuk dipertahankan. Kita tidak harus keluar dari pekerjaan. Alkitab justru mengatakan bahwa setiap orang harus bekerja. Jika seseorang tidak dapat bekerja untuk mendapatkan upah, maka dia harus bekerja tanpa upah. Kita selalu bisa bekerja. Seorang pengangguran janganlah tinggal tanpa melakukan pekerjaan. Dalam Amsal 14:23 kita membaca, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." Ini adalah janji dari Allah sendiri. Allah mengatakan, jika seseorang bekerja keras di rumah atau tetangga sekitarnya, meskipun dia tidak mempunyai penghasilan yang tetap, akan ada keuntungan karena kerja kerasnya, yaitu keuntungan moral dan finansial (uang). Tuhan Yesus mengatakan, "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33). Allah mengatakan bahwa jika kita mencari kerajaan Allah dan kebenarannya dan memberi diri kita untuk bekerja keras dalam ketaatan kepada perintah Allah, maka Dialah yang akan mengatur hidup kita dan menyediakan kebutuhan- kebutuhan kita. Rasul Paulus mengatakan, "Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23- 24).
Bangsa Yahudi membuat hari Sabat menjadi hari yang penuh dengan mengatakan, "janganlah kamu melakukan ini dan itu." Mereka membatasi hari itu dengan banyak peraturan sehingga menjadi sebuah beban untuk menjaga hari itu sebagai hari yang kudus.
Hari Tuhan adalah hari bagi kita untuk beristirahat dan beribadah. Orang-orang Kristen yang mula-mula mengubah hari untuk beribadah itu. Mengapa? Karena Tuhan Yesus menyatakan kemenangan-Nya atas kuasa dosa, dengan cara bangkit dari kematian-Nya pada hari pertama, yaitu hari Minggu. Oleh karena itu sebagian besar orang Kristen menganggap hari Minggu sebagai hari untuk istirahat dan beribadah. Hari itu bukanlah hari Sabat atau hari ketujuh dalam satu minggu. Hari itu adalah hari pertama dalam satu minggu.
Gereja Kristen memelihara hari ini sejak awal mulanya dan menyebutnya sebagai hari Tuhan.
Hal-hal yang kita pilih untuk kita kerjakan pada hari Minggu menunjukkan seperti apa kita dan apa yang kita pikirkan tentang Kristus. Penggunaan terbesar dari hari Minggu adalah sebagai hari ibadah dan istirahat. Ibadah dan istirahat berjalan bersama-sama. Setiap orang memerlukan hari yang kudus ini. Jika kita melupakan hari ini, sama artinya kita sedang melupakan Allah.
Hari Minggu adalah hari bagi keluarga untuk bersama-sama, bagi antara teman untuk saling bertemu, bagi orang-orang percaya untuk beribadah bersama-sama. Beribadah berarti bertumbuh dengan kuat secara rohani. "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru." Yesaya 40:31.
Perintah keempat menyisihkan hari yang ketujuh sebagai hari Tuhan, satu hari yang dikhususkan untuk beristirahat dan beribadah. Allah memberikan hari Sabat bagi bangsa Yahudi pada jaman dahulu kala. Hari Minggu adalah bagi orang Kristen untuk semua generasi. Tujuannya tetap sama: satu hari untuk beristirahat dan menghormati Allah. Apa yang sedang kita pikirkan sekarang, tentang hari Sabat orang Yahudi atau Hari Tuhan bagi orang Kristen, kedua-duanya merupakan jenis hari yang dikhususkan.
Hari Sabat harus menjadi hari yang kudus. Sejak awal, hari ini sudah menjadi satu hari yang kudus. Allah sendiri menghargainya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari Sabat. Bukan hanya hari itu menjadi hari yang kudus, tetapi yang lebih penting, hari itu harus menjadi hari ibadah. Bagi sebagian besar orang Kristen, hari Minggu adalah hari yang sudah ditetapkan untuk menyembah dan memuji Tuhan. Setiap hari Minggu kesannya seperti "Minggu Kebangkitan". Hari itu adalah waktu untuk menyembah Kristus yang telah mati disalibkan bagi kita di atas Kalvari.
Hari Minggu adalah hari yang diciptakan untuk manusia. Sejak awalnya, Allah menginginkan hari yang khusus untuk menjadi hari perhentian bagi manusia. Hari istirahat itu dimaksudkan juga khususnya untuk melindungi mereka yang hari-harinya bukan sepenuhnya mereka miliki. Hari itu bahkan memberi kesempatan kepada para budak untuk beristirahat. Hari yang khusus ini memberikan keuntungan kepada manusia karena sesuai dengan kebutuhan manusia. Allah tidak pernah bermaksud untuk membuat hari ini menjadi beban bagi manusia. Hari tersebut dimaksudkan sebagai hari istirahat dan bersukacita. Hari itu adalah hari untuk kebaikan manusia. Yesus selalu memberikan manfaat bagi manusia di atas hari itu sendiri. Dunia yang beradab saat ini berhutang kepada gereja Kristen dengan adanya hari bebas untuk bekerja.
Hari Sabat seharusnya menjadi hari yang bahagia. Sejak awal Allah bermaksud demikian sehingga barangsiapa yang letih dapat beristirahat dari kerja keras mereka. Hari itu adalah hari berkat bagi semua, hari penyegaran pikiran dan tubuh. Karena kasih Allah bagi kita, Dia memberikan pada kita hari itu untuk beribadah kepada-Nya dan untuk beristirahat.
Arti dan tujuan hari itu tetap tidak berubah. Sampai hari ini hari itu tetap menjadi hari istirahat, ibadah dan penghormatan kepada Allah.
Hari tersebut sungguh-sungguh adalah milik Tuhan.
DOA
"Tuhan tolonglah aku agar dapat menggunakan mulutku untuk mengatakan sesuatu yang benar tentang Engkau, kapan pun dan di mana pun aku berada. Tolonglah juga agar aku dapat menggunakan hari-hari yang Kau percayakan untuk berkarya dan beristirahat demi kemuliaan nama-Mu. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 04 | Referensi 04a | Referensi 04b | Referensi 04c
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Perintah Kelima, Keenam dan Ketujuh |
| Kode Pelajaran | : | SHA-P04 |
DAFTAR ISI
PERINTAH KELIMA
Bacaan Alkitab
Ayat Hafalan
PERINTAH KEENAM
Bacaan Alkitab
Ayat Hafalan
PERINTAH KETUJUH
Bacaan Alkitab
Ayat Hafalan
DOA
Bacalah: Efesus 6:1-9
Ayat Hafalan:
"Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." Keluaran 20:12.
Peraturan kelima untuk kehidupan manusia yang diberikan Allah adalah "Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu kepadamu." (Keluaran 20:12). Perintah ini berhubungan dengan hal-hal yang membuat keberhasilan seperti kebahagiaan, keamanan, singkatnya hal-hal yang biasanya kita inginkan.
Rasul Paulus menyebut perintah ini dalam Efesus 6:1-9 sebagai perintah pertama yang disertai dengan janji. Perikop ini memberikan kepada kita suatu gambaran dari rumah tangga bahagia yang dibangun dengan kuat di atas penghormatan, ketaatan dan kasih. Rumah tangga seperti ini adalah merupakan kemuliaan dan kekuatan suatu bangsa. Ketika kita mengasuh seorang anak dalam rumah tangga Kristen yang baik berarti suasana dalam perintah pertama itulah yang akan anak itu pelajari. Orang tua mempunyai tanggung jawab sejak awal memberikan pengajaran kepada anaknya untuk mengasihi dan menaati ayah dan ibunya. Dia akan belajar bersikap dengan penghormatan yang semestinya untuk orang lain. Inilah dasar dari hidup yang baik. Marilah kita ingat bahwa penghormatan pada orang tua bukanlah hanya sifat dari agama Kristen. Sebagian besar agama di dunia menjunjung tinggi prinsip yang baik ini. Sebagai umat Kristen, kita harus memandang Kristus sebagai teladan kita dalam mengasihi orang tua. Tuhan Yesus mengasihi Yusuf dan Maria sebagai orang orang tuanya.
Paulus, dalam Efesus 6:1-9 menerapkan janji pada umat Kristen ketika dia mengatakan, "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." Efesus 6:1.
Ini merupakan kesempatan bagi anak-anak untuk menaati orang tua mereka karena dengan melakukan demikian, mereka akan lebih mudah dan lebih "secara alami" untuk taat kepada Bapa mereka di surga. Inilah alasan mengapa ketaatan kepada perintah ini mengandung janji keadaan yang lebih baik dan juga umur yang panjang. Mereka yang taat, akan hidup lebih berkelimpahan daripada mereka yang tidak taat. Setiap anak harus mempunyai kesempatan untuk taat. Anak-anak perlu mengingat bahwa orang tua memiliki pengetahuan lebih karena pengalaman hidupnya daripada mereka. Banyak orang tua yang sudah membayar dengan mahal untuk pengetahuan yang mereka miliki. Anak- anak janganlah melupakan hal ini dan harus menghormati orang tua dalam seluruh hidup mereka.
Sebagai anak-anak, kita harus menghormati orang tua dengan cara menaati dan selalu berbicara dengan sukacita dan hormat. Cara bicara kita harus dengan penghormatan yang semestinya. Sebagai pria dan wanita yang dewasa, kita harus selalu menunjukkan rasa hormat pada orang tua kita. Kita harus selalu peka terhadap perasaan mereka dan siap untuk memberi bantuan yang mereka perlukan. Anak- anak harus memberikan rasa hormat pada orang tua, kakek nenek, paman dan bibi dan juga kepada semua orang yang sudah dewasa khususnya yang lebih tua dari kita. Ada tingkatan kasih dan penghormatan yang harus diberikan kepada orang tua. Orang lain tidak bisa menerima penghormatan seperti itu.
Allah mengatakan pada kita bahwa kita hendaknya menaati orang tua kita dan memberikan penghargaan yang tinggi. Orang-orang yang menghormati orang tua mereka tidak akan pernah berhenti untuk merawat orang tua mereka, bahkan ketika perbuatan orang tua mereka mendukakan Allah dan manusia. jika Anda tidak pernah mengungkapkan rasa hormat sebelumnya, maka setelah orang tua Anda meninggal, akan menjadi tidak begitu berarti mengungkapkan hormat Anda kepada orang tua, sia-sialah bagaimanapun dalamnya dukacita Anda karena kematian mereka.
Manusia memiliki kecenderungan untuk menyerupai mereka yang dihormati. Untuk itu, hal yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua agar dapat mendorong anak-anak memiliki rasa hormat terhadap kita ialah kita harus menjadi pria atau wanita yang baik sebagaimana seharusnya. Pria dan wanita yang baik harus memiliki sifat-sifat yang baik yaitu, kita seharusnya menjadi ikhlas, tidak egois, dan dipenuhi kebaikan. Orang tua janganlah hanya memberikan nasihat yang baik kepada anak-anaknya. Mereka seharusnya hidup pula di dalam nasihat yang baik itu. Anak-anak pun seharusnya dihormati selayaknya orang tua dihormati oleh anak-anaknya. Kasih seharusnya ada dalam setiap rumah tangga. kasihlah yang dapat mempererat hubungan antara orang tua terhadap anak-anak, dan anak- anak terhadap orang tua.
Prinsip menghormati tidak hanya ditujukan kepada orang tua, tetapi juga bagi mereka yang sudah ditetapkan di atas kita. Kita harus menghormati Presiden Indonesia. Kita harus menghormati pejabat pemerintah yang sudah ditetapkan di atas kita. Kita harus menghormati para guru, gembala, dan para pemimpin agama yang lain. Kita seharusnya memberikan penghormatan ini karena demikianlah seharusnya.
Selain itu, marilah kita jangan lupa bahwa kita selayaknya memberikan ketaatan kita pada otoritas yang tertinggi yaitu Allah. Karena anak-anak harus menghormati dengan rasa terima kasih kepada orang tua, maka manusia juga harus menghormati Allah. Kita harus melayani Dia dengan ucapan syukur untuk semua yang telah Dia lakukan bagi kita dengan jalan memberikan Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus. Jadi, marilah kita menghormati orang tua kita, sehingga kita akan panjang umur di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepada kita.
Bacaan Alkitab: Matius 5:21-22.
Ayat Hafalan:
"Jangan membunuh." Keluaran 20:13.
Peraturan keenam untuk kehidupan manusia yang diberikan Allah adalah "Jangan membunuh." Keluaran 20:13. Perintah ini berarti menghormati jiwa manusia dan menentang pembunuhan dan kekejaman.
Lihatlah pada kata "membunuh." Kata itu adalah kata yang jelek yang mempunyai arti yang mengerikan. Alkitab mencatat pembunuhan yang pertama kali dilakukan oleh Kain terhadap adiknya Habel. Sejak saat itu, manusia melakukan perbuatan membunuh dan dibunuh karena keinginan-keinginan yang jahat dan dosa yang ada dalam hidup mereka. Asal mula pembunuhan dimulai dari hati manusia. Pembunuhan tidak pernah dimulai dengan niat membunuh, melainkan dimulai dengan benih kecemburuan, kepahitan, keinginan yang mementingkan diri sendiri, iri hati atau kebencian. Hasilnya adalah kehancuran tubuh dan dalam beberapa kejadian, juga kehancuran jiwa manusia.
Ada banyak tingkat pembunuhan yang dikenal masyarakat dan hukum. Ada pembunuhan berencana yang dihasilkan dari niat dalam hati, yaitu suatu sikap yang ingin melihat orang lain menderita. Ada pembunuhan yang tidak direncanakan, yaitu ketika seseorang balas dendam pada orang lain yang telah bersalah kepada mereka. Kadang- kadang pembunuhan semacam ini disebabkan oleh penghinaan, atau ketika seseorang sedang mabuk dan selanjutnya melakukan pembunuhan yang tiba-tiba tanpa berpikir atau merencanakan sebelumnya. Kemudian ada bunuh diri, yaitu menghilangkan nyawa sendiri. Ada juga pembunuhan bayi karena hati yang jahat. Apa pun bentuknya, Tuhan Yesus menentang segala macam pembunuhan. Dia mengatakan, "Sebab barangsiapa menggunakan pedang akan binasa oleh pedang." (Matius 26:52).
Alasan diberikannya Perintah Keenam yang berbunyi, "jangan membunuh" didasarkan pada kenyataan bahwa hidup adalah karunia dari Allah. Perintah ini diterapkan untuk nyawa manusia dan bukan binatang, mengapa? Karena kehidupan jiwa adalah kudus dalam pandangan Allah. Hal ini tidak berarti bahwa kita tidak boleh membunuh binatang, burung atau ikan untuk dimanan. Tetapi lebih dari pada itu, kita tidak boleh mengambil nyawa seseorang. Hanya Allah yang bisa memberikan kehidupan, dan tak seorang pun yang berhak untuk menghancurkan hidup manusia. Allah menciptakan manusia menurut citra Allah dengan diberikan roh di dalamnya. Binatang tidak memiliki roh. Ketika seseorang membunuh orang lain, dia menghancurkan sesuatu yang seperti Allah. Ini adalah salah dalam pandangan Allah.
Dalam kotbah di bukit, Tuhan Yesus mengatakan, "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya Kafir harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala." Matius 5:21-22.
Yesus mengatakan bahwa motivasi hati, pikiran dan sikap kita sangat penting karena hal-hal tersebut muncul dalam tindakan kita. Tuhan Yesus sudah melampaui tegasnya hukum yang tertulis itu dan mencapai inti dari hukum itu sendiri. Dia mengatakan kepada kita supaya jangan marah terhadap saudara kita (atau orang lain) karena kemarahan adalah merupakan benih yang dapat berubah menjadi pembunuhan jika kita tidak berhati-hati. Menurut pemikiran Tuhan Yesus, marah karena mementingkan diri sendiri adalah sikap yang salah. Jika seseorang marah kepada orang lain, perbedaannya dengan orang yang membunuh hanyalah dalam tingkat kejahatannya, tetapi pada dasarnya sama saja. Kemarahan itu sering berbahaya dan mungkin berubah menjadi mematikan. Satu bahaya kemarahan adalah hal itu cenderung mengeras dalam hati. Kita harus meninggalkan kebencian karena seseorang yang benci berpotensi untuk menjadi seorang pembunuh. Tuhan Yesus memberikan perhatian terhadap perasaan kita kepada sesama, "sebab dari dalam, dari hati orang, timbul...pembunuhan..." Markus 7:21-22.
Kita perlu mengerti bahwa kita bisa membunuh seseorang dengan lebih banyak cara selain mengambil nyawanya secara langsung. Ada cara- cara lain untuk membunuh seseorang yang sama efektifnya adalah seperti memenggal kepalanya atau menembaknya. Menyebut seseorang tak berguna atau sering memperlakukan dia dengan buruk berarti membunuh kepribadiannya, meskipun tubuhnya sendiri tidak dirugikan. Kita bahkan harus berhati-hati untuk tidak "membunuh" sifat orang lain karena jika kita "membunuh" sifatnya, kita mungkin menghancurkan orang itu atau menyebabkan dia membunuh dirinya sendiri.
Perintah ini melarang tindakan lain yang mematikan, yaitu sikap tidak mempedulikan jiwa orang lain. Sikap ini mungkin merupakan dosa yang paling berbahaya bagi semua orang baik anggota gereja atau bukan. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kita hendaknya "Saling mengasihi" Yohanes 13:34. Jika kita melakukan hal itu, maka berarti kita juga melaksanakan perintah ini yaitu, "Jangan membunuh."
Bacaan Alkitab: Matius 5:27-32
Ayat Hafalan:
"Jangan berzina." Keluaran 20:14.
Peraturan Ketujuh untuk kehidupan manusia yang diberikan Allah adalah "Jangan berzinah." Keluaran 20:14. Perintah ini berhubungan dengan kemurnian hati. Ini adalah suatu perintah yang menentang perzinaan dan kecemaran. Perintah ini diberikan Allah untuk menjaga rumah tangga dan keluarga.
Perintah Ketujuh ini bukan hanya melarang perzinaan, tetapi juga termasuk menghindari segala bentuk kecemaran; kumpul kebo (hubungan sex di luar pernikahan, khususnya antara pasangan yang belum menikah); serta semua buku, nyanyian, gambar jorok yang cenderung mengotori dan merendahkan pikiran dan tubuh adalah bertentangan dengan hukum Allah ini.
Perzinaan adalah dosa antara seorang laki-laki yang membuat hubungan cinta dengan istri orang lain saat suaminya sedang tidak di rumah. Hal itu juga berarti dosa dari seorang istri yang mempunyai seorang "teman" yang bukan suaminya. Berarti juga dosa dari seorang suami yang meninggalkan istri dan keluarganya karena mencari yang lain. Ini adalah dosa yang bertentangan dengan kemurnian pernikahan Kristen.
Seorang Kristen harus menjaga matanya untuk tidak melihat perbuatan -perbuatan, buku-buku atau gambar-gambar yang jorok. Seorang Kristen harus menjaga lidah dan telinganya dari pembicaraan yang kotor. Seorang Kristen harus menjaga pikirannya dari pikiran- pikiran yang kotor dan tubuhnya dari tindakan-tindakan yang kotor. Inilah aturannya: jika Anda tergelincir dalam dosa kedagingan, cepatlah bertobat, dan akan diampuni. Saat Anda diampuni, jauhkan hal itu dari pikiran Anda, dan janganlah mencoba untuk memikirkannya lagi. Kitab Amsal dalam Perjanjian Lama mengatakan, "Siapa yang melakukan zina tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri." Amsal 6:32.
Pada awal penciptaan manusia, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan. Ini berarti nafsu birahi adalah sesuatu yang menjadi bagian dalam hidup manusia (mempengaruhi seluruh tubuh, jiwa dan roh kita). Allah telah mengaruniakan hal itu untuk dapat digunakan secara benar. Allah juga telah merencanakan sejak semula bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya untuk mendapatkan seorang istri. Mereka akan bersatu dalam suatu hubungan yang kudus untuk membentuk sosok manusia yang utuh. Merupakan bagian dari rencana Allah pula bahwa kita harus mengasihi dan menghormati pasangan kita. Benar bahwa banyak orang yang bukan Kristen memiliki kehidupan yang setara dengan kehidupan binatang. Namun, marilah kita ingat bahwa tingkat kehidupan binatang adalah untuk binatang dan bukan untuk manusia. Allah menciptakan manusia dengan tingkat kehidupan yang lebih tinggi daripada apa yang Dia ciptakan untuk binatang.
Pernikahan adalah merupakan hubungan yang kudus. Hukum Allah ini melindungi hak-hak suami dan istri dalam kehidupan pernikahan. Seperti perintah yang keenam "Jangan membunuh" maka perintah ini, yang berdasarkan pada kekudusan kepribadian manusia, menghendaki kita untuk mengasihi dan saling menghormati kepribadian orang lain.
Allah melarang perzinaan karena merugikan manusia. Allah mengasihi kita dan menghendaki kita memiliki dan menikmati hal-hal yang terbaik dalam hidup. Perzinaan meninggalkan perasaan bersalah, takut dan membawa pada ketidakbahagiaan, bahkan kadang-kadang membawa pada kematian itu sendiri. Seorang suami atau istri yang tidak setia berarti melakukan ketidakjujuran. Kita tidak bisa berbuat tidak jujur tanpa menyinggung orang lain.
Dalam Matius 5:27-32 Tuhan Yesus berbicara mengenai perintah ini, yaitu perintah yang diberikan kepada Musa dan bangsa Israel pada masa Perjanjian Lama. Walaupun demikian, perintah ini masih dapat kita terapkan pada hari ini. Tuhan Yesus mengatakan bahwa cara kita berpikir dalam hati tentang orang lain mempengaruhi kita. Tak seorang pun yang dapat langsung menyerah pada pikiran-pikiran yang kotor tanpa ada perubahan secara emosi. Tuhan Yesus mengatakan bahwa hati yang penuh dengan hawa nafsu bersifat menghancurkan diri sendiri, Dia mencela sikap hati yang penuh dengan hawa nafsu karena adanya hubungan langsung antara perasaan dan tindakan. Niat hari ini mungkin menjadi tindakan pada hari esok.
Penulis Perjanjian Baru, Yakobus, menjelaskan pada kita bahwa kemurnian tindakan tergantung pada kemurnian pikiran. Yesus selalu mempedulikan motivasi dari seorang manusia. Pikiran-pikiran yang dipenuhi hawa nafsu mengurangi penghargaan akan sifat keilahian dan nilai dari manusia yang diciptakan menurut citra Allah. Karena perzinaan membawa kesengsaraan dan penderitaan pada banyak orang di mana-mana, Tuhan Yesus mendorong kita untuk mempunyai hati dan tindakan yang murni. Tuhan Yesus mengatakan, "Berbahagialah mereka yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah." Matius 5:8.
Jika Anda jatuh dalam dosa, ingatlah bahwa ada harapan bagi Anda, yaitu Tuhan Yesus, orang yang paling mengasihi Anda, mengatakan kepada orang yang telah jatuh: "Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Yohanes 8:11. Paulus mengatakan, "Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging." Galatia 5:16. Allah mengasihi kita dan akan menolong kita agar dapat hidup kudus bagi-Nya hari lepas hari.
DOA
"Bapa, berikanlah aku hati untuk selalu menaruh hormat kepada orang tua setiap saat. Berikan pula kepadaku hati yang menghormati kehidupan orang lain. Apabila aku berpikir tentang seks, ajarkan aku untuk melihat bahwa seks adalah sesuatu yang kudus dari Engkau dan harus digunakan dengan benar. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 05 | Referensi 05a | Referensi 05b | Referensi 05c
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Perintah Kedelapan, Kesembilan dan Kesepuluh |
| Kode Pelajaran | : | SHA-P05 |
DAFTAR ISI
PERINTAH KEDELAPAN
Ayat Hafalan
PERINTAH KESEMBILAN
Ayat Hafalan
PERINTAH KESEPULUH
Ayat Hafalan
DOA
A. PERINTAH KEDELAPAN
Ayat Hafalan:
"Jangan mencuri." Keluaran 20:15.
Perintah kedelapan untuk kehidupan manusia yang diberikan Allah adalah "Jangan mencuri." (Keluaran 20:15). Perintah ini berhubungan dengan penghormatan akan hak milik orang lain dan juga berhubungan dengan kejujuran. Perintah ini juga mengajarkan kepada kita bahwa kita harus jujur terhadap diri kita dan kepada sesama kita.
Seseorang yang mengambil milik orang lain mengatakan, "Hanya orang tolol yang akan bekerja untuk hidup. Jika kamu pandai, kamu dapat mendapatkan apa yang kamu inginkan tanpa bekerja." Seorang pengambil barang milik orang lain mungkin seorang pencuri, pencopet, penjambret atau seorang pencuri mobil. Dia mungkin memakai nama orang lain, menjadi seorang majikan yang menipu karyawannya, membawa pistol dan merampok bank, atau mungkin dia merampok orang dengan kekerasan. Dia selalu berpikir bahwa dia pandai dan uang banyak bisa didapatkan tanpa bekerja. Seorang pencuri adalah seseorang yang membuat orang lain miskin untuk memperkaya dirinya sendiri. Para pencuri selalu bertindak yang tidak baik. Mereka mementingkan diri sendiri, tamak dan boros, dan mencuri selalu membawa kepada kebohongan, penipuan dan kekerasan. Biasanya akhir dari seorang pencuri adalah ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara.
Manusia mencuri karena banyak alasan. Kadang-kadang manusia belajar mencuri karena dia lapar dan tidak ada seorang pun yang dia tahu dapat menolongnya. Tentu saja hal ini salah, tapi sungguh kasihan orang seperti itu. Kadang-kadang seseorang belajar mencuri karena teman-temannya mempengaruhinya. Banyak orang yang memutuskan untuk membantu dalam suatu perampokan karena dia lemah dan sia-sia atau malu untuk mengatakan tidak. Kadang-kadang seseorang cepat tergoda. Beberapa orang mencuri karena iri hati. Mereka tidak rela melihat orang lain berhasil atau lebih kaya dari mereka. "Mengapa dia memiliki mobil yang bagus dan aku hanya mempunyai sebuah sepeda? Padahal aku dan dia setara." Oleh karena itu kemudian dia mencuri. Namun, alasan yang paling umum untuk mencuri adalah hanya karena kemalasan saja. Mencuri kelihatannya sangat mudah. "Mengapa aku harus bekerja? Aku dapat bersenang-senang. Aku dapat berkeliling kota. Aku dapat minum-minum, bergaul dengan gadis-gadis yang cantik, memakai pakaian yang mahal-mahal." Kemudian orang tersebut mencuri dan masuk penjara.
Ada banyak cara untuk melanggar perintah ke delapan: upah yang tidak sesuai, pelayanan yang tidak memuaskan, pendapatan yang tidak jujur, kekejaman, pemerasan, dan penghancuran dari hak milik majikan. Hal- hal tersebut merupakan bentuk-bentuk pencurian yang sangat membahayakan masyarakat. Ada hubungan yang dekat antara manusia dengan miliknya. Pada jaman dahulu, hukuman untuk mencuri adalah mati. Dalam Perjanjian Lama, semua hak milik adalah merupakan karunia Tuhan, karena itu dikuduskan.
Mencuri berarti mengambil milik orang lain dan memberikannya kepada orang lain atau kepada diri sendiri. Mencuri adalah perbuatan dosa yang adalah salah di pandangan mata Allah, dan menuju ketamakan atau keserakahan, penghinaan dan ketidakhormatan kita kepada orang lain. Mencuri adalah suatu perbuatan yang menuju pada ketamakan atau keserakahan, keegoisan kita, kurangnya cinta kasih dan perhatian kita pada sesama. Bahkan menyontek di kelas adalah suatu bentuk pencurian. Beberapa orang mencuri dalam berbagai permainan atau pertandingan. Apakah gunanya Anda memenangkan pertandingan jika Anda tidak memenangkannya dengan adil?
Perintah ini menentang pencurian dan ketidakjujuran dalam bentuk apa pun. Kita melukai seseorang jika kita mencuri atau merusak nama baiknya. Jika kita berkata yang tidak benar tentang nama baik dan sifatnya, berarti kita melakukan sesuatu yang salah terhadapnya. Hal ini juga berarti mencuri di pandangan mata Allah. Jika kita tidak berhati-hati, kita bisa merampok semangat orang lain, seperti nama baiknya, yang akhirnya membuat hidupnya hancur. Semua ini termasuk larangan dalam perintah kedelapan, "Jangan mencuri."
Pencuri yang paling banyak dikenal dalam sejarah Kekristenan adalah Yudas Iskariot. Dia adalah salah seorang dari dua belas murid yang dipercaya Yesus sebagai bendahara. Yudas Iskariot menyimpan uang untuk keperluan pribadinya, yang sebenarnya harus dijaganya untuk Tuhan. Yudas tidak mengerti bahwa ukuran seorang manusia bukanlah dari apa yang dia miliki melainkan dari apa yang dilakukannya.
Apa yang Anda miliki di kantong mungkin akan habis, tapi apa yang Anda miliki di hati dan pikiranmu akan tetap tinggal di sana. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa lebih berguna untuk menyimpan harta kita di surga, "Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya" (Matius 6:20). Jika kita adalah seorang Kristen, tak ada seorang pun yang dapat mencuri keselamatan kita, bahkan setan pun tidak bisa melakukannya. Ini tidak berarti kita harus menjadi seorang Kristen KTP (hanya karena di KTP kita tertulis bahwa kita beragama Kristen maka kita disebut orang Kristen). Anda harus mempunyai hubungan yang pribadi dengan Kristus dalam hati Anda untuk bisa menjadi seorang Kristen yang sejati. Rasul Paulus mengatakan, "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri..." (Efesus 4:28). Jika kita telah mencuri, kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang barangnya kita curi dan minta maaf. Kita harus membuat segala sesuatu benar di mata Allah dan manusia.
Jika kita bijaksana, kita akan mentaati perintah Allah ini. Jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain adalah jalan menuju kebahagiaan yang sejati.
B. PERINTAH KESEMBILAN
Ayat Hafalan:
"Jangan mengucapkan saksi dusta" Keluaran 20:16
Peraturan kesembilan untuk kehidupan manusia yang diberikan Allah adalah, "Jangan mengucapkan saksi dusta" Keluaran 20:16). Perintah ini ada hubungannnya dengan berkata benar. Dengan bahasa yang sederhana perintah ini mengatakan, berkatalah jujur kapan pun dan di mana pun Anda berada. Ini adalah perintah dalam hidup yang mendasari kebahagiaan dan kesehatan. Ini adalah perintah yang harus dilakukan dengan mengendalikan lidah kita. Perintah ini melindungi nama baik, sedangkan perintah kedelapan melindungi hak milik pribadi. Kenyataanya kebohongan cenderung melukai seseorang lebih dari perampokan. Memberikan kesaksian palsu adalah kejahatan bila kita berkata bohong di bawah sumpah di pengadilan hukum. Hal ini termasuk juga berbisik- bisik untuk sesuatu yang jahat, memberikan cerita burung, rayuan gombal, kebenaran yang disembunyikan sebagian, pernyataan yang dilebih-lebihkan dan kepura-puraan, menghakimi atau menuduh orang lain, serta motivasi yang jahat dan kebohongan. Segala bentuk kebohongan yang cenderung untuk mengganggu atau menyinggung hak milik seseorang, kepribadian atau sifatnya bertentangan dengan isi hukum ini. Kita juga melanggar hukum ini jika kita menahan kebenaran yang membuat seseorang kehilangan hak milik atau nama baik. Arti sebenarnya dari perintah ini adalah mengatakan hal-hal yang tidak benar dalam bentuk apa pun juga. Allah menegaskannya dengan mengatakan JANGANLAH!
Bacalah Kejadian 3. Kita mungkin menanyakan pertanyaan berikut ini kepada diri kita sendiri, "Apakah sumber dari segala dusta?" Alkitab menceritakan kepada kita bahwa untuk mengetahui cerita mengenai kebohongan kita harus melihat kembali ke Taman Eden. Allah mengatakan supaya jangan makan buah yang dilarang-Nya, sebab pada waktu memakannya, "Pastilah engkau mati" (Kejadian 2:17). Tetapi Setan, dalam bentuk ular, berkata kepada Hawa, "Engkau tidak akan mati" (Kejadian 3:4). Dalam hal ini, Setan telah memutarbalikkan kebenaran firman Allah, dia adalah pendusta besar. Ketika Hawa percaya pada kebohongan Setan lebih daripada kebenaran Allah, maka dosa yang pertama telah masuk ke dalam dunia. Sejak saat itu akibat-akibat dusta yang mengerikan ada bersama dengan kita.
Setan adalah sumber dari semua dusta dan karena itulah maka dia disebut "Bapa segala pendusta" (Yohanes 8:44). Nama-nama yang diberikan dalam Alkitab untuk setan menggambarkan sifatnya sebagai seorang pembohong. Dia adalah pemimpin dari semua pembohong. Mempercayai kebohongan Setan dari pada kebenaran Allah adalah hal utama yang membawa seseorang menuju penghancuran dan hukuman yang kekal di neraka. Manusia mati dan menghadapi hukuman yang kekal di neraka karena mereka telah percaya kepada orang yang salah, yaitu Setan. Allah mengatakan "Sebab upah dosa adalah maut...." (Roma 6:23), tetapi manusia mengatakan bahwa Allah adalah seorang pembohong. Manusia telah memilih untuk percaya Setan daripada percaya kepada Allah. Bagi manusia tidak ada harapan kecuali mengakui bahwa hal itu adalah dusta dan berbalik kepada Kristus yang dapat mengubah hatinya yang dusta.
Ada banyak alasan mengapa orang berkata dusta. Beberapa orang berkata dusta untuk melarikan diri dari kebenaran. Beberapa manusia berdusta karena secara alamiah mereka memang seperti itu. Para pendusta menunjukkan sifat yang mereka miliki dan juga sifat bapak mereka (yaitu setan). Beberapa orang berbohong karena bentuk yang salah dari mengasihi diri sendiri. Mereka berusaha untuk menempatkan diri mereka dalam posisi sebaik mungkin sementara meletakkan orang lain dalam posisi seburuk mungkin. Beberapa orang berbohong karena sombong. Mereka terlalu sombong jika mengatakan kebenaran. Kesombongan memisahkan manusia dari Allah sejak awalnya. Kristus datang untuk memulihkan kerendahan hati. Beberapa orang berdusta supaya kelihatan berbeda, mendapat perhatian, mendapat simpati atau bergurau. Beberapa orang berdusta karena tidak tahu bagaimana mengatakan kebenaran. Jika seandainya mereka pernah tahu bagaimana mengatakan kebenaran, mereka telah lupa hal itu. Beberapa orang berdusta karena itulah jalan keluar yang termudah. Telah disebutkan bahwa seseorang berdusta untuk melarikan diri dari hukuman manusia yang bersifat sementara, namun harus menghadapi penghakiman Allah yang kekal.
Ada banyak cara untuk berkata dusta. Bohong yang sederhana adalah yang biasa dikatakan anak-anak. Meskipun mereka tidak mengatakan kebenaran, mereka tidak berniat untuk menyebabkan kerugian yang serius. Banyak orang berbohong dengan hanya mengatakan sebagian kebenaran. Beberapa orang berdusta dengan pernyataan yang berlebihan, dengan mengatakan kebenaran lebih dari yang sebenarnya. Kebenaran yang setengah-setengah adalah kebenaran yang disembunyikan, sementara pernyataan yang berlebihan adalah kebenaran yang dilebih-lebihkan. Semuanya berbahaya dan memiliki kadar dusta yang sama. Cara lain untuk berdusta adalah memberikan kesaksian palsu di pengadilan. Gosip yang merugikan adalah cara lain melanggar perintah ini. Memberikan cerita burung dan berbisik- bisik untuk niat yang tidak baik terhadap orang lain melanggar perintah ini. Cara lain dalam memberikan kesaksian yang palsu adalah dengan merayu. Bentuk lain dari dusta adalah mengatakan satu hal tetapi melakukan yang lain. Salah satu bentuk dusta yang paling berbahaya adalah menunjuk pada sesuatu yang tidak benar, meskipun orang itu tidak secara langsung menyatakannya. Kita bisa berbohong dengan tidak mengatakan apa pun juga sementara kita sebenarnya dapat mengatakannya. Ketika kita mendengar gosip dan mengetahui bahwa itu adalah dusta dan kita tetap diam, berarti kita telah memberikan kesaksian palsu.
Berdusta adalah merupakan hal yang serius karena hal ini mempengaruhi hubungan kita dengan sesama. Berbohong itu seperti memukul seseorang dari belakang (mengatakan sesuatu tentang seseorang tanpa diketahui oleh orang tersebut karena tidak berani berhadapan muka) dan juga seperti memfitnah. Berdusta menuju pada ketamakan atau keserakahan roh yang tidak memiliki kasih sama sekali. Kasih tidak memberikan tempat untuk kejahatan. Seseorang pernah berkata, "Satu-satunya pengobatan untuk roh yang sudah kritis adalah kasih dalam dosis yang besar." Dusta juga menimbulkan masalah, kepahitan, dan sakit hati. Kita kehilangan hormat terhadap orang yang melakukan dusta. Dusta adalah suatu hal yang serius karena menghancurkan dasar dari kehidupan yang sehat dan bahagia. Dusta juga menghancurkan rumah tangga dan nilai-nilai kerohanian. Dan yang paling penting, dusta ialah suatu hal yang serius karena mempengaruhi hubungan kita, tidak hanya dengan manusia, tetapi juga dengan Tuhan. Allah mengecam dusta. Dia menggolongkan para pendusta dengan para pembunuh, pezinah, tukang sihir dan bahkan penyembah berhala.
"Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang- orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." (Wahyu 21:8).
Dusta membawa manusia jauh dari Allah dan menuju neraka dan penghukuman yang kekal. Hal utama yang dihasilkan oleh dusta adalah memisahkan kita dari Allah.
Jadi perintah ini secara positif mengatakan, "Katakanlah kebenaran setiap waktu jika kamu ingin bahagia dan menolong sesama." Kita akan mengatakan kebenaran dengan roh yang mengasihi. Orang-orang Kristen harus mengatakan kebenaran karena Yesus mengatakan "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup...." (Yohanes 14:6). Seorang Kristen seharusnya menjadi seperti Kristus. Allah tertarik pada sifat dan dasar yang paling utama yaitu kebenaran.
C. PERINTAH KESEPULUH
Ayat Hafalan:
"Jangan mengingini..." Keluaran 20:17.
Peraturan kesepuluh untuk kehidupan manusia yang diberikan Allah adalah, "Jangan mengingini..." Keluaran 20:17. Ini adalah perintah terakhir yang diberikan Allah di Gunung Sinai. Perintah yang kesepuluh ini merupakan kesimpulan dari kesembilan perintah sebelumnya. Walaupun demikian, perintah terakhir ini berbeda dengan perintah-perintah yang lain. Perintah-perintah yang lain dihubungkan dengan tindakan-tindakan yang nampak. Perintah yang kesepuluh berhubungan dengan keinginan. Perintah yang lain melarang tindakan dosa. Perintah ini melarang keinginan dosa. Jika kita bisa memegang perintah ini dengan sempurna, dan jika kita bisa menjaga keinginan kita supaya murni dan baik, maka tidak akan terlalu sulit untuk memegang perintah-perintah yang lainnya. Mementingkan diri sendiri adalah akar dari segala dosa. Ketamakan adalah keengganan untuk percaya kepada Tuhan. Ketamakan adalah juga tindakan tanpa iman. Kesombongan diungkapkan melalui ketamakan dan kedengkian, yang ada dalam sikap hati manusia. Perintah ini menunjuk pada sifat dan kedengkian manusia. "Janganlah iri hati." itulah sebenarnya isi dari perintah Tuhan yang kesepuluh. Di samping perintah yang pertama, perintah yang kesepuluh adalah perintah yang paling penting dari semuanya. Perintah yang pertama berhubungan dengan ilah-ilah yang lain. Perintah Kesepuluh berhubungan dengan keinginan akan hal-hal yang bertentangan dengan hukum yang dapat menghilangkan posisi Allah dalam kehidupan seseorang. Paulus mengatakan bahwa keserakahan adalah sama dengan penyembahan berhala.
Kata "Tamak atau Serakah" berarti menghendaki atau menginginkan sesuatu. Tamak atau serakah juga berarti memiliki keinginan yang bertentangan dengan hukum untuk memiliki sesuatu. Ada banyak keinginan semacam ini.
Pelajarilah contoh-contoh berikut mengapa Allah berfirman kepada kita supaya tidak tamak atau serakah.
Kita dapat menolong diri kita sendiri untuk mengalahkan ketamakan atau keserakahan dengan menolak untuk memperhatikan hal-hal yang dilarang Allah. Sangat baik untuk tidak melihat dengan keinginan untuk memiliki pada apa yang Anda tidak bisa miliki. Dengan pertolongan Tuhan, hal ini sangatlah mungkin. Alihkan perhatian Anda dari apa yang sudah dilarang Allah, dan perhatikanlah apa yang Dia ijinkan.
Ingatlah bahwa ketamakan atau keserakahan adalah suatu hal yang berasal dari dalam hati. Kita perlu untuk benar dihadapan Allah mulai dari dalam hati. Kita harus menyerahkan diri kita kepada Yesus Kristus. Kita harus tiba di tempat dalam hati kita yang mengatakan, "Bukan kehendak ketamakan atau keserakahan melainkan kehendak-Mu (Tuhan) yang terjadi." Puas dengan apa yang kita miliki adalah kebalikan dari ketamakan atau keserakahan.
Mengenai ketamakan atau keserakahan, Tuhan Yesus mengatakan, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung daripada hartanya" (Lukas 12:15). Dua kali Rasul Paulus mengatakan pada kita bahwa ketamakan atau keserakahan adalah suatu bentuk dari penyembahan berhala. Yakobus menyatakan bahwa orang yang tamak, yang menempatkan dunia menjadi nomor satu adalah merupakan kebencian bagi Tuhan. "Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah" (Yakobus 4:4). Paulus mengatakan, "tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah -- artinya penyembah berhala -- yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah" (Efesus 5:5).
Rahasia hidup adalah bukan mendapatkan melainkan memberi. Bukan apa yang kita dapatkan melainkan apa yang kita berikan itulah yang akan diperhitungkan. Seseorang dengan roh yang puas atau dengan apa yang ada padanya adalah seorang yang sungguh beruntung. Inilah jawaban dari masalah ketamakan atau keserakahan. Jika seseorang memiliki roh yang puas, ada suatu kekuatan dari dalam yang lebih besar daripada segala materi yang ada di luar tubuh.
DOA
"Bapa berikan aku kemampuan untuk dapat selalu mengatakan yang benar kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun aku berada. Serta ajarkanku untuk memiliki sikap hidup yang selalu merasa cukup dengan apa yang ada padaku, sehingga aku tidak mengingini atau bahkan mengambil milik orang lain. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 06 | Referensi 06a | Referensi 06b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Hukum yang Terutama |
| Kode Pelajaran | : | SHA-P06 |
DAFTAR ISI
BACAAN ALKITAB
AYAT HAFALAN
DOA
Bacaan Alkitab: Matius 22:34-40.
Ayat Hafalan:
"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Matius 22:37.
Kita sekarang sudah menyelesaikan pelajaran kita tentang Sepuluh Perintah Allah, atau yang sudah kita sebut sebagai Sepuluh Hukum Allah untuk Kehidupan Manusia. Peraturan-peraturan untuk kebahagiaan manusia ini diberikan 1,300 tahun sebelum kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Sekarang marilah alihkan perhatian kita pada Perjanjian Baru dan melihat apa yang Tuhan kita katakan tentang perintah yang terbesar ini.
Dari pembacaan kita dalam Matius 22:34-40, ada seorang ahli hukum Taurat atau orang Farisi yang baru saja bertanya kepada Tuhan Yesus dengan sebuah pertanyaan. Pertanyaannya tidak diberikan dengan ketulusan hati. Dia bertanya hanya untuk mengukur pengetahuan Tuhan Yesus dan bukan untuk mencari tahu bagi dirinya sendiri. Orang-orang Yahudi adalah masyarakat yang mempunyai banyak peraturan. Ada ratusan peraturan dalam kehidupan mereka. Di samping Sepuluh Perintah Allah, ada lebih dari 600 peraturan lain yang harus ditaati oleh masyarakat Yahudi. Allah memberikan Sepuluh Perintah, tetapi manusia membuat sebagian besar perintah-perintah yang lain. Ahli Taurat ini menanyakan suatu pertanyaan yang pasti membingungkan setiap orang yang memperhatikan perintah-perintah tersebut dengan sungguh-sungguh. Dia menanyakan perintah mana yang paling penting dan paling mendasar. Untuk pertanyaan yang ditanyakan dengan tidak tulus ini, Tuhan Yesus memberikan jawaban yang tulus. Apakah jawaban-Nya? Kasihlah jawaban- Nya, kasih untuk Allah dan kasih untuk manusia. Kedua perintah ini adalah seperti hubungan mata rantai yang pertama dan yang terakhir. Segala sesuatu diantaranya adalah bergantung pada dua mata rantai ini. Agama yang sejati dimulai dan diakhiri pada kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Kasihilah Tuhan dan sesamamu. Inilah yang dikatakan Tuhan Yesus.
Perintah untuk mengasihi Tuhan Allah dan manusia ini sebenarnya bukanlah dua peraturan melainkan satu. Kasih bagi Tuhan Allah dan kasih bagi sesama manusia adalah dua bagian dari satu keutuhan. Secara "alamiah" kedua perintah tersebut saling berkaitan. Jika kita adalah seorang yang bijaksana, kita akan memberikan penekanan pada kedua perintah tersebut.
Iman dalam Tuhan Allah adalah penting jika kita berharap untuk menghargai sesama kita. Tidak akan ada kasih terhadap Tuhan tanpa kasih terhadap sesama. Menurut Rasul Yohanes "Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya" (1Yohanes 4:20).
Tuhan Yesus memberikan satu ujian yang jelas dalam pemuridan. Dia menunjukkan bahwa pemuridan bukan sekedar mengucapkan syahadat (apa yang kita ucapkan itulah yang kita percayai). Hal ini bukan masalah denominasi atau kehadiran dalam kebaktian di gereja. Hal ini jauh melebihi hal-hal tersebut. Tuhan Yesus menyatakan "Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yohanes 13:35). Tanda yang nyata dari orang-orang Kristen yang mula-mula adalah mereka saling mengasihi. Hal itu masih menjadi tanda bagi orang-orang Kristen.
Karena itu, ada satu perintah yang penting dalam kehidupan manusia. Yaitu mengasihi Tuhan dengan hati yang tidak terbagi-bagi, dan mengasihi sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri.
Apa maksud mengasihi Tuhan Allah? Mengasihi Tuhan Allah berarti mentaati Dia. "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukan-Nya, dialah yang mengasihi Aku." (Yohanes 14:21). Mengasihi Tuhan Allah adalah masuk dalam hubungan sahabat dengan Dia. "Kamu adalah sahabat- Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu" (Yohanes 15:14). Persahabatan memiliki dua sisi. Jika memang Allah adalah sahabat kita, berarti apa yang menarik bagi Dia adalah juga yang menarik bagi kita. Segala sesuatu yang saya lakukan harus memperhatikan dia. Dia tertarik pada semua bagian hidup kita. Ini nyata karena Dia adalah sahabat kita. Jika kita hendak memiliki persahabatan yang sejati, maka Allah dan kita akan memiliki selera yang sama. Dia tertarik pada gereja kita. Karena itu, kita harus tertarik juga pada banyak orang yang di luar gereja (karena milik Allah). Saya mungkin memulai sebagai seorang murid dengan rasa tertarik yang sedikit. Tetapi, jika saya akan menjadi sahabat Allah sepenuhnya, saya seharusnya mempedulikan semua orang di dunia seperti Allah mempedulikan mereka. Tujuan Allah harus menjadi tujuan saya. Mengasihi Allah, adalah berarti mentaati Dia dan setia pada-Nya. Saya akan menjadikan rencana dan maksud-Nya bagi dunia sebagai rencana dan maksud saya juga.
Apakah artinya mengasihi sesama? Mengasihi sesama manusia, dalam pandangan Kristen, bukan berarti kita menikmati rasa persahabatan pada seseorang sama seperti kepada yang lain. Kita harus adil, tidak pilih kasih, dengan mengesampingkan kesukaan dan ketidaksukaan kita. Mengasihi menurut pandangan Kristen adalah memiliki maksud yang baik terhadap sesama manusia. Kasih itu bersifat aktif. Rasul Paulus menggambarkan kasih dengan cara seperti ini, "Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1 Korintus 13:4-7).
Jika Anda tidak melakukan sesuatu dengan kasih, tak satu pun yang Anda lakukan menjadi sesuatu hal yang penting. Kasih memberikan nilai bahkan terhadap hal terkecil yang kita lakukan. Bahkan memberikan secangkir air dingin dapat menjadi sesuatu yang tak ternilai. Berjabatan tangan atau senyuman sering kali menjadi lebih berharga daripada emas. Tuhan Yesus menceritakan tentang seorang janda yang memberikan persembahan sangat sedikit dan bagi orang lain tidak berarti apa-apa. Tetapi, karena dia memberikan persembahan itu dari hatinya yang mengasihi Allah, Tuhan Yesus sangat bersukacita. Dan apa yang dikatakan Tuhan Yesus tentang Janda ini? Ia mengatakan bahwa janda itu telah memberikan lebih banyak jika dibandingkan dengan yang lainnya. Hal yang terkecil sekalipun dapat menjadi bernilai jika dilakukan dengan kasih dan ikhlas.
Kasih penting karena kasih menggenapi hukum. Rasul Paulus mengatakan bahwa kasih tidak melakukan hal yang buruk kepada sesama. Jika kita mengasihi sesama, kita tidak akan memberikan kesaksian yang dusta tentang mereka. Jika kita mengasihi mereka, kita tidak akan mengambil keuntungan dari mereka. Kita tidak akan mencuri dari mereka, baik itu menurut hukum atau tidak. Jika kita mengasihi, kita tidak akan membunuh. Kasih membangun tembok pertahanan di sekeliling setiap manusia. Jika kita mengasihi sesama kita, kita tidak akan dengan sengaja merugikan mereka dengan cara apa pun juga.
Kasih menggenapi hukum dengan cara tidak melakukan hal yang merugikan, tetapi juga menggenapi hukum dengan melakukan segala kemungkinan yang baik. Kasih akan melakukan hal-hal yang besar jika mungkin. Jika tidak mungkin, maka kasih akan melakukan hal-hal yang kecil. Kasih akan menghiasi sebuah istana jika ada kesempatan. Jika tidak, kasih tetap akan mengubah rumah yang kecil menjadi indah.
Kasih penting karena merupakan kekuatan yang paling besar di bumi. Kasih membawa manusia dalam misi yang paling berani dan penuh perjuangan. Kasih membuat seseorang tetap di tempat tugasnya sementara orang lain tidak mau. Kasih bahkan memiliki kuasa mengubah keacuhan menjadi persahabatan. Kasih memiliki kuasa untuk mengatasi kebencian. Inilah kuasa yang paling luar biasa di seluruh dunia.
Bagaimana kita seharusnya memegang perintah Allah yang pertama dan yang terbesar ini? Ada empat hal yang dapat kita lakukan:
Yesus percaya bahwa kuasa kasih akan mengubahkan manusia. Yesus mengetahui bahwa kemenangan akhir adalah dalam kasih dan bukan dalam kebencian.
Ketika seseorang yakin akan kasih dari seorang temannya, kenyataan itu membuat kasihnya sendiri secara spontan muncul. "Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19). Paulus berkata bahwa Yesus Anak Allah, "...yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20).
Kadang-kadang sulit untuk mengungkapkan kasih. Kita memiliki kasih dalam hati, tetapi karena suatu alasan, sulit untuk memberitakannya kepada orang lain. Mungkin kasih kita kecil pada awalnya, tetapi ketika kita mengungkapkannya, kasih itu menjadi semakin bertumbuh. Kita secara alamiah mengasihi mereka yang telah menolong kita, yang menghiburkan kita dalam kesengsaraan kita dan menolong memenuhi kebutuhan kita. Ada sesuatu mengenai kehidupan yang penuh pengorbanan bagi orang lain dan membuat orang tersebut sangat kita sayangi. Hal ini adalah seperti ibu yang biasanya mengasihi anaknya sehingga dia membuat pengorbanan yang besar dan yang terbaik. Hal itu juga merupakan satu alasan mengapa lebih diberkati memberi daripada menerima. Ungkapkan kasih yang Anda miliki dan kasih itu akan bertumbuh.
Jika Anda menerima Kristus sebagai Juruselamat Anda, secara otomatis Anda menerima kasih Allah Bapa. Anda akan menemukan kasih dan ingin membagikan kasih itu kepada mereka yang tidak mengenal Dia.
Jika Anda melakukan apa yang tertulis dalam Hukum yang Terutama, maka akan mudah untuk memegang Sepuluh Perintah Allah yang diberikan kepada kita semua ratusan tahun yang lalu.
DOA
"Bapa berikan aku kemampuan untuk dapat selalu memberikan kasih yang sejati kepada Engkau, dengan selalu taat kepada setiap perintah-Mu, juga kemampuan untuk dapat memberikan kasih yang sejati kepada sesama, sehingga dengan demikian aku dapat menjalankan Sepuluh Perintah yang Engkau berikan untuk kebahagiaan hidup kami sebagai manusia. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pelajaran 01 | Referensi 01a | Referensi 01b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Sepuluh Perintah Yang Diberikan |
| Kode Pelajaran | : | SHA-T01 |
INSTRUKSI
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Selamat mengerjakan!
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
PERTANYAAN (A):
PERTANYAAN (B):
Pelajaran 02 | Referensi 02a | Referensi 02b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Perintah Pertama dan Kedua |
| Kode Pelajaran | : | SHA-T02 |
INSTRUKSI
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Selamat mengerjakan!
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
PERTANYAAN (A):
PERTANYAAN (B):
Pelajaran 03 | Referensi 03a | Referensi 03b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Perintah Ketiga dan Keempat |
| Kode Pelajaran | : | SHA-T03 |
INSTRUKSI
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Selamat mengerjakan!
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
PERTANYAAN (A):
PERTANYAAN (B): ---------------
Pelajaran 04 | Referensi 04a | Referensi 04b | Referensi 04c
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Perintah Kelima, Keenam dan Ketujuh |
| Kode Pelajaran | : | SHA-T04 |
INSTRUKSI
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Selamat mengerjakan!
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
PERTANYAAN (A):
PERTANYAAN (B):
Pelajaran 05 | Referensi 05a | Referensi 05b | Referensi 05c
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Perintah Kedelapan, Kesembilan dan Kesepuluh |
| Kode Pelajaran | : | SHA-T05 |
INSTRUKSI
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Selamat mengerjakan!
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
PERTANYAAN (A):