KURSUS ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB [TP-01-OKB]
|
Pertanyaan 01 | Referensi 01a | Referensi 01b
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Doa dan Membaca Alkitab |
| Kode Pelajaran | : | OKB-P01 |
DAFTAR ISI
BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL DOA
Bacaan Alkitab
BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL MEMBACA ALKITAB
Bacaan Alkitab
DOA
Bacaan Alkitab: Lukas 11:1-13
Mengapa kita harus berdoa? atau mengapa kita harus meminta Tuhan supaya mengajarkan doa kepada kita? Marilah kita mempelajari beberapa alasannya.
Firman Tuhan mengatakan, "Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" Yesaya 55:6. Tuhan Yesus juga mengatakan suatu perumpamaan supaya murid-muridNya tidak jemu- jemu berdoa. Lukas 18:1. 1 Tesalonika 5:17 berkata, "Tetaplah berdoa." Kemudian bacalah Lukas 21:36 dan Filipi 4:6. Setelah Anda membaca petunjuk-petunjuk ini dari Tuhan, bacalah Yohanes 14:15. Jadi, mengapa kita harus berdoa karena Firman Allah yang memerintahkan untuk berdoa.
Yesus telah mengajarkan kepada para murid-Nya agar mereka berbicara kepada Bapa di surga saat mereka berdoa. Berdoa ialah berbicara dengan Bapa yang di surga. Ini merupakan persekutuan dengan Allah. "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu" Yakobus 4:8a. Bukankah itu janji yang sangat indah? Tuhan sangat tersanjung dan senang saat melihat Anda berbicara dengan Dia dalam doa. Inilah Alasan utama mengapa kita harus berdoa karena Allah menginginkan kita untuk berdoa.
Yesus berkata bahwa Anda dapat meminta kepada Bapa Surgawi segala sesuatu yang Anda butuhkan, termasuk pada saat di mana Anda dicobai oleh Iblis dan jatuh ke dalam dosa. Anda harus berdoa dan meminta Tuhan agar melepaskan kita dari pencobaan tersebut. Jika Anda berdosa, Anda hanya bisa diampuni jika Anda mau mengakui dosa Anda kepada Tuhan lewat doa. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." 1 Yohanes 1:9. Sudahkah Anda melihat bahwa sangat penting bagi Anda untuk berdoa? Anda tidak dapat bertumbuh sebagai seorang Kristen tanpa berdoa.
Pada suatu saat Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya untuk "tinggal tetap di dalam Dia" Yohanes 15:5-7. Sebuah cabang hanya dapat tetap hidup dan berbuah jika ia tetap bersatu pada batangnya. Demikian pula dengan orang Kristen, kita telah disatukan dengan Kristus. Inilah yang dimaksud dengan tinggal di dalam Kristus. Berbuah artinya hidup dalam suatu cara sehingga orang-orang datang untuk mengenal Kristus sebagai Juru Selamat dan mereka dikuatkan saat Anda melayani mereka. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah dengan berdoa. Bacalah lagi Yohanes 15; Yohanes 15:7 dan Yohanes 15:16.
Perhatikan kembali bacaan Alkitab kita dalam Lukas 11:1-13. Tuhan Yesus menggunakan cerita ini untuk mengajar kita agar tidak menyerah atau tidak jemu-jemu saat kita berdoa. Ia memberi janji yang indah kepada kita di dalam Lukas 11:9-10 "Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."
Bacalah 1 Timotius 2:1-2 dan Efesus 6:18. Sekarang berdoalah untuk orang-orang yang belum percaya supaya mereka diselamatkan. Berdoalah untuk teman-teman yang terkena pencobaan supaya menjadi kuat dan setia kepada Yesus. Berdoalah untuk orang-orang yang sakit supaya mereka disembuhkan. Berdoalah untuk para pemimpin pemerintahan supaya mereka dapat memimpin dengan bijaksana. Alkitab mengatakan, "Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" Yakobus 5:16.
Syarat-syarat bagi doa yang dikabulkan oleh Allah:
Bacaan Alkitab: 2 Timotius 3:16.
Seorang ayah yang bijaksana dan penyayang akan selalu membuat semua harapan-harapannya diketahui dengan jelas oleh anak-anaknya. Kemudian ia mengharapkan mereka untuk mentaatinya. Demikian juga dengan Allah. Allah mengasihi kita dan menginginkan kita untuk melakukan kehendak- Nya. Ia mengajar kita di dalam Firman-Nya, yakni Alkitab bagaimana cara kita harus menjalani hidup. Mengapa sangat penting bagi kita untuk mempelajari Alkitab? Perhatikan beberapa alasan berikut ini.
Telah kita baca dalam 2 Timotius 3:16 bahwa segala tulisan di dalam Alkitab diilhami oleh Allah. Ini artinya walaupun Alkitab ditulis oleh orang-orang seperti Musa, Daud, Yesaya, Matius, Paulus, dll., tetapi mereka melakukannya di bawah bimbingan Tuhan. Oleh karena itu, pesan yang mereka tulis adalah pesan Allah bagi kita.
Anggap saja Anda sedang melamar suatu kedudukan di sekolah tertentu. Kemudian Kepala Sekolah menjawab surat lamaran Anda lewat sebuah surat yang isinya mengatakan bahwa Anda diterima untuk suatu kedudukan tertentu jika Anda datang pada hari pembukaannya. Itulah janji bapak Kepala Sekolah. Seandainya Anda tidak membaca surat itu dan hari pembukaan telah tiba, apa yang akan terjadi? Tentu saja Anda tidak diberi kedudukan karena Anda tidak datang pada hari pembukaan sesuai dengan janji Kepala Sekolah. Hal ini sama dengan janji-janji Allah di dalam Alkitab. Anda harus mengetahui janji- janji Allah dan memenuhi syarat-syarat-Nya sebelum menerima hal- hal yang menakjubkan sesuai dengan yang telah Ia janjikan. Janji- janji Allah dapat Anda ketahui jika Anda membaca Alkitab. Roma 15:4.
Banyak orang bingung memikirkan cara untuk selamat. Mengapa? Karena mereka diberitahu oleh banyak orang tentang cara yang berbeda-beda untuk bisa selamat. Ironisnya orang-orang yang memberitahu itu juga adalah orang-orang yang tersesat atau terhilang. Jadi, tidak mungkin mereka bisa selamat. Dari Alkitablah kita bisa belajar tentang satu-satunya jalan untuk memperoleh hidup yang kekal. Tidak ada jalan lain. Bacalah 2 Timotius 3:15 dan Efesus 2:8-9.
Hal ini tidak berarti bahwa Alkitab akan mendaftar segala hal yang benar dan hal yang berdosa. Tetapi ini berarti bahwa Alkitab akan mengajar Anda bagaimana hidup mengikuti kehendak Allah. Alkitab akan menghukum dan mengoreksi saat Anda gagal berjalan dalam cara itu.
Banyak orang berusaha untuk memaafkan diri sendiri atas dosa-dosa yang telah dilakukannya dengan mengatakan: "Setan lebih bijaksana dan kuat daripada saya, bagaimana mungkin saya melawan cobaan- cobaan?" Bacalah Mazmur 119:11; Matius 4:1-11 dan 1 Korintus 10:13. Alkitab akan menolong Anda untuk mengerti tentang tipuan-tipuan Iblis. Alkitab juga akan memberitahu Anda bagaimana Anda dapat menerima kekuatan dari Allah sehingga Anda dapat melawan cobaan.
Setiap orang Kristen yang sejati pasti ingin menyenangkan dan melayani Yesus Kristus. Bacalah 2 Timotius 3:17. Ayat itu mengatakan bahwa Anda akan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik dengan mengikuti pengajaran-pengajaran Firman Allah. Firman Tuhan tidak hanya memberitahukan bagaimana cara hidup Anda secara pribadi, tetapi juga memberitahukan bagaimana menggunakan Alkitab untuk menolong orang-orang yang belum diselamatkan agar datang kepada Kristus dan memperoleh kehidupan kekal. Anda juga akan belajar bagaimana dapat menolong teman sesama Kristen agar menjadi lebih kuat dalam Tuhan. Anda tidak akan lagi memberitahu orang- orang tentang apa yang Anda pikirkan, tetapi Anda dapat memberitahu mereka tentang apa yang Tuhan katakan. Hal ini akan sangat menolong mereka.
Manfaatnya banyak sekali, Anda sendiri akan menemukan banyak manfaatnya ketika Anda mulai membacanya. Bacalah Kisah Para Rasul 17:11. "Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian." Cobalah untuk membaca Alkitab secara rutin setiap hari mulai sekarang. Tiga hal di bawah ini akan menolong Anda pada saat mempelajari Firman Allah.
Tiga pertanyaan yang bagus saat Anda belajar adalah:
Pelajarilah dengan sabar.
Pelajari dengan tekun setiap hari, Roh Kudus akan menolong Anda untuk memahami kebenaran Firman Tuhan itu. Yohanes 14:26; Yohanes 16:13.
Pelajarilah dengan taat.
Tunjukkan kepada Allah bahwa Anda ingin mengerti dan mentaati-Nya, maka Ia akan menolong Anda. "Dalam hatiku Aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau." Mazmur 119:11.
DOA
"Tuhan Yesus, aku mengucap syukur karena Engkau adalah Allah yang mendengarkan doa-doa kami. Aku percaya melalui hubungan doa ini aku semakin diteguhkan akan kebaikan dan kesetiaan-Mu. Terima kasih juga untuk Alkitab yang Kau berikan kepada kami. Hanya melalui Firman-Mu inilah kami boleh dituntun untuk memperoleh keselamatan dan hidup yang berkemenangan. Ajarkan kepadaku untuk rajin mempelajari-Nya setiap hari. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 02 | Referensi 02a | Referensi 02b
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Ibadah dan Persekutuan |
| Kode Pelajaran | : | OKB-P02 |
DAFTAR ISI
BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL IBADAH
Bacaan Alkitab
BERTANGGUNG JAWAB UNTUK PERSEKUTUAN
Bacaan Alkitab
DOA
Bacaan Alkitab: 1 Tawarikh 16:23-34
Merenunglah sejenak untuk memikirkan ini, mengapa ketika Yesus ada di dunia perlu menyembah Bapa? Mengapa orang Kristen perlu menyembah atau beribadah? Apakah keuntungannya? Perbedaan apa yang akan terjadi? Beribadah adalah pusat dari kehidupan seorang Kristen. Kelakuan orang Kristen, perkataan dan kasihnya untuk orang lain tergantung pada kasihnya kepada Allah. Dan kasihnya untuk Allah terlihat dalam kesungguhan dan kedalaman penyembahannya kepada Allah.
Bacalah Mikha 6:6-8.
Dalam Perjanjian Lama, Ibadah selalu berhubungan dengan upacara - upacara. Bagaimanapun juga, upacara tersebut tidak boleh menggantikan bagian penyembahan rohani.
Dalam Perjanjian Baru, kesederhanaan lebih penting/diutamakan dalam penyembahan orang Kristen. Penyembahan biasanya termasuk pujian, doa, pembacaan Alkitab dan pengajaran Alkitab. Penekanan dalam penyembahan adalah kerohanian, persembahan dan kasih dari dalam hati. Yesus berkata bahwa Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Yohanes 4:24.
Penyembahan adalah rencana dari Allah, bukan dari manusia. Tuhan tahu dengan pasti apa yang dibutuhkan manusia. Seseorang yang benar-benar mengasihi Allah tidak dapat hidup tanpa menyembah Tuhan, bukan untuk mendapatkan sesuatu dari Dia, tetapi karena kita mengasihi-Nya. Kita menyenangkan hati Tuhan saat kita menyembah- Nya. Bacaan Alkitab kita dalam 1 Tawarikh 16:23-24 merupakan pujian penyembahan dan ucapan syukur.
Bacalah lagi 1 Tawarikh 16:29. Tuhan memberkati orang-orang yang benar-benar menghormati Dia. Kita mempermuliakan Tuhan dengan menyiapkan pikiran kita, roh kita dan tubuh kita untuk beribadah. Bangsa Israel sangat bersungguh-sungguh dengan agama. Para imam berpakaian dengan sangat teliti untuk peran mereka di dalam penyembahan umum. Umat Allah harus disiapkan dengan berbagai cara saat mereka masuk ke dalam hadirat Allah yang kudus dalam penyembahan.
Bacalah 1 Tawarikh 16:24-27. Dalam penyembahan kita menyatakan penyelamatan Allah, kemuliaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar. Kita harus menyatakan kebenaran itu kepada semuanya yang mau mendengar dari hari ke hari.
"Bernyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari." 1 Tawarikh 16:23.
Orang Kristen memiliki banyak hal yang dapat dijadikan alasan untuk bersukacita, oleh sebab itu ia menyanyi. Beribadah bukanlah suatu kesedihan. Kuasa terang lebih besar daripada kuasa kegelapan. Ibadah merupakan ungkapan kesukacitaan karena Yesus Kristus telah bangkit dari kematian! Kita menyembah Tuhan yang hidup dan penuh kasih, Pencipta dan Juru Selamat kita. Kita tidak menyembah orang lain, sebab orang lain tidak melakukan apa yang telah Yesus lakukan untuk kita. Oleh sebab itu Kehidupan Kristen seharusnya diisi dengan kemenangan, kedamaian dan kasih.
Bacalah 1 Tawarikh 16:30-34. Kita gemetar di hadapan-Nya, bukan karena takut tetapi karena kagum dan sangat menghormati kemuliaan- Nya. Tuhan memerintah seluruh jagad raya, Ia adalah Raja! Dengan kekuatan-Nya, Ia menegakkan dunia. Hanya orang bebal yang berkata dalam hatinya, "tidak ada Allah" Mazmur 14:1.
Tuhan tidak pernah meninggalkan ciptaan-Nya. Segala sesuatu adalah milik-Nya. Tuhan datang untuk menghakimi dunia ini. Ia memiliki setiap hak untuk mengadili semua yang Ia ciptakan. Ia adalah Tuhan atas semuanya. Marilah kita memuji dan menyembah-Nya.
"Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan." 1 Tawarikh 16:29.
Betapa indahnya untuk datang di hadapan-Nya! Hal ini merupakan suatu penghormatan dan tanggung jawab. Suatu penghormatan sebab Ia kudus, Maha Besar, Pencipta alam semesta, Maha Pengasih, sedangkan kita orang berdosa. Suatu tanggung jawab sebab kita tidak berani mengabaikan Dia. Kita tidak berani melupakan kasih-Nya maupun murka-Nya. Kita tidak berani kehilangan sumber kekuatan kita. Kita tidak berani mengabaikan Penyelamat kita. Kita tidak berani melupakan siapa kita, yakni orang- orang berdosa yang dibebaskan untuk kemuliaan-Nya. Kita adalah milik- Nya! "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" 1 Korintus 6:19-20.
Bacalah lagi 1 Tawarikh 16:29. Membawa suatu persembahan adalah suatu tindakan penyembahan. Penyembahan yang sejati bukan saja melibatkan diri untuk menerima, melainkan juga untuk memberi. Saat kita mempersembahkan diri kita ke dalam hadirat- Nya, kita mempersembahkan pujian kita, ucapan syukur kita dan pemberian kita. Ataupun jika kita membawa seekor kambing, seekor domba atau uang, kita membawa kemuliaan bagi-Nya, dan kita membangun gereja- Nya dengan pemberian persembahan kita.
"Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada, Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan!" 1 Tawarikh 16:28.
Semua bangsa dipanggil untuk menghormati Tuhan. Di dalam Alkitab ada waktu-waktu untuk penyembahan pribadi, tetapi lebih dititikberatkan pada penyembahan secara berkelompok. Bacalah Mazmur 42:5 dan Ibrani 10:25.
Bacalah 1 Tawarikh 16:23. Keinginan Allah yang terbesar adalah supaya seluruh dunia menyembah Dia. Ia telah menciptakan bumi dan seluruh jagad raya. Ia adalah Tuhan atas seluruh dunia. Pujian merupakan wujud kasih dan rasa terima kasih kita kepada Tuhan. Untuk itu, semua orang harus memuji Tuhan.
Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 1:6-7; Efesus 4:1-16;Kisah Para Rasul 2:42-47.
Selain ibadah, orang Kristen juga dituntut bertanggung jawab untuk ikut dalam persekutuan.
Persekutuan berarti menerima kasih dari orang lain dan memberikan kasih kepada orang lain. Yesus membasuh kaki para murid-Nya, tetapi Ia juga membiarkan Maria membasuh kaki-Nya dengan air matanya. Yesus memberi makan 5000 orang tetapi Ia juga rela membiarkan Maria dan Marta memasak untuk-Nya. Artinya ialah kita harus saling membantu sehingga kita menjadi seperti yang Tuhan inginkan saat kita memberi dan menerima kasih di dalam persekutuan.
Bacalah Ibrani 10:24,25; 1 Yohanes 1:5-7; Kisah Para Rasul 2:42-47. Pikirkan bagaimana kita dapat menolong satu sama lainnya untuk menunjukkan kasih dan perbuatan baik. Bagaimanakah umat percaya menguatkan dan memperbaiki persekutuan mereka? Kita perlu menyediakan waktu yang berarti untuk bersama, bahkan seperti yang dilakukan orang-orang percaya setelah Pentakosta. Mereka membuat suatu rencana, memberi waktu, usaha dan tenaga demi terwujudnya suatu persekutuan. Apakah Anda sedang memberikan waktu, usaha dan tenaga Anda untuk memiliki persekutuan Kristen?
Di dalam kasih, Allah Bapa memberi kita Raja Damai, anak-Nya yaitu Yesus Kristus. Bacalah tentang kasih Yesus dalam Yohanes 13:1. Yesus akan segera meninggalkan dunia ini untuk kembali kepada Bapa Surgawi- Nya. Ia telah berdoa untuk kita semua yang percaya kepada- Nya saat Ia menyiapkan diri untuk keberangkatan ini. Bacalah dalam Yohanes 17, secara khusus Yohanes 17:11 dan Yohanes 17:22. Yesus berkata bahwa Dia dan Allah Bapa adalah satu. Apakah isi doanya untuk kita? Allah sangat mengasihi kita. Ia rindu agar kita memiliki kasih itu dan terikat kasih antara yang satu dengan yang lain. Apakah Anda rindu untuk memiliki kasih itu dan terikat kasih dengan sesama Kristen?
Persekutuan sejati membawa hasil yang positif. Saat Anda mempelajari persekutuan di hari Pentakosta, perhatikan apa yang terjadi:
Apakah persekutuan kita membawa hasil-hasil seperti ini?
Allah memerintahkan, "Barang siapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya." 1 Yohanes 4:21. Kemudian baca dalam 1 Yohanes 3:14 untuk mengetahui gambaran seorang Kristen yang sejati. Yohanes menggambarkan perubahan itu seperti pindah dari kematian menuju kehidupan. Kini tidak ada pilihan bagi orang percaya, suatu metode untuk menguji orang Kristen yang sejati yaitu hidup saling mengasihi. Dalam 1 Yohanes 2:3-6 memberitahu jika kita mengaku bahwa kita telah mengenal Allah, maka kita akan melakukan perintah- perintah-Nya. Salah satu perintah Allah itu ialah supaya kita hidup saling mengasihi. Apakah Anda telah mengenal Dia?
Masalah-masalah yang kemudian muncul dalam hubungan atau persekutuan disebabkan karena dosa seseorang atau lebih banyak orang lain lagi. Apakah dalam hal ini, Tuhan akan menerima pemberian atau persembahan-persembahan kita? Bacalah apa yang dikehendaki Tuhan Yesus dalam pengajaran atau khotbah-Nya di atas bukit (Matius 5:23-24). Yesus tidak memberitahu kita apakah orang di mezbah tersebut adalah orang yang berbuat salah atau orang yang disalahkan. Apakah yang akan kita lakukan jika kitalah yang berbuat salah itu? Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 1 Yohanes 1:9. Bacalah juga Yakobus 5:16. Tuhan memberikan sebuah janji untuk mengampuni dan membersihkan kita jika melakukan apa yang diberitahukan-Nya kepada kita.
Penulis surat Ibrani memberi kita nasihat "agar jangan sampai akar pahit muncul dan menyebabkan masalah, sehingga banyak orang tercemar." Nasihatnya adalah "Berusahalah hidup damai dengan semua orang" Ibrani 12:14-15.
Dalam suatu persekutuan kadang-kadang kita harus menghubungi beberapa orang yang mengecewakan hati kita, yang dapat menjadi sumber perpecahan dalam persekutuan. Ini di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya. Hanya kuasa Allah yang tinggal di dalam kita yang dapat mengasihi orang-orang yang menyakiti kita. Tuhan telah memberikan kepada kita kasih yang melebihi kasih manusia, yang disebut kasih agape. Kasih agape menolong kita mengasihi orang- orang yang sulit untuk dikasihi, yang tidak layak untuk menerima kasih kita dan yang tidak menginginkan kasih kita. Allah menaruh kasih ini di dalam kita. Apakah Kristus membatasi kasih-Nya? Tidak! Ia mengampuni orang-orang yang meludahi-Nya dan mencucukkan paku di tangan-Nya. "Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" Lukas 23:34.
Apakah kita hidup dalam persekutuan yang bersukacita, saling membantu atau memelihara kesatuan Roh di dalam dan oleh ikatan kasih? Apakah kita hidup dalam kerendahan hati, lemah lembut dan kesabaran dan "tunjukkan kasih dalam hal saling membantu?" Bacalah Efesus 4:1-3. Itulah sebenarnya yang menjadi tujuan dari persekutuan Kristen yaitu supaya ada kebersamaan (kesatuan) dan saling membantu satu dengan yang lain.
DOA
"Tuhan Yesus Kristus, aku mengucap syukur untuk pemahaman tentang pentingnya beribadah dan menyembah Engkau. Ajarkan aku untuk senantiasa menghargai waktu ibadah sehingga aku boleh terus menikmati kehadiran-Mu. Juga ajarkan aku untuk senantiasa hidup dalam kasih dan persekutuan bersama orang-orang percaya yang lain. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 03 | Referensi 03a | Referensi 03b | Referensi 03c
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab untuk Hidup Benar dan Menggunakan Karunia-karunia Rohani |
| Kode Pelajaran | : | OKB-P03 |
DAFTAR ISI
BERTANGGUNG JAWAB UNTUK HIDUP BENAR
Bacaan Alkitab
BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENGGUNAKAN KARUNIA-KARUNIA ROHANI
Bacaan Alkitab
DOA
Bacaan Alkitab: Roma 12:1-2; 1 Korintus 6:9-20; Mazmur 42:2.
Kebenaran berarti berdiri sebagai orang benar di hadirat Tuhan. Kita menerima kedudukan kita sebagai orang benar di hadapan Allah hanya melalui Kristus, yang telah memenuhi semua syarat hukum untuk menggantikan tempat kita. Kristuslah yang telah membenarkan kita. "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita." 1 Korintus 1:30. Bagaimana kita mengetahui kunci tentang kehidupan yang benar sebagai orang Kristen itu? Mari kita pelajari bersama-sama.
Dalam Matius 5:6 Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." Dalam Matius 6:33, Yesus menyatakan kebenaran yang sama di dalam cara yang berbeda, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Di dalam Alkitab Allah telah memberikan banyak undangan kepada orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran. Bacalah Yesaya 55:1-2; Yohanes 4:10- 14; Wahyu 21:6 dan Wahyu 22:17.
Apakah yang dimaksudkan dengan lapar dan haus akan kebenaran? Saat Anda berada di tempat yang kering dan panas untuk jangka waktu yang lama, Anda akan merasa haus. Anda akan memberikan semua yang Anda miliki hanya untuk seteguk air. Anda akan bersedia menempuh jarak yang jauh bahkan mendaki bukit batu yang akan melukai tangan dan lutut Anda, hanya untuk mendapatkan air.
Apakah Anda benar-benar lapar dan haus akan kebenaran? Apakah Anda benar-benar ingin menyingkirkan hidup Anda yang penuh dosa dan rusak? Apakah Anda ingin menjadi murni dan suci lebih dari pada yang lain? Bersediakah Anda mencari kebenaran dan keadilan walaupun Anda mungkin akan terluka dalam masa pencarian itu?
Lapar dan haus akan kebenaran tidak hanya dipraktekkan dalam hal mencari Tuhan saja tetapi juga dipraktekkan kepada saudara-saudara kita seiman. Jika kita lapar dan haus akan kebenaran, kita akan merasa terluka dengan adanya kejahatan dan masalah-masalah moral di dunia ini. Kita tidak akan tinggal tenang ketika seseorang diperlakukan sewenang-wenang karena ketidakadilan.
Kita benar-benar diperintahkan untuk lapar dan haus akan kebenaran! Kita harus mengutamakan untuk mencari Tuhan dulu dengan sungguh- sungguh sehingga kita tidak bisa berhenti lagi. Kita harus menjadi alat kebenaran dan keadilan Allah. Kita juga harus mencari kebenaran dengan sesama kita.
Dan apakah upah kita? Kita akan dipuaskan.
Ketika Anda merasa sangat panas dan kering, maka Anda akan mencari dan mencari sampai akhirnya menemukan air. Lalu Anda akan mengambilnya. Setetes air yang mengalir melalui tenggorokan Anda dan kemudian Anda minum dan minum lagi membuat Anda merasa dipuaskan.
Banyak orang lapar dan haus akan dunia. Mereka menginginkan kuasa, uang, kemasyuran dan perhatian. Akankah mereka dipuaskan dengan hal- hal tersebut? Firman Tuhan tidak mengatakan hal yang demikian, kita hanya akan dipuaskan jika kita lapar dan haus akan kebenaran. "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." Matius 5:6.
Orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran akan dipenuhi dengan kebenaran yang jauh lebih baik dari apapun yang mereka miliki. Orang- orang yang lapar dan haus akan kebenaran harus berbalik kepada Kristus. Ketika kita menerima Kristus di dalam hidup kita melalui iman, kita diisi dengan kebenaran-Nya. Ini merupakan awal dari hidup baru kita. Hari demi hari, saat kita mencari-Nya, Ia menuntun kita untuk bertumbuh lebih lagi dan lebih lagi di dalam gambar-Nya. Bacalah Roma 12:1-2 untuk menemukan bagaimana hidup di dalam Kristus menuntun kita kepada perubahan pikiran kita.
Dalam Roma 6:12-19, kita melihat tanggapan kita kepada kebenaran yang kita terima melalui iman. Kita memilih untuk menyerahkan diri kita kepada Allah sehingga Ia bisa memakai kita untuk memenuhi tujuan-Nya di dalam dan melalui kita. Saat Yesus menjadi kebenaran kita, kita harus memberikan semua milik kita untuk Dia. Kemudian saat Ia mengisi hidup kita hari demi hari, kita hidup dengan kebenaran yang kita terima melalui iman di dalam Dia. Jika kemudian kita memberontak melawan Kristus dan Firman-Nya, ini artinya kita sedang menyerahkan hidup kita pada dosa dan menjadi alat kejahatan. Walaupun kita merasa melakukan hal-hal yang baik, kita tidak dapat memenuhi kebenaran Allah dalam kekuatan kita sendiri. Manakah yang Anda pilih: menjadi hamba dosa (untuk kejahatan) atau pelayan Allah (untuk kebenaran). Roma 13:14 menolong kita mengerti hal ini, "Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya. Saat kita memilih untuk tinggal di dalam Kristus, Kebenaran sejati, kita setuju untuk hidup di dalam pengawasan-Nya."
Orang Kristen yang bertanggung jawab dalam hidup yang benar akan melakukan hal-hal ini:
Bacaan Alkitab: Roma 12:4-13; 1 Korintus 12.
Pada saat seseorang dilahirkan secara fisik, ia tentu memiliki kemampuan-kemampuan yang alamiah. Hal ini sama dengan yang dialami oleh seseorang dilahirkan kembali secara rohani, ia diberi kemampuan- kemampuan rohani. Jadi, setiap orang Kristen minimal memiliki sebuah karunia rohani. Baiklah kita pelajari bersama-sama apa itu karunia rohani, apa fungsinya, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita mempunyai karunia rohani, lalu bagaimana kita dapat membangunnya?
Karunia rohani adalah kemampuan khusus yang diberikan kepada orang- orang percaya oleh Roh Kudus untuk memuliakan Kristus dan membangun gereja-Nya. Karunia-karunia rohani tidak diperoleh karena pekerjaan yang baik, punya talenta atau kemampuan- kemampuan alamiah. Karunia rohani merupakan pemberian dari Tuhan, oleh sebab itu tidak mungkin seseorang mendapatkannya melalui kerja keras, memperoleh karena layak atau mempelajarinya dari buku-buku. Karunia-karunia rohani bukanlah buah Roh yang disebutkan dalam Galatia 5:22-23. "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal- hal itu."
Karunia-karunia rohani adalah kemampuan-kemampuan khusus. Semua manusia dilahirkan dengan talenta atau kemampuan alami yang berbeda- beda, ada yang dapat menyanyi atau belajar memainkan sebuah alat musik dengan baik, ada yang pandai melukis gambar yang indah atau mengukir bentuk-bentuk dari kayu, dll. Tuhan memberikan kemampuan-kemampuan ini, tetapi itu bukanlah karunia rohani. Walaupun demikian, ketika kemampuan alamiah ini dipersembahkan kepada Tuhan untuk kepentingan-Nya, kemampuan itu dapat menjadi suatu cara untuk mengekspresikan sebuah karunia rohani.
Karunia-karunia rohani diberikan kepada orang-orang ketika percaya dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat pribadi. Ini merupakan pekerjaan Roh Kudus. "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani." 1 Korintus 2:14. Bacalah 1 Korintus 12:11, Tuhan memutuskan karunia mana yang akan diberikan kepada setiap orang percaya. Saat Anda menerima Kristus sebagai Juru Selamat dan Tuhan, Anda diberikan Roh Kudus. Pada saat yang sama Anda diberi paling sedikit satu karunia rohani yang digunakan oleh Roh Kudus dalam hidup Anda. Bacalah 1 Korintus 12:7. "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." 1 Petrus 4:10.
Karunia rohani adalah untuk memuliakan Kristus dan membangun gereja-Nya. Bacalah 1 Korintus 12:1-3; Efesus 4:12; 1 Korintus 2:12. Karunia- karunia rohani harus digunakan untuk pelayanan di dunia ini. Karunia- karunia tersebut diberikan untuk memuliakan Kristus dan menolong gereja untuk bertumbuh.
Karunia-karunia rohani adalah perlengkapan rohani orang-orang percaya untuk melakukan pekerjaan Allah dengan kuasa Allah. Rasul Paulus membandingkan gereja sebagai sebuah tubuh jasmani. Bacalah 1 Korintus 12:12-31. Tubuh memiliki banyak anggota dan setiap anggota memiliki tugas khusus. Satu bagian tidak dapat melakukan pekerjaan bagian yang lain. Mata tidak dapat mendengar, tangan tidak dapat berjalan. Demikian juga halnya dengan orang percaya, setiap orang percaya harus tahu bagaimana menggunakan karunianya. Tuhan telah memperlengkapi orang-orang percaya untuk melakukan pekerjaan- pekerjaan tertentu dalam gereja. Jika seseorang gagal menggunakan karunianya, bagian dari fungsi gereja itu akan lemah. Setiap orang percaya harus bersatu dengan karunia-karunia yang berbeda-beda itu.
Karunia-karunia rohani itu telah disebutkan dalam tiga bacaan yang berbeda di Kitab Suci. Bacalah Alkitab dan daftarlah karunia- karunia rohani yang disebutkan pada setiap bacaan:
Roma 12:4-8:
1 Korintus 12:8-10:
Efesus 4:11-12:
Bagaimana kita dapat menemukan karunia rohani kita? Ikutilah petunjuk di bawah ini:
Setiap anggota tubuh dibutuhkan untuk berfungsi secara menyeluruh. Setiap anggota tubuh Kristus dibutuhkan untuk memenuhi tujuannya di dunia ini. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun karunia-karunia Anda adalah:
Ijinkan Roh Kudus bebas untuk membangun karunia Anda. Bersedialah untuk dipakai. Setiap hari mintalah pada Roh Kudus untuk mengisi Anda dan menjadikan Anda sebagai berkat. "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh." Efesus 5:18.
Terlibatlah dengan pekerjaan gereja. Karunia-karunia itu diberikan untuk membangun tubuh Kristus, yaitu gereja. Melalui gerejalah karunia-karunia rohani itu digunakan.
Cobalah cara-cara yang Anda dapat untuk menggunakan karunia Anda. Jika Anda dapat menggunakan karunia Anda melalui musik, mulailah untuk menyanyi dalam paduan suara. Jika Anda dapat mengajar, mintalah agar Anda dapat menolong program pengajaran dari gereja Anda. Saat Anda menggunakan karunia Anda, Tuhan akan memberkati yang lain melalui Anda.
Taatlah pada pelatihan karunia Anda. Ingatlah, saat karunia- karunia digunakan dengan benar maka akan menghasilkan kesatuan di gereja. Tunjukkanlah kasih Allah dengan penggunaan dari setiap karunia rohani. Tanpa kasih-Nya karunia-karunia tersebut akan memiliki efek yang kecil. Kasih Allah bekerja seperti minyak yang kudus yang menyebabkan seluruh gereja berfungsi di dalam kesatuan. Mulailah hari ini untuk menemukan dan menggunakan karunia rohani yang telah diberikan kepada Anda.
DOA
"Ya Tuhan, aku berdoa kiranya Engkau memberiku terus menerus rasa lapar dan haus akan kebenaran Firman-Mu. Jangan biarkan aku hidup dengan kebenaranku sendiri, tetapi biarlah kebenaran-Mu mengatur kehidupanku. Aku juga mengucap syukur untuk setiap karunia rohani yang Engkau berikan kepadaku. Tolonglah aku untuk bisa memakainya sesuai dengan kehendak-Mu. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 04 | Referensi 04a | Referensi 04b | Referensi 04c
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Keanggotaan Gereja dan Kehidupan Keluarga |
| Kode Pelajaran | : | OKB-P04 |
DAFTAR ISI
BERTANGGUNG JAWAB DALAM KEANGGOTAAN GEREJA
Bacaan Alkitab
BERTANGGUNG JAWAB DALAM KEHIDUPAN KELUARGA
Bacaan Alkitab
DOA
Bacaan Alkitab: Kolose 1:18; Efesus 1:22; Matius 16:18.
Ketika seseorang memasak makanan dengan menggunakan arang, maka arang itu akan ditumpuk menjadi satu lalu dibakar. Arang itu akan menghasilkan panas yang cukup, api akan menyala dari padanya, sehingga makanan bisa dimasak. Bayangkan jika arang itu terpisah-pisah, setiap arang akan menyala sebentar kemudian akan berhenti menyala. Agar dapat membakar dengan api yang panas, arang-arang itu perlu disatukan sehingga setiap arang dapat menghasilkan panas pada kobaran api yang akhirnya dapat dipakai untuk memasak makanan.
Keanggotaan gereja sama halnya seperti api bara arang itu. Setiap anggotanya perlu mendukung anggota yang lainnya untuk menolong kita agar menyala dengan terang. Kita membutuhkan dukungan dari sekelompok orang Kristen lainnya agar dapat bertumbuh dan terpelihara dalam iman Kristen. Kehidupan Kristen berarti hidup dalam persekutuan dengan orang Kristen yang lain. Persekutuan inilah yang disebut jemaat Kristen. Merupakan hal yang sangat sulit bahkan tidak mungkin jika seseorang menjadi Kristen dan bertumbuh dalam imannya tanpa pertolongan dan dukungan dari orang Kristen lainnya.
Yesus Kristus mendirikan jemaat agar menolong pengikut-Nya untuk bertumbuh, sehingga mampu menolong satu dengan yang lainnya dalam kehidupan Kristen. Sebagai pengikut Yesus Kristus, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari tubuh Kristus, yakni jemaat. Kita perlu mengetahui dan percaya tentang beberapa hal penting mengenai gereja/jemaat.
"Ialah (Yesus Kristus) kepala tubuh, yaitu jemaat" Kolose 1:18. Kristus adalah Kepala. Dan gereja adalah tubuh Kristus.
Kepala memberi petunjuk kepada tubuh. Ia juga memberi kehidupan dari seluruh tubuh. Tanpa kepala, seluruh tubuh akan mati. Yesus Kristus memberi petunjuk kepada tubuh-Nya yaitu gereja. Tanpa Dia, tidak akan ada kehidupan sama sekali dalam gereja. Kepala tidak dapat bekerja tanpa sebuah tubuh yang dapat mewujudkan tujuannya. Menyebut Kristus sebagai Kepala Gereja menunjukkan bahwa Kristus adalah sumber kehidupan bagi gereja.
Yesus memberitahu kepada Petrus, "Aku akan mendirikan jemaatKu" Bacalah Matius 16:18. Jemaat Kristus dibangun oleh Tuhan sendiri. Yesus ingin menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang mendirikan gereja-Nya. Tuhan tahu akan kebutuhan manusia untuk bersekutu. Ia tahu pengikut-pengikut-Nya tidak akan bertumbuh dalam iman mereka tanpa tubuh (jemaat). Mereka tidak akan setia dan meneladani cara hidup-Nya. Mereka tidak akan memiliki kekuatan rohani untuk mengatasi kejahatan dan percobaan Iblis. Ia ingin agar mereka semua tahu bahwa tidak ada gereja kecuali Kristus sendiri yang mendirikannya.
"Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada." Efesus 1:22-23, (terjemahan bebas).
Rasul Paulus menyebut gereja sebagai "Tubuh Kristus." Kristus telah mati untuk membawa pengikut-Nya kepada hubungan yang benar dengan Allah dan menyatukan mereka menjadi keluarga orang-orang percaya. Keluarga itu adalah gereja. Keluarga ini, yakni tubuh ini, bertanggung jawab untuk membawa pesan Kristus dan berita keselamatan kepada seluruh dunia.
"Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan" Kisah Para Rasul 2:47b.
Tidak seorangpun dapat menjadi anggota gereja sebelum ia dilahirkan kembali melalui iman dalam Tuhan Yesus Kristus. Tuhan memilih orang- orang yang merupakan anggota dari tubuh-Nya, yaitu gereja/jemaat. Tidak ada tempat di dalam gereja bagi laki- laki atau perempuan, anak laki-laki atau anak perempuan atau orang- orang muda lainnya yang tidak Tuhan tambahkan. Keselamatan, melalui iman dalam Yesus Kristus, sangat penting bagi mereka yang merupakan anggota jemaat Kristus. Anggota jemaat Kristus adalah orang-orang yang percaya dalam Yesus Kristus.
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Matius 28:19-20.
Anggota-anggota tubuh Kristus adalah pekerja-pekerja Kristus di dunia pada saat ini. Kepala Gereja, yakni Kristus, memberi petunjuk dalam melakukan pekerjaan-Nya. Perintah ini diberikan kepada anggota-anggota tubuh Kristus. Setiap anggota memiliki tempatnya sendiri. Setiap anggota memiliki tugas sendiri untuk dikerjakan. Semua dikerjakan di bawah perintah Kristus, yaitu Kepala Gereja. Sebagai pengikut Kristus, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari tubuh-Nya, yaitu gereja. Ketika kita menolong untuk menguatkan kelompok ini, yaitu gereja, kita menolong untuk membangun dasar yang kuat antara hidup kita, keluarga kita dan sesama kita.
Dengan bergabung dan mendukung gereja, penyembahan lokal, pekerjaan dan pemberitaan Injil, kita menolong untuk menguatkan Kerajaan Allah di seluruh dunia.
Setiap orang tidak perlu merasa kawatir karena takut tidak diterima menjadi anggota Tubuh Kristus. Kristus adalah Kepala gereja, sehingga setiap anggota individu pasti akan diterima.
Bacaan Alkitab: Markus 10:2-12; Efesus 5:21-6:4; 1 Petrus 3:1-7.
Setiap orang percaya juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam rumah tangga Kristen. Hal ini sangatlah penting karena setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Jika rumah tangga Kristen mereka tidak menjadi teladan, bagaimana mungkin dapat bersaksi tentang Kristus di lingkungan sekitarnya.
Bacalah Alkitab: Markus 10:2-12
Alkitab mengajar dengan pasti bahwa Allah menghendaki pernikahan di dalam hidup kita. Satu masalah yang sangat serius yang dihadapi orang- orang pada masa ini ialah bahwa perpisahan dan perceraian sudah menjadi masalah yang dihadapi seluruh dunia, baik oleh para suami istri Kristen maupun para suami istri bukan Kristen. Tetapi Alkitab berkata, "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Markus 10:9. Para suami dan istri Kristen harus berusaha hidup menurut Alkitab. Mereka tentunya akan mengalami masa-masa sulit dalam pernikahan mereka. Mereka harus membuat janji setia dalam pernikahan dan mencari jalan keluar untuk setiap permasalahan yang mereka hadapi. Para suami dan istri Kristen harus meminta kepada Tuhan agar menolong mereka untuk hidup bersama seperti satu tubuh.
Bacalah Efesus 5:21-6:4
Tuhan berbicara kepada orang-orang Kristen di Efesus melalui rasul- Nya yaitu Paulus. Ia memberi mereka suatu dasar untuk membangun rumah tangga Kristen yang kuat. Ia berkata "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." Efesus 5:21. Merendahkan diri satu sama lain berarti setia satu sama lain. Para suami istri Kristen harus setia satu sama lain. Mereka harus memberikan diri mereka satu sama lain sebab Tuhan memerintahkan mereka untuk melakukan demikian.
Kasih adalah aspek penting lainnya dalam membangun rumah tangga Kristen. Dalam pesannya kepada para suami Kristen, Allah berkata, "Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." Efesus 5:25. Dalam beberapa kebudayaan, sangatlah jarang bagi seorang suami atau istri mengatakan kepada pasangannya "Aku cinta padamu." Agaknya seorang suami lebih suka menunjukkan cinta dan penghargaan kepada istrinya dengan melakukan sesuatu untuknya. Di beberapa budaya lainnya bagaimanapun juga seorang suami akan mengatakan dengan terbuka pada istrinya, "Aku cinta padamu." Tetapi apa yang penting adalah bukan cara suami istri menunjukkan kasih satu sama lain, melainkan bagaimana mereka menyatakan kasih dan perhatian yang bermutu.
Tuhan juga memberikan peringatan kepada para orang tua Kristen. "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak- anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." Efesus 6:4. Anak-anak adalah salah satu dari pemberian yang paling berharga yang Tuhan pernah berikan kepada kita. Saat kita menerima pemberian dari seseorang, kita sangat menghargainya sehingga kadang- kadang kita menulis surat kepada orang yang memberikannya kepada kita. Berterimakasihlah kepada Tuhan atas pemberian-Nya yang berharga. Kita memelihara pemberian-Nya dengan cara yang sangat khusus.
Tuhan mengharapkan supaya kita menghargai anak-anak kita dan memeliharanya dengan cara yang khusus. Sangat menyedihkan hati Tuhan jika kita tidak merawat anak kita dan menyebabkan kemarahan mereka. Kita perlu mendidik, membimbing dan memelihara anak-anak kita di dalam cara yang diperintahkan Tuhan. Untuk melakukan hal ini kita harus mendisiplin mereka. Jika kita tidak mendisiplin mereka, orang-orang di sekitar kita mungkin akan melihat mereka dan berkata, "Ah, anak-anak macam apa ini?" atau "Mengapa anak-anak ini memiliki kelakuan seperti ini, padahal orang tua mereka Kristen?" Lebih penting lagi, kegagalan dalam mendisiplin anak kita tidak berarti menimbulkan kemarahan mereka. Tetapi bermaksud untuk membimbing kehidupan mereka dengan memperbaiki mereka saat mereka melakukan kesalahan. Dalam rumah tangga Kristen para orang tua mendisiplin anak-anak mereka dalam kasih dan merawat mereka sebagai pemberian yang berharga dari Allah.
Bacalah 1 Petrus 3:1-7
Petrus menujukan ayat-ayat ini untuk para wanita Kristen yang suaminya bukan orang Kristen. Bagaimanapun juga, kebenaran ini juga dipraktikkan oleh para pria Kristen yang istrinya bukan orang Kristen. Allah berkata, "Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan istrinya." 1 Petrus 3:1. Para istri Kristen (dan para suami Kristen) harus menunjukkan bahwa mereka berbeda dengan orang lain. Kelakuan yang baik kadang-kadang dapat memenangkan seseorang kepada Tuhan tanpa mengkhotbahkan Firman kepadanya. Seorang istri seringkali dapat memenangkan suaminya kepada Tuhan dengan kelakuannya berbicara dan kualitas hidup berbeda yang dilihat dan diinginkan suaminya. Seorang suami Kristen yang menikah dengan wanita bukan Kristen juga harus melakukan hal yang sama dengan menunjukkan kasih dan perhatian yang tulus kepadanya.
Sebuah rumah tangga Kristen yang kuat hanya dapat tercapai jika pengajaran Allah ditaati.
DOA
"Puji syukur kunaikkan kepada-Mu, Tuhan, karena Engkau telah menempatkan aku sebagai anggota tubuh-Mu. Mampukan aku untuk melakukan tugas dan tanggung jawab yang telah Kaupercayakan kepadaku di gereja-Mu. Jadikan aku sebagai duta Kristus di manapun saya berada, terutama dalam keluargaku. Biarlah melalui keluarga kecil ini aku boleh menjadi saksi bagi persatuan Tubuh Kristus. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pertanyaan 05 | Referensi 05a | Referensi 05b | Referensi 05c
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Memberi dan Menggunakan Waktu |
| Kode Pelajaran | : | OKB-P05 |
DAFTAR ISI
BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL MEMBERI
Bacaan Alkitab
BERTANGGUNG JAWAB DALAM PENGGUNAAN WAKTU
Bacaan Alkitab
DOA
Bacaan Alkitab: 2 Korintus 8:1-5.
Dalam pelajaran ini kita akan belajar dua hal tentang alasan mengapa kita harus memberi. Pertama, kita bertanggung jawab untuk memberi karena anugerah Allah. Kedua, ada enam bagian dalam tanggung jawab memberi berdasarkan kisah pemberian orang-orang Makedonia.
Di dalam Kejadian 1, dikatakan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu. Segala sesuatu adalah milik Allah. Kita adalah milik Allah; segala sesuatu di sekitar kita adalah milik Allah. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Mazmur 24:1. Jika kita tidak memiliki sesuatu, bagaimana kita bisa memberikan sesuatu untuk Allah? Anugerah Allah mengijinkan kita untuk menggunakan beberapa dari milik-Nya seakan-akan mereka adalah milik kita sendiri.
Pernahkah Anda melihat seorang ibu memberikan sebuah biskuit kepada seorang anak yang sedang ia gendong? Seringkali anak itu mencoba memberikan biskuit itu kepada ibu. Ibu tidak perlu makan biskuit anaknya karena ia memiliki sekantong biskuit untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, anak itu ingin berbagi dengan ibunya yang telah memberinya. Anugerah Allah bekerja dengan cara yang sama. Sebagai anak-Nya kita ingin berbagi dengan Dia apa yang telah Ia berikan kepada kita.
Dalam 2 Korintus 8:1-5 Paulus berbicara tentang anugerah Allah yang bekerja di Makedonia. Orang-orang Makedonia memberikan kembali kepada Allah apa yang telah Allah berikan untuk mereka. Mereka melakukan hal tersebut dengan cara membagikan berkat itu kepada orang yang membutuhkan di Yerusalem. Orang-orang Korintus telah berjanji untuk menolong, tetapi mereka tidak mengirimkan pemberian mereka. Itulah sebabnya Paulus mengirimkan surat kepada jemaat Korintus supaya hal ini menjadi pelajaran bagi mereka. Ia ingin mereka mengetahui cara orang Makedonia dalam hal memberi. 2 Korintus 8:1. Sesuatu yang mengagumkan telah terjadi! Cara orang Makedonia memberi menyenangkan hati Paulus. Ia yakin bahwa orang- orang di Korintus akan bersemangat jika mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Ada enam hal yang telah dilakukan oleh orang-orang Makedonia yang menunjukkan pemberian yang bertanggung jawab. Mari kita lihat satu per satu.
Pertama dan hal terpenting ada dalam 2 Korintus 8:5. Mereka memberi diri mereka sendiri. Mereka memberi diri dalam dua cara: Mereka memberi diri mereka pertama dalam pertobatan dan iman agar menjadi Kristen yang lahir baru. Kemudian mereka memberikan kehidupan total mereka dalam pelayanan kepada Kristus. Seorang pemberi yang bertanggung jawab harus memulai dengan cara seperti ini. Pertama, yakinkan bahwa diri Anda sudah lahir baru dalam Kristus. Saat Anda sudah yakin, berikanlah hidup Anda seluruhnya untuk melayani Kristus. Anda berhak melangkah lebih jauh lagi dalam hal memberi jika Anda telah melakukan dua hal ini.
Kedua, mereka tidak membiarkan hal-hal di sekeliling mereka menentukan apa yang mereka beri. Banyak hal tidak berjalan dengan baik bagi orang-orang Kristen di Makedonia. Dalam 2 Korintus 8:2, Paulus menjelaskan bahwa mereka menderita dalam percobaan dan penganiayaan. Lagipula, ayat ini mengatakan bahwa mereka sangat miskin. Jika kita melihat keadaan mereka, kita melihat beberapa alasan yang bisa mereka pakai untuk tidak memberi. Tetapi mereka tidak memberi alasan. Mereka memberikan persembahan. Seorang pemberi yang bertanggung jawab tidak mencari-cari alasan, tetapi mencari kesempatan untuk memberi.
Ketiga, 2 Korintus 8:3 berkata bahwa mereka memberi berdasarkan banyaknya yang mereka miliki. Mereka yang memiliki lebih banyak memberi lebih banyak lagi. Mereka yang memiliki sedikit memberi semampu mereka. Pemberian semacam ini disebut sebagai pemberian seimbang. Pemberian seimbang berarti memberi suatu bagian atau satu porsi dari apa yang Anda miliki. Perpuluhan adalah memberi sepersepuluh dari apa yang Anda miliki. Ini adalah pemberian yang seimbang. Yesus berkata bahwa kita tidak boleh melupakan untuk memberikan perpuluhan kita. Matius 23:23. Yesus memberi semangat untuk memberi secara seimbang.
Keempat, 2 Korintus 8:3 juga mengatakan bahwa mereka memberi "melebihi kemampuan mereka". Mereka memberi lebih banyak dari apa yang mampu mereka berikan. Pemberian semacam ini disebut memberi dengan pengorbanan. Dalam Markus 12:41-44, orang janda itu memberi semua yang ada padanya. Dalam Kisah Para Rasul 2:45 orang-orang Kristen memberi segala sesuatu. Tidak ada dalam Alkitab bahwa Tuhan mengatakan untuk memberi lebih sedikit daripada sepersepuluh, tetapi memberi seperpuluh tidak selalu mencukupi. Ada waktu-waktu dimana seorang pemberi yang bertanggung jawab memberi dengan pengorbanan.
Kelima, orang-orang Makedonia memberi sebab mereka ingin memberi. 2 Korintus 8:4 mengatakan bahwa mereka memohon untuk dapat memberi dan kemudian memberi dengan sukacita. Tidak ada tempat di dalam gereja untuk pemberian terpaksa. Orang-orang harus memberi dengan rela sebab mereka ingin memberi. Memberi dengan tanggung jawab berarti memberi dengan sukarela.
Keenam, mereka memberi sesuai dengan kehendak Allah. 2 Korintus 8:5. Suatu pertanyaan yang sangat sulit muncul saat kita memikirkan pemberian semacam ini. Pertanyaannya adalah, "Berapa banyak seharusnya saya memberi?" Beberapa orang berkata berikanlah semuanya dan biarkan gereja memutuskan bagian apa yang diberikan kembali kepada Anda. Beberapa gereja menghendaki para imam/pendeta mereka untuk melakukan hal ini. Beberapa pemimpin gereja berkata bahwa Anda harus memberi sejumlah yang ditentukan oleh gereja. Masih ada yang lain lagi berkata bahwa Anda harus memberi perpuluhan Anda. Jika Anda memberi perpuluhan, mereka berkata bahwa itu sudah meliputi semua tanggung jawab Anda dalam hal memberi. Orang-orang Kristen yang murni kadang-kadang berkata bahwa Anda harus memberi sampai Anda menderita. Mereka berkata bahwa memberi sampai ia menderita membuktikan bahwa ia benar-benar memberi dengan pengorbanan. Orang Kristen lainnya yang sama murninya berkata bahwa Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Mereka berkata bahwa kita tidak perlu memberi sampai menderita tetapi berilah sampai bersukacita.
Dengan jawaban-jawaban yang berbeda-beda ini, bagaimana kita dapat mengetahui mana yang benar? Hanya ada satu jawaban yang benar, kita harus memberi berdasarkan kehendak Allah. 2 Korintus 8:5. Kita harus memberi apa yang Tuhan katakan untuk kita berikan pada saat ini.
Bacaan Alkitab: Mazmur 90:12; Pengkhotbah 12:1; Pengkhotbah 3:1-11; Efesus 5:15-16.
Tuhan juga memberikan kepada setiap orang suatu pemberian yang jauh lebih berharga daripada uang. Tak seorang pun dapat membeli apa yang telah diberikan Tuhan ini. Tidak ada cara lain untuk memperoleh kecuali menerimanya dari Tuhan. Apakah pemberian itu? Itu adalah waktu. Tuhan memberikan waktu kepada kita untuk digunakan, sehingga waktu yang kita punya bukanlah benar-benar milik kita, melainkan milik Tuhan. Bagaimana kita dapat menggunakan waktu yang telah diberikan Tuhan dengan cara yang terbaik?
Bacalah Mazmur 90:12.
Pertama, kita harus merencanakan bagaimana kita ingin menggunakan waktu kita, sebagaimana Tuhan memimpin kita. Kita harus mendaftar segala sesuatu yang ingin kita lakukan, termasuk berdoa, belajar Alkitab, berbakti dan semua kegiatan kita. Jika kita merencanakannya, kita dapat memilih bagaimana kita akan menggunakan hari-hari dan jam-jam kita. Jika kita gagal berencana, waktu akan berlalu, lalu kita akan heran atau menyesali apa yang telah terjadi pada waktu itu. Tanpa sebuah rencana kita tidak akan melakukan hal- hal yang ingin kita lakukan.
Kita harus merencanakan apa yang ingin kita lakukan di dalam waktu setahun, sebulan maupun dalam waktu seminggu. Kita harus merencanakan bagaimana hari kita akan digunakan. Tulislah hal-hal yang ingin dilakukan pada selembar kertas. Bahkan waktu beberapa menitpun akan berharga jika kita merencanakan bagaimana kita akan menggunakannya. Mungkin kita memerlukan waktu rapat selama 10 menit dengan teman kita untuk merencanakan sebuah program. Kita harus memikirkan tentang apa yang harus diputuskan dan membuat daftar untuk barang-barang yang dibutuhkan. Kemudian kita akan mempertimbangkan yang terpenting untuk dilakukan pertama, sehingga jika ada beberapa hal belum selesai, paling tidak hal-hal terpenting sudah dilaksanakan. Baca lagi Mazmur 90:12.
Bacalah Mazmur 5:4.
Bagian terpenting dari setiap hari adalah memulai hari bersama dengan Tuhan. Kita harus merencanakan untuk menyediakan waktu bersama-Nya setiap pagi sebelum kita melakukan hal lainnya. Selama waktu itu kita akan memuji Tuhan dan bersyukur atas berkat-berkat- Nya. Kita perlu membaca Firman-Nya dan membiarkan Dia berbicara kepada kita. Kita akan meminta-Nya untuk memberkati permintaan- permintaan kita dan mengawasi kegiatan-kegiatan kita sepanjang hari. Tidak ada bagian dari hari itu yang terpenting dari waktu kita bersama Tuhan. Seluruh hari itu akan menjadi lebih baik jika kita memulainya bersama dengan Dia. Mungkin kita perlu bangun lebih pagi dari biasa. Akan lebih berharga jika kita kehilangan waktu beberapa menit untuk tidur agar kita dapat memulai hari bersama dengan Allah.
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. Pengkhotbah 9:10.
Kita harus selalu menyediakan waktu yang benar untuk tanggung jawab pekerjaan atau sekolah. Ini juga merupakan pemberian dari Allah, dan kita harus mengusahakannya dengan sebaik-baiknya. Jika kita mendapat pekerjaan, kita harus bersyukur kepada Tuhan atas pekerjaan itu dan memberikan yang terbaik untuk majikan kita. Kita mengharapkan dia untuk membayar kita atas pekerjaan kita. Dia juga mengharapkan kita bekerja dengan baik karena ia menggaji kita. Kita akan berlaku tidak jujur jika kita tidak memberikan satu hari kerja yang baik untuk gaji yang kita dapatkan. Kita seharusnya jangan pernah mencoba untuk memberikan lebih sedikit dari yang majikan kita harapkan. Pekerjaan sekolah juga pantas menerima usaha terbaik kita. Kita memiliki berkat yang besar pada saat kita memiliki kesempatan untuk bersekolah. Yesus mengajarkan pentingnya mempersiapkan diri untuk pekerjaan di masa depan. Yesus sendiri menghabiskan 30 tahun sebelum Ia memulai pelayanan-Nya. Kemudian setelah dibaptis Ia pergi ke padang gurun selama 40 hari dalam persiapan untuk pekerjaan yang akan Ia lakukan. Bacalah Markus 1:9- 13. Ia juga menghabiskan banyak waktu bersama dengan para murid-Nya dan mengajar mereka sebelum mereka memulai pekerjaan mereka. Tuhan tidak akan memberikan kesempatan bersekolah jika Ia tidak ingin kita menggunakan waktu persiapan itu untuk pekerjaan di masa depan.
Kadang-kadang pelajaran-pelajaran itu kelihatannya kurang penting. Mungkin kita merasa bahwa kita tidak perlu mempelajari beberapa hal yang guru ajarkan kepada kita. Penulis Pengkhotbah 3:1-11 mengajar kita bahwa ada waktu untuk segala sesuatu. Ketika Tuhan memberi kita kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru, kita harus mencoba dengan tekun untuk mengerti hal itu. Kita selalu tidak tahu bagaimana Ia merencanakan untuk menggunakannya di masa yang akan datang. Ia mungkin memiliki rencana-rencana untuk kita dimana Ia memakai pelajaran-pelajaran yang dulunya kita anggap tidak penting itu.
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Keluaran 20:8.
Tuhan menyisihkan satu hari dari seminggu dan memberitahu kita untuk menjaganya agar tetap kudus. Ini berarti bahwa pada hari yang dikhususkan untuk istirahat dan penyembahan ini, kita tidak akan melakukan aktivitas yang biasa kita lakukan sepanjang minggu. Tetapi ini bukan berarti bahwa kita harus menolak semua pekerjaan. Baca Matius 12:9-12.
Hari Minggu adalah sebuah hari bagi orang Kristen pergi ke gereja dan menyembah Allah. Hari itu adalah hari untuk berdoa dan mempelajari Alkitab. Hal inilah yang terpenting untuk dilakukan orang Kristen pada hari Minggu. Hari itu juga baik untuk beristirahat, relaks/santai, mengunjungi teman-teman dan mencari kawan-kawan baru. Hari itu adalah waktu untuk memuji Tuhan yang mana kadang-kadang sulit dilakukan di sepanjang minggu yang sibuk.
Setiap hari pada waktu kita berdoa kepada Tuhan, kita harus minta kepada-Nya untuk menolong kita merencanakan jadwal hari itu. Kemudian kita harus meminta-Nya untuk memberkati segala rencana kita agar dilakukan sesuai dengan apa yang telah Ia berikan kepada kita. Kita harus meminta agar Ia menolong kita melihat cara-cara yang dapat kita lakukan untuk membantu orang lain dalam nama-Nya. Tuhan akan memberkati kita saat kita mencari pimpinan-Nya dalam menggunakan waktu kita.
DOA
"Terima kasih Bapa, untuk pelajaran yang Engkau berikan kepadaku saat ini, khususnya tentang keuangan dan tentang waktu. Aku menyadari bahwa segala sesuatu yang aku punya adalah berasal dari Engkau. Karena itu ajarkan kepadaku untuk bertanggung jawab dan mengelolanya dengan baik. Amin."
[Catatan: Tugas pertanyaan ada di lembar terpisah.]
Pertanyaan 06 | Referensi 06a | Referensi 06b | Referensi 06c
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Bersaksi dan Memuridkan Orang Lain |
| Kode Pelajaran | : | OKB-T06 |
DAFTAR ISI
BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL BERSAKSI
Bacaan Alkitab
BERTANGGUNG JAWAB DALAM HAL MEMURIDKAN ORANG LAIN
Bacaan Alkitab
DOA
Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 1:8; Kisah Para Rasul 4:18-20; Yohanes 15:8.
Orang-orang Kristen adalah saksi dari apa yang telah Yesus lakukan untuk kita. Yesus telah menyelamatkan kita dari dosa. Sudah seharusnya sebagai saksi, kita wajib memberitahu kepada orang lain tentang apa yang telah terjadi dalam hidup kita pada saat kita menerima-Nya. Bacalah 1 Petrus 3:15.
Bacalah Yohanes 4:1-30. Dalam ayat-ayat ini kita membaca bagaimana Yesus bersaksi kepada seorang wanita Samaria di pinggir sebuah sumur. Perhatikan teladan Yesus dalam memberikan kesaksian:
Ia memulai percakapan dengan menggunakan apa yang ada di dekat-Nya. "Berilah Aku minum." Yohanes 4:7.
Dengan cepat Ia membawa percakapan itu kepada hal-hal rohani. "Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya ia tidak akan haus untuk selama-lamanya." Yohanes 4:14.
Ia menyebabkan wanita itu mengakui dosa-dosanya sendiri. "Yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." Yohanes 4:18.
Ia menolak untuk diajak bertengkar. "Allah adalah Roh, dan barangsiapa yang menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Yohanes 4:24.
Ia menyatakan dengan jelas pernyataan-Nya dan menghendaki agar wanita itu membuat keputusannya sendiri tentang Dia. "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." Yohanes 4:26.
Setelah wanita itu mendengar dan percaya kepada Yesus, dengan segera ia pergi ke kotanya sendiri dan menceritakan kepada orang- orang tentang Yesus. Tuhan Yesus adalah teladan kita dalam hal bersaksi. Ia ingin supaya orang-orang mengenal Allah Bapa-Nya. Ia berbicara kepada para nelayan, pemungut cukai, seorang hakim bahkan seorang pencuri. Dengan cara yang sama setiap orang Kristen harus bersaksi kepada seluruh dunia untuk memberitahu tentang siapa Yesus Kristus.
Bacalah Kisah Para Rasul 1:8. Dalam ayat ini, Yesus memerintahkan setiap orang Kristen untuk bersaksi, dimulai dari dalam kota atau desanya sendiri dan desa berikutnya.
Suatu saat Petrus dan Yohanes ditangkap karena berkhotbah dan memberitakan tentang nama Yesus. Kisah Para Rasul 4:18-20. Tetapi mereka membalas, "Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." Kisah Para Rasul 4:20. Jawaban mereka sungguh sangat tepat. Bersaksi harus menjadi sifat alami dari setiap orang Kristen. Anda harus membagikan cerita tentang apa yang sudah terjadi dalam hidup Anda. Tuhan Yesus mengatakan dalam Yohanes 15:8, bahwa salah satu bukti dari pemuridan adalah bersaksi, atau menghasilkan buah. Jika Anda adalah murid-Nya, maka hidup Anda harus selalu penuh dengan kesaksian.
Anda dapat memberikan seluruh waktu Anda untuk berbicara kepada seseorang mengenai Yesus tetapi Anda tidak dapat mengubah kehidupannya. Ini merupakan pekerjaan Roh Kudus untuk mengubah hati setiap orang. Kisah Para Rasul 1:8 berkata: "Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu." Roh Kudus akan menolong Anda saat Anda bersaksi mengenai Yesus kepada orang lain. Yesus juga telah berjanji dalam Matius 28:20, "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Saat Anda bersaksi untuk Yesus, Roh-Nya bersama dengan Anda. Ia akan memberi Anda kuasa untuk bersaksi. Roh Kudus akan memimpin Anda kepada orang-orang yang telah Tuhan siapkan jika Anda berjalan di dalam Roh.
Satu cara yang baik untuk memulai suatu kesaksian ialah dengan membagikan kesaksian Anda sendiri. Beritahukanlah bagaimana Anda sebelum menerima Kristus dan bagaimana Anda setelah menerima Kristus.
Kemudian mintalah orang itu untuk membaca Roma 3:23 "Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Dan upah dosa itu ialah maut. Roma 6:23.
Selanjutnya Anda dapat menunjukkan kebutuhan dia akan adanya keselamatan. Alkitab telah menyatakan bahwa Allah sendiri yang akhirnya harus datang ke dalam dunia menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus. "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." Roma 5:8.
Sekarang, bantulah orang itu untuk mengetahui bagaimana dia bisa menerima Yesus. Ajaklah dia percaya hanya kepada Yesus saja untuk memperoleh hidup yang kekal. Caranya, bantu dia untuk mengundang Yesus masuk dalam hatinya menjadi Juru Selamat dan Tuhan di dalam doa. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Kisah Para Rasul 4:12.
Adalah baik untuk menunjukkan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Efesus 2:8-10 dapat menolong unttuk menunjukkan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus saja.
Akhirnya, bantulah orang itu untuk yakin akan keselamatannya dengan membaca 1 Yohanes 5:12-13, "Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal."
Bacaan Alkitab: Matius 28:19-20; 2 Timotius 2:2.
Para petobat baru digambarkan seperti bayi-bayi yang baru lahir. Mereka disebut sebagai "Bayi-bayi Kristen." Seorang bayi tidak dapat bertumbuh sendiri. Ia membutuhkan perhatian ibunya untuk kesehatan, kekuatan dan pertumbuhannya. Para orang tua memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan mengasuh bayinya sampai ia dewasa. Mereka memberinya makanan, perhatian, perlindungan dan semua keperluannya.
Pemuridan adalah sebuah proses pelatihan yang menolong seorang Kristen yang baru untuk bertumbuh menjadi orang Kristen yang berguna, yang dewasa rohaninya, yang juga akan menolong orang lain untuk bertumbuh. Hal ini adalah sebuah pelatihan menanamkan prinsip-prinsip hidup kekristenan, sehingga orang itu dapat memiliki kualitas iman yang sejati, yang nantinya akan diteruskan kembali kepada orang lain.
Bacalah Matius 28:19-20.
Kita perlu memuridkan orang lain sebab Tuhan memerintahkannya. Ketika Yesus di bumi ini, banyak orang yang mengikuti Dia. Banyak yang percaya kepada-Nya dan menjadi murid-murid-Nya. Yesus tahu bahwa mereka tidak akan melanjutkan pelayanan-Nya jika Ia meninggalkan mereka tanpa dilatih. Oleh sebab itu Ia memilih keduabelas murid. Ia memilih dua belas murid-Nya karena dua alasan. Yang pertama yaitu untuk tinggal bersama mereka, dan yang kedua yaitu untuk melatih mereka (memberi mereka tanggung jawab).
Tanggung jawab yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya ialah untuk pergi dan memuridkan segala bangsa. Pertama-tama Ia melatih mereka dan kemudian sering mengirim mereka untuk melakukan apa yang Ia perintahkan kepada mereka untuk dilakukan. Ia melakukan hal ini supaya mereka akan meneruskan pelayanan-Nya setelah Ia terangkat ke surga. Hal ini merupakan perintah untuk semua orang Kristen ataupun para orang percaya. Karena itu, jikalau pemuridan adalah perintah Tuhan, kita harus mentaatinya dan mengambil tanggung jawab untuk memuridkan orang lain. Yesus berkata dalam Yohanes 15:14, "Kamu adalah sahabat- Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." Pemuridan bukan hanya merupakan tanggung jawab pemimpin gereja saja. Yesus tidak memberikan perintah ini hanya kepada kedua belas murid-Nya, melainkan kepada semua orang percaya.
Bacalah Yohanes 15:16.
Alasan lain mengapa kita harus memuridkan orang lain adalah untuk menghasilkan orang-orang Kristen yang kuat yang akan membuat gereja- gereja menjadi kuat. Dalam Yohanes 15:16 kita membaca, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap..."
Buah yang Yesus sebutkan dalam ayat ini adalah membawa orang-orang kepada Kristus. Orang Kristen yang baru tidak dapat bertumbuh sendiri. Ia memerlukan seseorang untuk menolong dia untuk menjadi dewasa, yaitu seorang Kristen yang berguna yantg mau menolong orang lain untuk bertumbuh juga. 2 Timotius 2:2, Ayat Hafalan kita, mengajarkan bahwa pemuridan menolong untuk membuat orang-orang Kristen menjadi kuat supaya mereka juga akan memuridkan orang lain. Inilah buah yang tinggal tetap itu.
Bacalah Kolose 1:28.
Tujuan dari pemuridan adalah "supaya kita boleh menampilkan orang- orang yang dewasa di dalam Kristus." Sangat menyedihkan jika ada sebuah gereja yang mengikuti program penginjilan tetapi menolak akan pemuridan. Hasilnya ialah kemiskinan, orang-orang Kristen yang tidak dewasa, yang tidak tahu apa yang harus dilakukan pada saat tekanan, cobaan dan penganiayaan datang. Mereka sering berhenti pergi ke gereja dan berusaha untuk menghadapi sendiri peperangan mereka.
Pemuridan adalah suatu proses yang harus dilakukan oleh semua orang Kristen. Kita harus memuridkan sebanyak mungkin orang, yang mana mereka juga akan memuridkan orang lain. Yesus telah melakukan pekerjaan yang terhebat yakni menyelamatkan kita. Kita harus memberitahu yang lain mengenai hal ini dan memberikan semangat kepada mereka agar menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi dan Tuhan.
Paulus tidak suka melihat bayi-bayi Kristen dalam gereja. Ia selalu bertujuan untuk menghasilkan orang-orang Kristen yang dewasa. Dalam Kolose 1:28 ia berkata, Dialah yang kami beritakan, apabila tiap- tiap orang kami nasehati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Perhatikan bahwa Paulus menekankan kata "tiap-tiap orang." Ini berarti bahwa setiap orang harus dimuridkan. Setiap orang harus diajar dan dilatih. Setiap orang harus menjadi dewasa di dalam Kristus. Setiap orang harus ditampilkan kepada Kristus, bukan sebagai seorang bayi, tetapi orang dewasa dalam Kristus.
Untuk bertumbuh memerlukan waktu yang cukup lama, oleh sebab itu janganlah kita menjadi putus asa. Bersabarlah dan lihatlah selalu kepada Yesus untuk minta pertolongan dan bimbingan-Nya. Ingatlah akan janji Yesus dalam Matius 28:20 bahwa Ia akan selalu bersama Anda, sampai akhir zaman. Yesus tidak memilih Anda supaya Anda bekerja untuk-Nya. Ia memilih Anda supaya Ia dapat bekerja melalui Anda untuk mewujudkan apa yang tertinggal yang belum dilaksanakan ketika Ia naik ke surga. Jadi seorang Kristen haruslah menjadi seperti bejana (perabot rumah) yang bersih, yang siap dipakai oleh Tuhannya. Bacalah 2 Timotius 2:21.
DOA
"Terima kasih untuk pemahaman yang Tuhan berikan dalam pelajaran terakhir ini. Ajarkan saya untuk senantiasa bersaksi tentang Engkau dan memuridkan orang lain, sehingga ia juga bisa bersaksi dan memuridkan orang lain lagi. Dengan demikian setiap orang boleh mengenal dan menerima Engkau sebagai Juru Selamat dan Tuhan mereka. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
Pelajaran 01 | Referensi 01a | Referensi 01b
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Doa dan Membaca Alkitab |
| Kode Pelajaran | : | OKB-T01 |
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
Selamat mengerjakan!
Pertanyaan (A):
Pertanyaan (B):
Pelajaran 02 | Referensi 02a | Referensi 02b
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Ibadah dan Persekutuan |
| Kode Pelajaran | : | OKB-T02 |
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
Selamat mengerjakan!
Pertanyaan (A):
Pertanyaan (B):
Pelajaran 03 | Referensi 03a | Referensi 03b | Referensi 03c
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab untuk Hidup Benar dan Menggunakan Karunia-karunia Rohani |
| Kode Pelajaran | : | OKB-T03 |
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
Selamat mengerjakan!
Pertanyaan (A):
Pertanyaan (B):
Pelajaran 04 | Referensi 04a | Referensi 04b | Referensi 04c
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Keanggotaan Gereja dan Kehidupan Keluarga |
| Kode Pelajaran | : | OKB-T04 |
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
Selamat mengerjakan!
Pertanyaan (A):
Pertanyaan (B):
Pelajaran 05 | Referensi 05a | Referensi 05b | Referensi 05c
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Memberi dan Menggunakan Waktu |
| Kode Pelajaran | : | OKB-T05 |
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
Selamat mengerjakan!
Pertanyaan (A):
Pertanyaan (B):
Pelajaran 06 | Referensi 06a | Referensi 06b | Referensi 06c
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Bersaksi dan Memuridkan Orang Lain |
| Kode Pelajaran | : | OKB-T06 |
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:
Perhatian:
Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
Selamat mengerjakan!
Pertanyaan (A):
Pertanyaan (B):
Pelajaran 01 | Pertanyaan 01 | Referensi 01b
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Doa dan Membaca Alkitab |
| Kode Pelajaran | : | OKB-R01a |
Referensi OKB-R01a diambil dari:
| Judul Buku | : | TERLALU SIBUK? JUSTRU HARUS BERDOA |
| Judul Asli | : | Pasang Surut Hidup Berdoa |
| Penulis | : | Bill Hybels |
| Penerbit | : | Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, Jakarta, 1998 |
Beberapa bulan yang lalu saya berbicara dengan beberapa orang Kristen yang merasa malu. Mereka pernah terbiasa hidup berdoa, kata mereka. Tapi keadaan berubah. Mereka tidak berdoa lagi seperti dulu sehingga mereka merasa malu. Ada yang menggambarkannya begini:
"Waktu saya baru percaya, angan-angan berbicara dengan Allah alam semesta dan Allah mendengarkan saya mempedulikan saya, menanggapi kepentingan saya angan-angan itu membanjiri pikiran saya sehingga hampir saya tidak dapat memahaminya."
"Begitu saya tahu bahwa saya dapat melakukannya, saya mulai berdoa sepanjang hari. Saya berdoa waktu bangun. Saya berdoa di meja waktu sarapan pagi. Saya berdoa dalam perjalanan ke tempat kerja. Saya berdoa di meja saya di kantor, dengan teman-teman melalui telepon, waktu makan siang, dengan keluarga waktu makan malam, dengan anak- anak waktu mereka hendak tidur malam. Saya berdoa dengan kelompok kecil. Saya sangat senang waktu berdoa di gereja.
"Saya berdoa sepanjang waktu, dan itu membuat saya bersukacita. Allah menjawab doa-doa saya. Hidup saya berubah. Hidup orang lain berubah. Sungguh menyenangkan."
"Apa yang terjadi?" tanya saya.
"Saya tidak tahu," jawab orang itu. "Terus terang, saya tidak tahu. Rasanya hidup berdoa saya surut." Kemudian dia berkata dengan sangat sedih, "Saya jarang sekali berdoa sekarang."
Musim Tanpa Doa
Saya tahu masalah mereka. "Hampir setiap pengikut Yesus Kristus pada suatu waktu mengalami persis seperti apa yang Anda gambarkan," kata saya. "Saya tahu saya juga pernah begitu."
Waktu saya menoleh ke riwayat hidup rohani saya, saya menemukan musim tertentu di mana saya sering berdoa dengan penuh semangat. Saya dipenuhi sukacita dan harapan akan berkat Allah. Tanda ajaib terjadi dalam hidup saya, dalam hidup orang yang saya doakan dan dalam gereja saya.
Kemudian, tanpa sebab yang jelas, hidup berdoa saya mulai surut sampai saya hampir berhenti berdoa. Ya, saya masih berdoa pada waktu makan dan pada kegiatan-kegiatan di gereja tapi tidak lebih dari itu. Doa nampaknya hambar, membosankan dan tanpa arti. Musim tanpa doa itu bisa berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Lalu tiba-tiba kuat kuasa Allah melimpah lagi dalam hidup saya, seperti sebelumnya. Sekali lagi saya merasa senang datang ke hadirat Allah. Sekali lagi saya sering berdoa dan berhasil. Sampai kepudaran kambuh lagi, seperti selalu terjadi.
Apa yang menyebabkan pasang-surut dalam hidup berdoa kita? Mengapa kita kehilangan minat dalam berdoa? Mengapa kita berhenti berdoa?
Satu penyebab kita berhenti berdoa atau membiarkan hidup berdoa kita pudar, ialah bahwa kita terlalu senang - puas dengan keadaan. Itu sifat dasar manusiawi.
Bila badai mengamuk, topan menderu dan gelombang menimpa geladak, setiap orang di atas kapal berdoa seperti orang gila. Bila telepon yang menyeramkan datang di tengah malam, bila dokter berkata bahwa yang dirawat tidak begitu memberi harapan, atau waktu suami/istri kita berkata bahwa ada orang lain yang sangat menarik, doa adalah sifat dasar kedua. Dalam situasi yang sukar seperti itu, hampir setiap orang berdoa - sungguh-sungguh, berulang-ulang, penuh harapan, bahkan mati- matian.
Kemudian badai berlalu, laut tenang, angin reda dan Allah sekali lagi membuktikan diriNya setia. Sebagian besar motivasi kita untuk berdoa turun, dan mulai lagi doa yang sangat memudar.
Melupakan Allah
Dapat dipahami, hal ini mempengaruhi hati Allah. Ia sedih bila anak- anak-Nya bertindak seperti mahasiswa, yang menghubungi orang tua hanya kalau uang mereka mulai kurang.
Ada tema sedih dalam Perjanjian Lama. Allah memberkati anak-anak-Nya, tapi mereka melupakan-Nya. Ia memberkati mereka lagi, dan mereka melupakan-Nya lagi. Mereka mengalami kesukaran besar dan mohon pertolongan, dan Allah datang dan menyelamatkan mereka. Tapi mereka lagi-lagi melupakan-Nya.
Bacalah, misalnya, litani yang sedih dalam Mzm 78. Walau Allah memberikan hukum kepada Israel, dibelah-Nya laut supaya mereka bisa menyeberang, memimpin mereka melalui padang gurun, memberikan mereka makanan dan air dengan cara ajaib, dan memukul mundur musuh mereka, "Berulang kali mereka mencobai Allah; ... Mereka tidak ingat kepada kekuasaan-Nya,..." (ay 41-42). Atau dalam Mzm 106:6-13
Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau. Namun diselamatkan-Nya mereka oleh karena nama-Nya, untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya. Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudra raya seperti melalui padang gurun. Demikian diselamatkan-Nya mereka dari tangan pembenci, ditebus-Nya mereka dari tangan musuh; air menutupi para lawan mereka, seorang pun dari mereka tiada tinggal. Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya. Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya. Dengan sedih, kata pemazmur itu: "Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa" (ay 6). Kita tidak ingin melupakan Allah. Kita ingin agar hidup berdoa kita konsisten. Bagaimana kita bisa tetap mengingat kebaikan Allah? Bagaimana kita ingat untuk berdoa?
Irama Sehari-hari Kita dapat mengingat untuk berdoa sama dengan cara kita mengingat apa saja yang menjadi urusan kita dengan memasukkan doa dalam jadwal harian kita. Seperti kita lihat, Yesus menganggap bahwa pengikut-Nya akan menyediakan waktu untuk berdoa. Kalau kita merasa bahwa kita kian jarang berdoa, itu mungkin karena kita tidak pernah menjadikan doa suatu bagian tertentu dari jadwal harian kita.
Ada orang yang menentukan waktu untuk berdoa bahkan sebelum turun dari tempat tidur di pagi hari. Yang lain berdoa waktu minum kopi, atau waktu makan siang, atau persis sesudah pulang dari tempat kerja atau sekolah, atau sesudah makan malam, atau sebelum waktu tidur. Waktu yang kita pilih tidak menjadi soal, selama kita menatanya dengan setia. Doa perlu menjadi bagian dari irama hidup sehari-hari kita.
Pilihlah satu waktu pada waktu mana Anda biasanya tidak terganggu. Anda bisa menutup diri dari dunia dan mendengarkan Allah. Bersamaan dengan itu, pilihlah tempat yang dapat menjadi tempat pelarian Anda, tempat perlindungan Anda, sementara Anda duduk di hadapan hadirat Allah.
Para kenalan saya yang konsisten tiap hari berdoa dengan sungguh- sungguh dan penuh sukacita, biasanya telah memilih tempat tertentu yang mereka gunakan untuk berdoa setiap hari. Saya mengenal seorang yang berdoa sepanjang jalan ke tempat kerja, dalam kereta api lima hari seminggu. Itu empat puluh menit kalau mendapat kereta api ekspres dan kalau tidak, satu jam. Dia berkata bahwa tempat duduknya di kereta adalah tempat suci baginya.
Saya mengenal seorang yang berdoa di meja pojok di restoran sebelum bekerja tiap hari. Ada yang berdoa sambil duduk dekat pintu sorong dari kaca dengan pemandangan taman di luar. Ada yang menulis doanya dalam komputer di kantornya. Tempat apa saja bisa menjadi tempat berdoa. Yang penting, kalau kita hendak ingat untuk berdoa, ialah menentukan tempat khusus dan waktu khusus untuk bertemu dengan Tuhan.
Dosa Sehari-hari Tapi untuk kebanyakan dari kita, masalah tidak setia berdoa bukanlah karena tidak ada waktu atau tempat. Kita mempunyai tempat berdoa, dan dulu kita pergi ke sana tiap hari. Tanpa sebab tertentu semangat kita pergi ke sana sirna. Kita tidak berhasrat lagi untuk berdoa.
Kalau itu yang menggambarkan perasaan kita, kita mungkin menderita rasa salah atau malu. Sesuatu yang telah kita perbuat - atau sedang perbuat sekarang - telah menjadi rintangan antara kita dan Allah.
Kadang-kadang bila saya mencoba menolong seorang untuk mengerti mengapa mereka tidak berdoa lagi, saya berkata, "Mari kita telusuri. Apakah Anda tahu kapan Anda mulai merasa seperti ini? Apa lagi yang sedang terjadi dalam hidup Anda pada waktu itu?"
Orang yang jujur dan sadar-sendiri sering mengatakan sesuatu seperti ini, "Ya, pada waktu itu saya mulai berpesta-pora, banyak mengelana dan membiarkan hidup saya sedikit di luar kendali."
Seorang lagi berkata, "Pada waktu itu saya sangat sibuk di tempat kerja dan kerakusan memancing saya sehingga mencari uang menjadi tenaga pendorong yang merasuki hidup saya."
"Saya kira pada waktu saya menerima konseling, itu pada mulanya menolong. Tapi kemudian bukannya mengatasi masalah saya, saya terbenam dalam diri sendiri, dan saya kian menjadi pusat dunia saya sendiri. Saya mengesampingkan Allah."
"Mungkin itu pada waktu saya pindah sekamar dengan pacar saya."
Saya harus memberitahu orang-orang ini, apa pun rinciannya, dosa sehari-hari cukup kuat untuk menciptakan kesenjangan yang kian lebar dalam hubungan kita dengan Allah. Kian lebar kesenjangan itu, kian jarang kita berdoa. Dan kian jarang kita berdoa, kesenjangan itu menjadi kian lebar.
Menghina Nama Allah
Saya ingat satu waktu ketika saya tahu saya sedang berbuat dosa. Saya kebingungan mengapa doa pagi saya di kantor ternyata sangat kaku dan tidak berarti. Saya mempunyai waktu berdoa yang sangat teratur dan tempat berdoa yang tetap; tapi saya tidak mau terlibat percakapan mendalam dengan Allah.
Kemudian saya membaca firman Allah dalam Kitab Mal 1:6 "... di manakah hormat yang kepada-Ku itu? ...firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: 'Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?'" (Mal 1:6).
Banyak cara, kata Allah melalui Maleakhi. Marilah saya sebutkan beberapa.
Mereka menipu Allah. Kendati petunjuk Allah jelas untuk mempersembahkan hewan yang terbaik sebagai korban kepada Tuhan. Tapi orang Israel membawa ternak mereka yang terbaik ke pasar, di mana mereka bisa mendapatkan harga mahal untuk ternak itu. Kemudian mereka membawa hewan yang tidak berharga - yang buta, yang timpang, yang sakit hampir mati - dan membawanya ke mezbah Allah (lih Mal 1:6-8).
Mereka juga telah menipu orang miskin - menindas orang upahan, menyulitkan hidup ekonomi para janda dan curang terhadap para orang asing pendatang liar (lih Mal 3:5).
Di samping itu, mereka telah menipu keluarganya. Perceraian merajalela. "... Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. Dan kamu bertanya: 'Oleh karena apa?' Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan istri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan istri seperjanjianmu" (Mal 2:14-15).
Melalui Maleakhi Allah berseru, "Setelah menipu Aku, orang yang tertindas di antara kamu dan bahkan keluargamu sendiri, kamu berani meminta berkat-Mu? Kamu terang-terangan berdosa kepada-Ku dan kemudian punya nyali untuk meminta kemurahan hati? Kamu memberontak melawan Aku dan mengharapkan Aku tidak terpengaruh oleh ketidakpatuhanmu? Aku sangat sedih. Dosamu menghancurkan hati-Ku. Itu terasa seperti pengkhianatan."
Kalau kita tidak hidup dalam kepatuhan kepada Allah, kita kehilangan rasa hangat dan akrab dengan Dia. Kita bisa bernostalgia dengan waktu berdoa yang dulu, tapi kita telah mendirikan satu perintang doa yang harus dirubuhkan sebelum kita bisa menikmati lagi hubungan kasih sayang dengan Dia. Kita tidak mempunyai persekutuan yang erat dan langgeng dengan Allah, kecuali kalau kita mematuhi-Nya - mutlak.
Merubuhkan Perintang
Hal yang mengherankan ialah bahwa Allah sendiri mau merubuhkan perintang yang memisahkan kita.
Alkitab menceritakan kepada kita bahwa Allah terhadap Siapa kita berdosa, Allah yang kita acungi tinju kita, merentangkan tangan-Nya kepada kita dan berkata, "Pulanglah. Kau tidak ingin hidup dengan cara demikian, bukan? Kau tidak mau menempuh jalan itu. Akuilah dosamu Anda. Katakanlah kepada-Ku bahwa hidupmu kacau-balau. Bersepakatlah dengan Aku bahwa engkau berada di jalan yang salah. Berbaliklah, dan kita akan berhubungan akrab kembali. Maka doamu akan kaya dan berarti lagi. Kita akan berjalan bersama-sama kembali."
Marilah, baiklah kita berperkara! - firman TUHAN - Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba (Yes 1:18). Kabar baik ialah bahwa Anda bisa kembali ke dalam persekutuan dengan Bapa sekarang juga. Anda boleh mengucapkan doa pertobatan: "Ya Allah, saya minta ampun atas --. Ampunilah saya. Saya mau berbalik dari cara hidup ini, dan saya mau kembali ke dalam hubungan yang akrab dengan Engkau."
Bila Anda mengucapkan doa itu, Allah akan memulihkan Anda. Anda akan berdoa dengan cara lain sesudah pemulihan itu. Anda kembali ke jalan yang benar.
Apakah Allah Tuli? Barangkali Anda menyisipkan ke dalam jadwal harian Anda acara untuk berdoa, dan Anda tidak sadar bahwa ada dosa yang memisahkan Anda dari Allah. Namun Anda tahu bahwa Anda sudah mulai menjauhi Dia. Anda hampir menghentikan doa Anda, karena merasa kecil hati. Kecewa. Atau bahkan putus asa.
Anda berdoa sungguh-sungguh agar ayah Anda selamat dalam pembedahan, tapi ternyata ia meninggal.
Anda berdoa agar putra Anda dan anak mantu akan rujuk dan tetap utuh, tapi mereka bercerai.
Anda berdoa agar bisnis Anda dapat bertahan terhadap satu pesaing baru tapi tidak berhasil.
Anda tahu bahwa dosa Anda sudah Anda akui, dan Anda mencoba menempuh hidup etis. Permintaan Anda tidak egois. Dan sekarang karena ayah Anda sudah meninggal, anak bercerai dan bisnis Anda ditutup, Allah tidak mungkin menyuruh Anda menunggu. Sudah terlambat.
Agaknya doa tidak berhasil. Mengapa membuang-buang napas Anda? Kalau surga tidak mendengar, kalau Allah tidak peduli, atau kalau Allah tidak berkuasa untuk mengubah keadaan, mengapa harus berdoa? Lebih baik menghadapi kenyataan dan berhenti membohongi diri sendiri.
Kalau Anda pernah mengalami kekecewaan yang menghancurkan yang tidak diatasi oleh doa, dan kalau Anda adalah pengikut Kristus yang jujur, Anda tentu pernah bergumul dengan pertanyaan seperti ini. Saya tidak mempunyai jawaban yang pasti bagi Anda. Ada hal-hal yang tidak akan pernah jelas selama kita hidup di dunia ini. "Hidup kami ini adalah hidup berdasarkan iman", kata Rasul Paulus, "bukan berdasarkan apa yang kelihatan" (2Kor 5:7).
Tapi saya dapat menceritakan kepada Anda perkataan Yesus kepada para rasul ketika mereka kecil hati: "Yesus menyampaikan... kepada mereka untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa tanpa jemu-jemu," tulis Lukas. Setelah memberikan perumpamaan untuk menggambarkan maksud-Nya, Yesus bertanya, "Tidakkah Allah akan membenarkan orang- orang pilihan-Nya yang siang-malam berseru kepada-Nya? Apakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka..." (Luk 18:1, 7-8).
Saya meminta dengan sangat kepada kamu, kata Yesus, jangan kehilangan nyali. Berdoa terus. Bapa mendengarkan. Ia mendengarkan setiap doa yang kita panjatkan. Ia sungguh mempedulikan segala sesuatu yang mempengaruhi kita. Ia memiliki kuat kuasa yang tidak terbatas untuk menanggulangi apa saja yang mengganggu kita. Memang Ia tidak menjawab setiap doa kita sesuai yang manusia berdosa menghendakinya. Tapi Ia menghendaki kita bertahan. Ia suka bersekutu dengan kita. Ia mau melakukan apa saja yang terbaik untuk kita.
Saya Terus Berdoa Beberapa tahun yang lalu kami menyelenggarakan baptisan. Banyak orang menegaskan di depan umum keputusan mereka untuk mengikuti Kristus. Rasanya hati saya akan meledak karena kegirangan. Kemudian, di tangga, saya menemukan seorang wanita sedang menangis. Saya tidak dapat mengerti mengapa ada orang yang menangis sesudah upacara yang demikian menggembirakan, jadi saya berhenti dan bertanya apa yang terjadi dengan dia.
"Tidak," katanya, "Saya sedang bergumul. Ibu saya dibaptis hari ini." Apakah ini menjadi masalah? pikir saya. "Saya berdoa untuk dia tiap hari selama 20 tahun," katanya, dan kemudian menangis kembali. "Tolong saya agar mengerti soal ini," kata saya.
"Saya menangis," jawabnya, "karena saya nyaris - nyaris sekali - menyerah. Maksud saya, setelah 5 tahun terus-menerus berdoa saya berkata, 'Siapa yang memerlukan ini? Allah tidak mendengarkan.' Setelah 10 tahun terus-menerus berdoa saya berkata, 'Mengapa saya harus menghabiskan nafas? Setelah 15 tahun terus-menerus berdoa saya berkata, 'Ini tidak masuk akal.' Setelah 19 tahun saya berkata, 'Saya ini tolol.' Tapi saya masih berdoa terus, walaupun iman saya lemah. Saya berdoa terus, dan Ibu saya menyerahkan hidupnya kepada Kristus, dan dia dibaptis hari ini."
Wanita itu berhenti menangis dan menatap ke mata saya. "Saya tidak akan pernah meragukan kuat kuasa doa lagi," katanya.
Tanya-jawab untuk Renungan dan Pembahasan
Pelajaran 01 | Pertanyaan 01 | Referensi 01a |
| Nama Kursus | : | ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) |
| Nama Pelajaran | : | Bertanggung Jawab dalam Hal Doa dan Membaca Alkitab |
| Kode Pelajaran | : | OKB-R01b |
Referensi OKB-R01b diambil dari:
| Judul Buku | : | MEMBINA IMAN |
| Judul Asli | : | Menyelidiki Alkitab |
| Penulis | : | Andrew Murray |
| Penerbit | : | Kalam Hidup, Bandung, 1965 |
"Betapa kucintai Taurat Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari" (Mazmur 119:97).
"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci . . . Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku" (Yohanes 5 : 39).
"Tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya" (Ibrani 4 :2).
Pada permulaan buku ini lebih dari satu pasal dipergunakan untuk membicarakan peranan Firman Allah dalam kehidupan anugerah. Saudara- saudara pembaca, sebelum kita berpisah, sekali lagi saya ingin kembali kepada soal yang maha penting itu. Saudara-saudara yang saya kasihi, betapa pun saya menjelaskan pentingnya hal ini, pasti tidak akan cukup. Kehidupan rohani saudara sangat bergantung kepada Firman Allah. Manusia hidup dari Firman yang keluar dari mulut Allah. Oleh karena itu berusahalah dengan segenap hati untuk belajar bagaimana memakai Firman Allah dengan benar. Untuk itu terimalah petunjuk-petunjuk yang berikut:
Bacalah Firman itu dengan hati, lebih daripada sekedar dengan pengertiannya. Dengan pengertian, saya akan mengetahui dan memahami; dengan hati saya mengingini, mengasihi dan berpegang teguh. Biarlah pengertian itu tunduk kepada ha