Pelajaran 05 | Pertanyaan 05 | Referensi 05b
PESTA // PENDIDIKAN ELEKTRONIK STUDI TEOLOGIA AWAM \\ PESTA
Nama Kursus: APOLOGETIKA UNTUK AWAM I (AUA I)
Nama Pelajaran: Karakter Manusia Setelah Ditebus Kristus
Kode Referensi: AUA I-R05a
Referensi AUA I-R05a diambil dari:
Judul buku: Diselamatkan Oleh Anugerah
Judul artikel: Regenerasi
Pengarang: Anthony A. Hoekhema
Penerbit: Momentum, Jakarta, 2001
Halaman: 133 -- 147
REGENERASI
1. Tiga Pengertian Regenerasi.
Alkitab membicarakan regenerasi dalam tiga pengertian yang berbeda
tetapi berkaitan: (1) sebagai permulaan kehidupan rohani yang baru,
yang ditanamkan di dalam diri kita oleh Roh Kudus, memampukan kita
untuk bertobat dan percaya (Yoh. 3:3,5); (2) sebagai manifestasi
pertama dari hidup baru yang telah ditanamkan (Yak. 1:18; 1 Pet.
1:23); dan (3) sebagai pemulihan keseluruhan ciptaan dalam
kesempurnaannya yang final (Mat. 19:28).
Dalam pengertian lebih sempit, regenerasi dapat didefinisikan
sebagai karya Roh Kudus yang dengannya Roh Kudus mula-mula membawa
orang-orang ke dalam kesatuan yang hidup dengan Kristus, mengubah
hati mereka sehingga mereka yang dulunya mati secara rohani menjadi
hidup secara rohani, dan sekarang berkemampuan dan berkehendak
untuk bertobat dari dosa, mempercayai Injil dan melayani Tuhan.
2. Ajaran Alkitab Mengenai Regenerasi
(1). Menurut Perjanjian Lama.
Di dalam Perjanjian Lama kita sudah mendapatkan pengajaran bahwa
hanya Allah yang menyebabkan perubahan radikal yang diperlukan
untuk memampukan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk dapat
kembali melakukan hal yang benar menurut pandangan-Nya. Di Ulangan
30:6, kita menemukan bahwa pembaharuan rohani kita dideskripsikan
secara figuratif sebagai sunat terhadap hati: "Dan TUHAN, Allahmu,
akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau
mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu, supaya engkau hidup." Karena hati merupakan inti rohani
dari satu pribadi, maka ayat ini mengajarkan bahwa Allah harus
membersihkan diri rohani kita sebelum kita dapat benar-benar
mengasihi-Nya. Apa yang kita sebut regenerasi dideskripsikan oleh
Yeremia dengan kata-kata ini: "Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam
batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan
menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku" (31:33).
Untuk mendeskripsikan regenerasi ini Yehezkiel menggunakan suatu
gambaran yang walaupun merefleksikan cara berpikir Perjanjian Lama,
namun masih sering kita pakai sekarang: "Kamu akan Kuberikan hati
yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan
menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati
yang taat" (36:26; band. 11:19). Di sini Allah, melalui Yehezkiel,
menjanjikan kepada mereka yang dibuang ke Babilonia bahwa di masa
yang akan datang Dia akan memperbaharui kerohanian mereka.
(2). Menurut Perjanjian Baru.
Perjanjian Baru memberikan pengajaran yang lebih lengkap dan lebih
kaya mengenai regenerasi daripada Perjanjian Lama. Di dalam Injil-
Injil Sinoptik, kata "regenerasi" tidak dipakai dalam arti "lahir
baru." Akan tetapi ide itu tetap hadir di sana. Ketika Yesus
berkata, "Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang
baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak
baik" (Mat. 7:17), Dia mengimplikasikan bahwa pohon itu harus
dijadikan baik sebelum dapat menghasilkan buah yang baik. Ketika
Yesus menegaskan, "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku
yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya" (Mat. 15:13), Dia
mengimplikasikan bahwa tanaman-tanaman yang telah ditanam oleh Bapa
sorgawi-Nya tidak akan dicabut. Pernyataan-pernyataan seperti ini
dengan jelas menunjukkan kebutuhan akan regenerasi.
Mungkin tidak ada bagian di dalam Perjanjian Baru yang mengajarkan
kedaulatan karya Allah di dalam regenerasi sejelas pasal ketiga
dari Injil Yohanes (3:1-8). Kita telah mempelajari bahwa pelaku
ilahi dari regenerasi adalah Roh Kudus. Bahwa kehidupan baru yang
diterima berbeda secara radikal dari kehidupan biologis biasa, dan
bahwa meskipun regenerasi merupakan kejadian yang misterius, kita
dapat mengetahui bahwa itu telah terjadi dengan mengamati buahnya.
Walaupun Titus 3:5 merupakan satu-satunya bagian di mana Paulus
mempergunakan kata "regenerasi", tetapi kiasan mengenai regenerasi
di dalam surat-suratnya begitu sering muncul. Di Efesus 2:5 Paulus
menegaskan bahwa ketika kita mati di dalam pelanggaran, Allah
menghidupkan kita bersama Kristus. Di Efesus 2:10 dan 2Korintus
5:17 Paulus memakai suatu gambaran baru bagi regenerasi: regenerasi
merupakan suatu jenis keberadaan baru yang mencengangkan kita,
sehingga ia hanya dapat dibandingkan dengan suatu penciptaan baru:
"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus";
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru."
Dari penyataan-pernyataan Paulus juga kita mempelajari bahwa
regenerasi merupakan buah dari karya pemurnian dan pembaharuan yang
dikerjakan oleh Roh, yang terjadi di dalam kesatuan dengan Kristus,
dan bahwa ini berarti kita sekarang menjadi bagian dari ciptaan
baru Allah yang ajaib.
Petrus juga membicarakan regenerasi di dalam suratnya yang pertama.
Dia memakai kata anagennao, yang berarti "memperanakkan kembali"
atau "menyebabkan untuk dilahirkan kembali": "Karena [di dalam
rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh
kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati" (1 Pet. 1:3).
Kita dilahirkan kembali, melalui kebangkitan Kristus dari antara
orang mati. Kebangkitan Kristus sungguh merupakan sumber kehidupan
rohani kita yang baru; karena Allah menjadikan kita hidup bersama-
sama dengan Kristus, kehidupan baru kita merupakan suatu sharing
terhadap kehidupan kebangkitan Kristus. Petrus melihat regenerasi
dalam perspektif eskatologis: awal hidup baru kita di dalam Kristus
menyibakkan pemandangan yang mulia dari warisan kekal kita.
Di 1 Yohanes 2:29 kita melihat bahwa orang yang mengalami
regenerasi adalah orang yang terus menerus melakukan hal yang
benar: "Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu
juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, [telah] lahir
dari pada-Nya" Kata kerja yang diterjemahkan sebagai "[telah]
lahir" adalah dalam bentuk perfect tense (gegennetai), yang
mengindikasikan bahwa orang ini telah diregenerasikan di waktu
lampau dan terus-menerus menunjukkan bukti regenerasi itu di saat
ini. Orang yang telah diregenerasikan adalah orang yang kehidupan
luarnya ditandainya oleh karakteristik berikut: dia melakukan apa
yang benar, tidak terus hidup di dalam doa, mengasihi sesamanya
yang percaya, percaya bahwa Yesus adalah Kristus, dan akan terus
mengalahkan dunia ini.
Sekarang kita ringkaskan apa yang telah kita dapatkan dari
penelaahan Alkitabiah mengenai regenerasi: regenerasi merupakan
suatu perubahan radikal dari kematian rohani menjadi kehidupan
rohani, yang dikerjakan oleh Roh Kudus - suatu perubahan dimana
kita sepenuhnya pasif. Perubahan ini yang mencakup suatu perubahan
rohani dari natur kita, merupakan buah dari anugerah Allah yang
berdaulat, dan terjadi di dalam kesatuan dengan Kristus.
Berdasarkan studi eksegetis, regenerasi di dalam pengertian sebagai
suatu penanaman kehidupan rohani yang baru, bukanlah suatu karya di
mana manusia bekerja bersama Allah, melainkan suatu karya di mana
hanya Allah sebagai Pelaku tunggalnya. Dengan kata lain, regenerasi
bersifat "monergistik, karya Allah sendiri, bukan "synergistik,"
sesuatu yang dicapai melalui kerja sama Allah dan manusia.
Alkitab mengajarkan bahwa regenerasi merupakan suatu karya Allah
dimana manusia hanya bersikap pasif. Dari ajaran-ajaran Alkitabiah
mengenai regenerasi ini, kita mengetahui kedaulatan mutlak Allah di
dalam soteriologi: keselamatan kita merupakan karya Allah dari
awalnya. Karena itu, hanya Allah yang layak menerima semua pujian!
3. Natur Esensial Dari Regenerasi
Regenerasi itu sangat misterius - pertama-tama, karena sesuai
dengan definisinya regenerasi merupakan karya Allah; kedua, karena
kita tidak pernah dapat mengamati atau merasakan regenerasi; kita
hanya dapat mengamati efek-efeknya. Memahami regenerasi dalam
pengertiannya yang lebih sempit, sebagai penanaman suatu kehidupan
baru, kita tidak pernah dapat yakin kapan regenerasi itu terjadi,
kita hanya dapat mendeduksi dari bukti-bukti tertentu dengan
kepastian yang besar atau kecil (kepastian yang lebih baru jika
menyangkut diri kita sendiri, dan lebih kecil jika menyangkut orang
lain) bahwa regenerasi itu terjadi.
Tiga komentar mengenai natur esensial dari regenerasi:
(1) Regenerasi merupakan perubahan yang terjadi secara seketika.
Regenerasi bukan suatu proses bertahap seperti pengudusan yang
progresif. Di Efesus 2:5, regenerasi dideskripsikan sebagai
menjadikan pendosa yang telah mati hidup kembali; kata kerja
yang diterjemahkan "menghidupkan kita bersama-sama Kristus,"
synezoopoiesen memakai bentuk aorist tense yang berarti
tindakan yang seketika atau sekejap. Dalam Kisah 16:14, kita
membaca mengenai konversi yang dialami Lidia: "Tuhan membuka
hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh
Paulus." Peristiwa pembukaan hati ini jelas mendeskripsikan
regenerasi. Kata yang diterjemahakan menjadi "membuka"
(dienoixen) juga dalam bentuk aorist tense. Regenerasi itu
sendiri pastilah bersifat seketika, karena tidak ada kondisi
pertengahan di antara kehidupan dengan kematian.
(2) Regenerasi merupakan perubahan yang supranatural.
Regenerasi, penciptaan baru, pembangkitan dari kematian dan
menghidupkan adalah sedemikian jelas diajarkan oleh Alkitab, di
mana Allah sendiri yang bekerja di dalam diri kita tanpa
bantuan kita. Tetapi regenerasi ini pasti tidak terjadi hanya
dengan ajaran dari luar, persuasi moral, atau dengan suatu cara
yang sedemikian rupa sehingga setelah Allah selesai berkarya
manusialah yang tetap berkuasa memutuskan apakah dirinya mau
dilahirbarukan, atau diubah, atau tidak. Sebaliknya, regenerasi
secara keseluruhan merupakan karya supranatural, karya yang
paling berkuasa, paling memberikan sukacita, karya yang ajaib,
tersembunyi dan tidak terkatakan, yang mana kuasa untuk
melakukannya tidak kurang atau lebih rendah dari kuasa untuk
menciptakan atau membangkitkan dari orang mati, seperti yang
diajarkan oleh Alkitab.
(3) Regenerasi merupakan perubahan yang radikal.
Karena istilah "radikal" berasal dari kata Latin untuk "akar"
(radix), maka ini berarti regenerasi merupakan suatu perubahan
pada akar natur kita.
(a) Regenerasi berarti pemberian atau "penanaman " kehidupan
rohani yang baru . Di saat regenerasi inilah pendosa yang mati
menjadi hidup secara rohani, penolakannya terhadap Allah diubah
menjadi penerimaan, dan kebencian kepada Allah diubah menjadi
kasih. Regenerasi berarti orang yang tadinya di luar Kristus
sekarang telah berada di dalam Kristus. Karena itulah perubahan
ini disebut radikal, bukan sekedar perubahan pada kulitnya
saja.
(b) Regenerasi merupakan suatu perubahan yang mempengaruhi
keseluruhan pribadi. Regenerasi merupakan suatu perubahan total
- suatu perubahan yang mecakup keseluruhan pribadi itu. Dalam
istilah yang Alkitabiah, regenerasi merupakan pemberian hati
yang baru. Dan hati di dalam Alkitab adalah inti rohani dari
satu pribadi, pusat dari seluruh aktivitas; sumber yang darinya
mengalir keluar semua pengalaman mental dan rohani, dan
sebagainya. Sumber inilah yang diperbaharui di dalam
regenerasi. Akan tetapi perlu ditambahkan bahwa regenerasi
bukan berarti penyingkiran seluruh kecenderungan berdosa.
Meskipun orang yang telah diregenerasikan adalah manusia yang
baru, namun dia belum sempurna.
(c) Regenerasi merupakan suatu perubahan yang terjadi di bawah
kesadaran. Hal ini jelas, pertama-tama dari cara Alkitab
mendeskripsikan kondisi natural kita. Jika kita, sebagaimana
yang dikatakan Alkitab, sesuai natur kita adalah mati di dalam
dosa, cemar, tidak tunduk terhadap hukum Allah, tidak mampu
menerima hal-hal yang berasal dari Roh Allah, maka kita tidak
dapat secara sadar memutuskan untuk mengubah diri kita menjadi
kondisi yang bertentangan dengan natur kita tersebut. Kita
harus diubah pada akar keberadaan kita, dengan cara yang
supranatural. Dengan demikian perubahan ini haruslah, seperti
yang dikatakan para psikolog, di bawah radar - akan tetapi
merupakan suatu yang pasti menampakkan dirinya di dalam
kehidupan sadar kita.
Lebih lanjut lagi, bahwa perubahan ini terjadi di bahwa
kesadaran kita juga jelas di dalam istilah-istilah yang
dipergunakan Alkitab untuk mendeskripsikan regenerasi: "Aku
akan memberikan kepadamu hati yang baru"; "jika dia tidak
dilahirkan dari atas"; "yang lahir dari daging adalah daging,
dan yang lahir dari Roh adalah roh"; "dihidupkan bersama dengan
Kristus." Ungkapan-ungkapan seperti ini menunjukkan suatu
transformasi yang begitu radikal sehingga pasti merupakan suatu
perubahan pada akar keberadaan kita di bawah sadar. Karena
itulah, di dalam regenerasi, dengan pengertian yang lebih
sempit, kita tidak aktif, melainkan pasif.
----------------------------------------------------------------------
PESTA ======Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam====== PESTA
sabda.org